Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
10 Fakta Terbaru Karhutla di Indonesia dan Dampaknya
ilustrasi karhutla (pexels.com/Eclipse Chasers)
  • Karhutla menewaskan empat petugas di TNBTS dan melukai dua lainnya, sementara 277.075 kasus ISPA tercatat di tujuh provinsi terdampak, termasuk 62.400 balita.

  • Asap sempat mencapai Jabodetabek dan memicu protes dari Malaysia serta Singapura; per 12 Oktober, 639,23 hektare masih terbakar di enam provinsi prioritas.

  • Karhutla belum berstatus bencana nasional meski 202.010,96 hektare terbakar hingga Juli dan 12,5 juta jiwa terdampak; penanganan juga dibayangi dugaan korupsi dana BNPB.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Januari hingga Juli 2026

Akumulasi lahan terbakar di Indonesia mencapai 202.010,96 hektare menurut sistem pemantauan karhutla Kementerian Kehutanan.

22 Agustus 2026

Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menilai kebakaran di Guntung Damar, Banjarbaru, tidak terlalu parah setelah peninjauan. Ia menyinggung tidak ada helikopter yang dikerahkan pada hari itu.

15 September 2026

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud menyatakan kualitas udara di wilayahnya masih aman dan terkendali.

18 September 2026

Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi menawarkan pesawat Bombardier CL-415MP, tiga helikopter, dan 52 personel untuk membantu pemadaman karhutla di Indonesia.

11 Oktober 2026

Warga Malaysia dan Singapura menyampaikan protes di media sosial akibat asap karhutla dari Indonesia. Kabut asap dilaporkan mengganggu kualitas udara dan penyelenggaraan Formula 1 di Singapura.

12 Oktober 2026

Kementerian Kesehatan mencatat 277.075 kasus ISPA di 63 kabupaten/kota pada tujuh provinsi terdampak karhutla, termasuk 62.400 balita. Luas lahan yang masih ditangani satgas tercatat 639,23 hektare.

13 Oktober 2026

KPK melakukan OTT terkait dugaan korupsi dana kebencanaan BNPB dan menetapkan lima tersangka. Pada hari yang sama, karhutla belum ditetapkan sebagai bencana nasional meski ada desakan kepada pemerintah.

15 Oktober 2026

Empat petugas meninggal saat menangani karhutla di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur. Dua petugas lain mengalami luka bakar dan menjalani perawatan intensif.

16 Oktober 2026

BMKG menyatakan asap karhutla memasuki Jawa bagian barat, termasuk Jabodetabek. Tercatat 478 titik panas di Indonesia, dengan 189 titik berada di Sumatra Selatan.

17 Oktober 2026

Sebaran asap mulai menjauh dari Jawa bagian barat. Sisa asap masih terdeteksi di pesisir barat Banten.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kebakaran hutan dan lahan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, menimbulkan korban petugas, paparan asap, gangguan kesehatan, titik panas, serta lahan terbakar yang masih ditangani.
  • Who?
    Petugas pemadam, warga terdampak, BNPB, Kementerian Kesehatan, BMKG, pemerintah pusat dan daerah, aparat penegak hukum, serta masyarakat Malaysia dan Singapura terlibat atau terdampak.
  • Where?
    Karhutla terpantau di Sumatra dan Kalimantan, termasuk Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan, Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, serta kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
  • When?
    Data dan kejadian yang dilaporkan berlangsung pada Agustus hingga Oktober 2026. Hingga 17 Oktober 2026, sisa asap masih terdeteksi di pesisir barat Banten.
  • Why?
    Penyebab kebakaran di sejumlah wilayah diklaim pemerintah dipengaruhi faktor alam. Di Desa Sungai Awan Kiri, aparat juga menemukan dugaan pembukaan lahan mencurigakan di kawasan Hutan Produksi Konversi.
  • How?
    Pemerintah dan satuan tugas melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas. BNPB mengimbau pembatasan aktivitas luar ruang, sementara Malaysia menawarkan pesawat, helikopter, dan personel; tindak lanjutnya masih menunggu keputusan Presiden.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Hutan dan tanah di banyak tempat di Indonesia terbakar. Empat petugas meninggal saat memadamkan api di Jawa Timur. Banyak orang, termasuk anak kecil, batuk dan susah bernapas karena asap. Asap juga sampai ke Jakarta, Malaysia, dan Singapura. Pemerintah masih memadamkan api di Sumatra dan Kalimantan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah dampak karhutla yang luas, respons penanganan tetap berjalan melalui pemadaman di wilayah prioritas dan upaya mencegah api menjalar ke kawasan konservasi. Imbauan pengurangan aktivitas luar ruang bagi kelompok rentan, penanganan medis bagi petugas, serta tawaran bantuan Malaysia menunjukkan adanya perhatian terhadap perlindungan masyarakat dan kerja sama penanggulangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi persoalan serius di Indonesia. Dampaknya tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat, mengganggu aktivitas warga, hingga memicu persoalan diplomatik akibat kabut asap yang menyebar ke negara tetangga.

Berikut 10 fakta karhutla yang tengah melanda Indonesia saat ini.

1. Empat petugas gugur dan dua lainnya alami luka bakar saat memadamkan karhutla

ilustrasi pemadam kebakaran yang memadamkan api (pexels.com/Milton Moreira)

Empat petugas gugur saat menangani kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, pada Kamis, (15/10/2026).

Selain empat petugas yang meninggal dunia, dua petugas lainnya mengalami luka bakar dan menjalani perawatan medis intensif. Total enam petugas menjadi korban dalam operasi pemadaman tersebut.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya menempatkan keselamatan personel sebagai prioritas utama dalam setiap operasi penanggulangan bencana, termasuk penanganan karhutla.

2. Terjadi dugaan korupsi dana bencana di BNPB

Ketika Indonesia tengah dilanda bencana, publik dikagetkan dengan dugaan korupsi yang terjadi di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dugaan korupsi ini terungkap setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada Selasa (13/10/2026), dan menetapkan lima tersangka terkait dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa menggunakan dana kebencanaan di BNPB. Barang bukti yang disita meliputi uang Rp3,3 miliar, emas, serta aset kripto senilai sekitar Rp1 miliar.

Tercatat ada 13 pihak yang diduga terlibat dan kemudian ditangkap dalam kasus ini. Di antaranya yaitu Sekretaris Utama BNPB Rustia, dan tenaga ahli sekaligus adik mantan Kepala BNPB Suharyanto, Bima Setiawan.

3. Sebanyak 277.075 orang terkena ISPA, termasuk 62.400 balita

Kementerian Kesehatan mencatat 277.075 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di 63 kabupaten/kota pada tujuh provinsi terdampak karhutla. Data tersebut tercatat hingga Senin lalu (12/10/2026).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 62.400 kasus atau 22,5 persen dialami anak berusia 0–5 tahun. Asap karhutla mengandung partikel halus PM2.5 yang dapat memicu batuk, sesak napas, dan memperburuk asma.

Bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit paru kronis termasuk kelompok rentan yang terdampak paparan asap karhutla.

4. Asap karhutla sempat mencapai Jabodetabek

Kabut asap karhutla menyelimuti Kota Palembang, Sumatra Selatan, hingga jarak pandang turun 400 meter pada Kamis (8/10/2026) (Dok/BNPB.

BMKG menyebut, sebaran asap karhutla sempat memasuki wilayah Jawa bagian barat, termasuk Jabodetabek pada Jum’at (16/10/2026).

BNPB pun mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar ruangan, khususnya bagi kelompok rentan. Terutama anak-anak, lansia, ibu hamil dan penderita riwayat penyakit pernapasan dan jantung.

Titik panas ditemukan di sejumlah wilayah Indonesia. Pada Jumat (16/10/2026), tercatat 478 titik panas, dengan Sumatra Selatan menjadi provinsi dengan jumlah terbanyak, yakni 189 titik.

Namun, sejak Sabtu (17/10/2026) asap mulai menjauh dan sisanya masih terdeteksi di pesisir barat Banten pada ketinggian sekitar 10.000–18.000 kaki atau 3–5,4 kilometer.

5. Prabowo kaget luas karhutla tersisa 639,23 hektare

Presiden Prabowo Subianto menerima laporan Kepala BNPB Letjen Suharyanto mengenai luas lahan yang masih terbakar akibat karhutla. Per 12 Oktober 2026, luas lahan yang masih ditangani satuan tugas tercatat 639,23 hektare.

Kebakaran terbesar terjadi di Kalimantan Tengah, termasuk titik api baru di Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan. Prabowo mengaku mengira luas lahan yang masih terbakar mencapai ratusan ribu hektare.

Selain Kalimantan Tengah, lima provinsi yang masih menjadi fokus penanganan adalah Sumatra Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, dan Riau. Pemerintah terus melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas, terutama ke kawasan konservasi.

6. Indonesia diprotes Malaysia dan Singapura akibat kabut asap

ilustrasi asap karhutla yang menyebar ke negara tetangga (commons.wikimedia.org/Jacklee)

Ramai di media sosial warga Malaysia dan Singapura menyampaikan protes akibat terdampak asap karhutla di Indonesia. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Syahganda Nainggolan, meminta pengertian Malaysia dan Singapura yang terdampak. Ia mengklaim kebakaran di sejumlah wilayah Indonesia disebabkan faktor alam, bukan ulah manusia.

Protes terkait asap ini disampaikan warga kedua negara melalui media sosial pada Minggu (11/10/2026). Kondisi udara di Malaysia dan Singapura disebut masuk kategori tidak sehat, sementara kabut asap turut mengganggu penyelenggaraan Formula 1 di Singapura.

Dengan adanya hal itu, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahin berdiskusi dengan Presiden Prabowo Subianto mengenai penanganan kebakaran hutan dan lahan, termasuk bersama-sama mengatasi karhutla di Tanah Air.

7. Penanaman sawit di lahan bekas karhutla

Hal ini bermula ketika Tim Gakkum Kehutanan bersama Dinas LHK Provinsi Kalbar, UPT KPH Wilayah Ketapang Selatan, Polsek Muara Pawan dan Koramil Delta Pawan serta instansi terkait, sedang melaksanakan kegiatan penanggulangan kebakaran hutan di wilayah Desa Sungai Awan Kiri.

Di tengah pelaksanaan pemadaman, tim yang bertugas mendapati adanya aktivitas pembukaan lahan mencurigakan dengan menggunakan alat berat yakni satu unit Excavator Sumitomo S130.

Aktivitas pembukaan lahan tersebut sedang proses pembuatan parit yang lebarnya 2,5 meter serta panjang kurang lebih 1.050 meter. Selain itu, adanya Pembangunan jalan dengan lebar 6 meter dan panjang kurang lebih 1.050 meter di kawasan Hutan Produksi Konversi.

Atas perbuatannya, pelaku dapat dijerat sesuai Pasal 50 ayat (3) huruf a jo Pasal 78 ayat (2) UU Nomor 41 Tahun 1999, tentang Kehutanan sebagaimana diubah dalam UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu Cipta Kerja menjadi UU jo Pasal 20 dan/atau Pasal 21 KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda Rp7,5 miliar.

8. Bantuan negara sahabat untuk padamkan karhutla

Pemerintah Malaysia memberikan tawaran bantuan untuk tangani bencana kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Namun, Presiden Prabowo Subianto belum membahas lebih lanjut terkait tawaran tersebut.

Wakil Perdana Menteri Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi mengatakan, pihaknya masih menunggu lampu hijau dari Prabowo agar bantuan dari Negeri Jiran soal pemadaman karhutla dapat masuk. Ahmad Zahid Hamidi sebelumnya menawarkan satu pesawat Bombardier CL-415MP, tiga helikopter, dan 52 personel pada Jum’at (18/9/2026).

Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin meminta pemerintah mempertimbangkan tawaran bantuan dari negara sahabat untuk menangani karhutla. Ia menyebut titik api masih ditemukan di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan.

Sebelumnya Jepang juga telah memberikan bantuan. Kepala Biro Informasi Pertahanan, Brigjen TNI Rico Sirait mengatakan, Negeri Sakura mengirimkan tiga helikopter Chinook CH-47 untuk membantu memadamkan api di wilayah terdampak. Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), misi kemanusiaan asal Jepang dimulai pada 10 September 2026.

9. Karhutla Indonesia belum ditetapkan sebagai bencana nasional

ilustrasi karhutla (unsplash.com/Matt Palmer)

Hingga Selasa (13/10/2026), kebakaran hutan dan lahan di Indonesia belum ditetapkan sebagai bencana nasional. Gerakan non-partisan dan etis, serta DPR RI mendesak pemerintah menetapkan karhutla di Kalimantan sebagai bencana nasional.

Data BNPB mencatat 767 titik panas di Kalimantan Tengah, 560 di Kalimantan Barat, masing-masing 74 di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, serta tiga di Kalimantan Utara. Kabut asap bahkan membuat jarak pandang di sejumlah wilayah sangat terbatas.

Selain itu, data sistem monitoring karhutla dari Kementerian Kehutanan menunjukkan akumulasi lahan yang sudah terbakar pada periode Januari hingga Juli 2026 mencapai 202.010,96 hektare.

Area yang terbakar tidak hanya terbatas di enam provinsi prioritas, tetapi sudah meluas hingga ke Papua, Maluku dan Maluku Utara. Sebanyak 12.517.488 jiwa yang bermukim di Kalimantan dan Sumatra telah terdampak karhutla.

10. Lima Gubernur Kalimantan tanggapi bencana dengan candaan

Sejumlah gubernur di Kalimantan memberikan tanggapan berbeda terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya.

Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, menjadi perhatian publik setelah melontarkan candaan saat menanggapi persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Agustiar menyinggung pentingnya kebersamaan untuk mengatasi karhutla. Namun, ia menutup pernyataannya dengan plesetan, “Bersatu kita teguh, bercerai kita kawin lagi.” Ucapan tersebut menuai kritik karena dianggap tidak mencerminkan keseriusan seorang kepala daerah dalam merespons bencana yang terjadi.

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, menyebut kualitas udara di wilayahnya masih dalam kondisi aman dan terkendali. Pernyataan itu disampaikan di Kompleks Parlemen, Senayan (15/9/2026). “Kualitas udara untuk Kalimantan Timur alhamdulillah masih semuanya aman terkendali, masih dalam kondisi yang aman, masih aman,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menuai perhatian saat berdialog dengan mahasiswa yang menyoroti penanganan karhutla di wilayahnya. Dalam kesempatan tersebut, ia melontarkan pertanyaan, “Mahasiswa ada turun? Memadamkan api?” Mahasiswa kemudian menjelaskan bahwa mereka telah turun langsung membantu pemadaman api selama beberapa hari.

Di sisi lain, Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, menilai kebakaran di Guntung Damar, Banjarbaru, tidak terlalu parah berdasarkan hasil peninjauan (22/8/2026). Ia mengaitkan kondisi tersebut dengan tidak adanya helikopter yang dikerahkan untuk menyiram titik api pada hari itu. “Kita meninjau bersama-sama ternyata tidak parah. Heli pun tidak ada hari ini. Biasanya kalau parah heli itu ada menyiram, ini tidak ada. Artinya tidak parah,” ujarnya.

Adapun Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang, menanggapi keterbatasan peralatan dalam penanganan karhutla dengan meminta agar upaya pemadaman tetap dilakukan menggunakan sarana yang tersedia. “Kalau dibilang peralatan, pasti ada kurang. Tetapi dengan kekurangan itu jangan diam. Kita gunakan alat-alat yang kita miliki saja,” katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article