3 Orang Tewas di Gorong-Gorong Bambu Apus, Korban Bukan Pekerja PAM JAYA

- Tiga pekerja proyek jaringan pipa air tewas diduga akibat keracunan gas saat bekerja di gorong-gorong kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur.
- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan para korban bukan pegawai PAM JAYA, melainkan pekerja subkontraktor yang sedang menjalankan proyek di lokasi tersebut.
- Sebanyak 12 personel Damkar dikerahkan untuk evakuasi selama dua jam, namun seluruh korban ditemukan meninggal dunia setelah upaya penyelamatan dilakukan.
Jakarta, IDN Times - Tiga pekerja proyek jaringan pipa air meninggal dunia setelah diduga mengalami keracunan gas saat bekerja di dalam gorong-gorong di kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menyebut laporan mengenai kecelakaan kerja itu telah diterimanya dan seluruh korban sudah mendapatkan penanganan.
"Saya juga sudah menerima laporan. Memang benar ada tiga korban, satu di antaranya merupakan warga negara asing," ujar Pramono, Jumat (10/7/2026).
1. Korban merupakan pekerja perusahaan subkontraktor

Pramono menjelaskan, kecelakaan tersebut tidak terjadi dalam operasional langsung PAM JAYA. Para korban diketahui merupakan pekerja dari perusahaan subkontraktor yang sedang menjalankan pekerjaan proyek jaringan pipa air di lokasi kejadian.
"Peristiwa tersebut terjadi bukan di PAM JAYA, melainkan di pihak subkontraktor yang sedang melaksanakan pekerjaan. Saat ini seluruh penanganan terhadap para korban telah dilakukan," kata Pramono.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan proses penanganan terhadap korban dilakukan setelah insiden terjadi. Penyebab pasti kecelakaan masih dalam penanganan pihak terkait.
2. Tiga pekerja tewas saat masuk gorong-gorong di Cipayung

Peristiwa tragis itu terjadi di Jalan Pintu 3 Keong Mas, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (9/7/2026).
Ketiga pekerja diduga mengalami keracunan gas ketika berada di dalam gorong-gorong. Kejadian bermula saat seorang pekerja turun melakukan pekerjaan di saluran bawah tanah tersebut.
Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur, Abdul Wahid, mengatakan pekerja pertama tiba-tiba pingsan ketika berada di sekitar tangga gorong-gorong.
"Korban pertama masuk ke gorong-gorong, kemudian saat berada di sekitar setengah tangga tiba-tiba pingsan. Rekannya berusaha menolong, namun ikut pingsan. Setelah itu satu orang lainnya masuk untuk membantu dan juga mengalami hal yang sama," ujar Abdul Wahid.
Upaya penyelamatan kemudian dilakukan setelah petugas menerima laporan mengenai adanya pekerja yang tidak sadarkan diri di dalam gorong-gorong.
3. Sebanyak 12 personel Damkar dikerahkan untuk evakuasi

Informasi mengenai kejadian diterima petugas Gulkarmat Jakarta Timur pada pukul 09.49 WIB.
Sebanyak dua unit penyelamatan dari Pos TMII dengan total 12 personel langsung dikerahkan menuju lokasi. Tim tiba sekitar pukul 09.55 WIB dan segera melakukan operasi evakuasi.
Proses penyelamatan berlangsung sekitar dua jam. Petugas akhirnya berhasil mengevakuasi seluruh korban hingga pukul 11.55 WIB.
Namun, ketiga pekerja tersebut dinyatakan meninggal dunia. Peristiwa ini kembali menjadi perhatian terhadap pentingnya standar keselamatan kerja, terutama bagi pekerja yang melakukan aktivitas di ruang terbatas seperti gorong-gorong dan saluran bawah tanah.
Kecelakaan kerja di ruang terbatas memiliki risiko tinggi karena dapat terjadi akibat paparan gas berbahaya, minimnya sirkulasi udara, hingga kondisi lingkungan yang sulit dipantau sebelum pekerja masuk.



















