Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
13 Juta Pelanggan Terdampak Blackout Sumatra, MPR: Lakukan Audit Total
Wakil Ketua MPR RI Fraksi PAN Eddy Soeparno di Kompleks Parlemen, Jakarta. (IDN Times/Amir Faisol).
  • Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno mendesak evaluasi total tata kelola kelistrikan nasional usai blackout besar di Sumatra yang berdampak pada lebih dari 13 juta pelanggan.
  • Eddy meminta PLN melakukan audit menyeluruh dan transparan terkait penyebab gangguan, serta memperkuat sistem mitigasi dan modernisasi jaringan listrik agar lebih tahan terhadap cuaca ekstrem.
  • PLN menyebut pemadaman disebabkan cuaca buruk, sementara Bareskrim Polri menurunkan tim ke Jambi untuk menyelidiki penyebab blackout tanpa menemukan indikasi kesengajaan manusia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak rumah di Sumatra mati lampu lama sekali. Katanya ada cuaca jelek yang bikin listrik rusak. Lebih dari 13 juta orang kena dampaknya. Ada Pak Eddy yang bilang PLN harus periksa semua kabel dan alatnya supaya gak rusak lagi. Polisi juga cari tahu kenapa bisa mati lampu. Sekarang PLN masih coba betulin listriknya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun pemadaman listrik massal di Sumatra berdampak luas, respons cepat dari berbagai pihak menunjukkan komitmen serius terhadap perbaikan sistem. PLN tengah bekerja keras memulihkan pasokan, sementara MPR dan DPR mendorong audit serta modernisasi jaringan agar lebih tangguh menghadapi cuaca ekstrem. Penyelidikan kepolisian yang transparan juga membantu memastikan kejelasan penyebab tanpa indikasi kesengajaan manusia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno mendorong adanya evaluasi total terhadap tata kelola kelistrikan nasional menyusul pemadaman listrik massal (blackout) di sejumlah wilayah Sumatra. Peristiwa ini berdampak terhadap jutaan masyarakat dan aktivitas ekonomi.

Menurut Eddy, gangguan yang meluas hingga menyebabkan lebih dari 13 juta pelanggan terdampak menunjukkan sistem kelistrikan nasional masih memiliki kerentanan serius.

“Saya memahami PLN sedang bekerja keras melakukan pemulihan. Namun blackout berskala besar seperti ini tidak boleh dianggap sebagai kejadian biasa," ujar Eddy kepada wartawan, Minggu (24/5/2026).

1. PLN harus melakukan audit menyeluruh

Waketum PAN Eddy Soeparno mendukung Prabowo-Zulhas di Pilpres 2029. (IDN Times/Amir Faisol).

Anggota Komisi XII DPR RI itu menilai penjelasan PLN mengenai cuaca buruk dan gangguan transmisi 275 kV Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi harus menjadi alarm serius bagi ketahanan energi nasional.

Ia pun mendorong agar PLN melakukan audit secara menyeluruh terhadap kesiapan jaringan transmisi, sistem proteksi, hingga mitigasi risiko bencana dan cuaca ekstrem.

“Kita hidup di era perubahan iklim. Cuaca ekstrem akan semakin sering terjadi. Karena itu infrastruktur kelistrikan nasional harus memiliki sistem cadangan dan mitigasi yang jauh lebih kuat agar tidak mudah mengalami efek domino,” kata Legislator PAN itu.

2. PLN harus buka-bukaan soal penyebab blackout di Sumatra

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menyatakan pilkada dipilih DPRD masih konstitusional. (IDN Times/Amir Faisol)

Lebih jauh, Eddy menyoroti besarnya dampak sosial dan ekonomi akibat blackout tersebut, mulai dari terganggunya usaha masyarakat, layanan publik, jaringan komunikasi, hingga aktivitas rumah tangga di berbagai daerah Sumatera. Ia meminta PLN lebih transparan kepada publik terkait penyebab utama gangguan dan langkah konkret pencegahan ke depan.

“Kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik harus dijaga. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban akibat lemahnya antisipasi dan minimnya modernisasi jaringan listrik nasional,” kata dia.

Selain itu, Eddy juga mendorong pemerintah dan PLN mempercepat modernisasi grid kelistrikan nasional berbasis smart grid dan memperkuat interkoneksi antarwilayah agar sistem lebih tahan terhadap gangguan besar.

“Momentum ini harus menjadi bahan evaluasi nasional. Ketahanan energi bukan soal pasokan listrik tersedia, tetapi juga soal keandalan sistem ketika menghadapi gangguan,” kata dia.

3. PLN sebut blackout Sumatra karena cuaca buruk

(Ilustrasi mati listrik) IDN Times/Hendra Simanjuntak

Pemadaman listrik massal terjadi di Sumatra pada Jumat (22/5) sejak pukul 18.44 WIB. Menurut PLN, blackout terjadi di Sumatra disebabkan oleh cuaca buruk yang kemudian berdampak pada sebagian sistem kelistrikan Sumatra.

Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri mengerahkan tim untuk menyelidiki penyebab "blackout" atau pemadaman listrik massal di sejumlah wilayah di Sumatra pada Jumat (22/5/2026).

Direktur Tipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol. Moh. Irhamni mengatakan, tim Dittipidter Bareskrim diterjunkan ke titik putus sambungan Sutet 175-176 Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muara Jambi, Provinsi Jambi pada Minggu (24/5/2026).

"Tim polisi menyelidiki penyebab blackout yang terjadi di beberapa wilayah Sumatra," kata Irhamdi dalam keterangannya di Jakarta.

Menurut dia, dari hasil pemeriksaan sementara belum ditemukan indikasi adanya kesengajaan yang menyebabkan pemadaman listrik massal di wilayah Sumatra. "Sejauh ini belum ditemukan indikasi kesengajaan manusia dalam putusnya konduktor itu," ungkapnya.

Editorial Team