Sejumlah gubernur di Kalimantan memberikan tanggapan berbeda terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya.
Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, menjadi perhatian publik setelah melontarkan candaan saat menanggapi persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Agustiar menyinggung pentingnya kebersamaan untuk mengatasi karhutla. Namun, ia menutup pernyataannya dengan plesetan, “Bersatu kita teguh, bercerai kita kawin lagi.” Ucapan tersebut menuai kritik karena dianggap tidak mencerminkan keseriusan seorang kepala daerah dalam merespons bencana yang terjadi.
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, menyebut kualitas udara di wilayahnya masih dalam kondisi aman dan terkendali. Pernyataan itu disampaikan di Kompleks Parlemen, Senayan (15/9/2026). “Kualitas udara untuk Kalimantan Timur alhamdulillah masih semuanya aman terkendali, masih dalam kondisi yang aman, masih aman,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menuai perhatian saat berdialog dengan mahasiswa yang menyoroti penanganan karhutla di wilayahnya. Dalam kesempatan tersebut, ia melontarkan pertanyaan, “Mahasiswa ada turun? Memadamkan api?” Mahasiswa kemudian menjelaskan bahwa mereka telah turun langsung membantu pemadaman api selama beberapa hari.
Di sisi lain, Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, menilai kebakaran di Guntung Damar, Banjarbaru, tidak terlalu parah berdasarkan hasil peninjauan (22/8/2026). Ia mengaitkan kondisi tersebut dengan tidak adanya helikopter yang dikerahkan untuk menyiram titik api pada hari itu. “Kita meninjau bersama-sama ternyata tidak parah. Heli pun tidak ada hari ini. Biasanya kalau parah heli itu ada menyiram, ini tidak ada. Artinya tidak parah,” ujarnya.
Adapun Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang, menanggapi keterbatasan peralatan dalam penanganan karhutla dengan meminta agar upaya pemadaman tetap dilakukan menggunakan sarana yang tersedia. “Kalau dibilang peralatan, pasti ada kurang. Tetapi dengan kekurangan itu jangan diam. Kita gunakan alat-alat yang kita miliki saja,” katanya.