Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
136 Orang Meninggal akibat Gempa NTT, Pemenuhan Hak Anak Disorot
Human Initiative bersama anak-anak di Nusa Tenggara Timur (NTT)/ (dok HI)
  • Gempa magnitudo 7,7 di NTT menewaskan 136 orang, melukai 1.762 warga, dan memaksa 60.572 orang mengungsi berdasarkan data BNPB per 10 September 2026.
  • Sebanyak 98.986 rumah serta ratusan sekolah, tempat ibadah, dan fasilitas kesehatan rusak, sehingga kebutuhan gizi, kesehatan, pendidikan, dan perlindungan anak makin terhambat.
  • Global Human Initiative menggelar Golf for Humanity 2 pada 11 Oktober 2026 untuk menghimpun dukungan makanan, kesehatan, pendidikan, psikososial, dan keterampilan bagi anak di NTT dan Maluku.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gempa besar di NTT membuat 136 orang meninggal dan banyak orang terluka. Banyak keluarga harus tinggal di tempat pengungsian karena rumah mereka rusak. Sekolah dan tempat kesehatan juga rusak. Anak-anak butuh makanan sehat, sekolah, obat, dan rasa aman. Acara golf akan mengumpulkan bantuan untuk anak-anak di NTT dan Maluku.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) berdampak pada puluhan ribu warga. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 10 September 2026, sebanyak 136 orang meninggal dunia akibat gempa tersebut.

Wakil Presiden Komunikasi dan Keterlibatan Global Human Initiative, Bambang Suherman, mengatakan kondisi tersebut turut berdampak pada pemenuhan kebutuhan anak di wilayah terdampak.

"Kondisi tersebut turut menambah tantangan dalam pemenuhan kebutuhan anak, mulai dari makanan bergizi, kesehatan, pendidikan hingga perlindungan," ucap Bambang dalam keterangan, Jumat (11/9/2026).

1. Sebanyak 1.762 orang mengalami luka-luka

Kemensos salurkan bantuan logistik korban banjir bandang di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Dok. Kemensos)

Berdasarkan data BNPB yang disampaikan Bambang, sebanyak 1.762 orang mengalami luka-luka dan 60.572 warga mengungsi. Gempa juga menyebabkan 98.986 rumah rusak, terdiri dari 26.089 rumah rusak berat, 22.505 rusak sedang, dan 50.392 rusak ringan.

Kerusakan juga terjadi pada sejumlah fasilitas publik yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk 712 fasilitas pendidikan, 620 tempat ibadah, dan 157 fasilitas kesehatan.

"Pemenuhan hak anak membutuhkan dukungan yang menyeluruh dan berkelanjutan. Dukungan terhadap anak, menurutnya, tidak cukup hanya berupa bantuan sesaat, tetapi perlu mencakup pendidikan, kesehatan, perlindungan, dan pengembangan diri," katanya.

2. Sekitar 149 juta anak mengalami stunting

Kemensos salurkan bantuan logistik korban banjir bandang di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Dok. Kemensos)

Persoalan pemenuhan hak anak tersebut juga menjadi tantangan di tingkat global. Sekitar 149 juta anak mengalami stunting dan 45 juta anak mengalami wasting. Sementara itu, lebih dari 244 juta anak dan remaja usia sekolah belum mengenyam pendidikan.

"Upaya tersebut menjadi perhatian dalam Golf for Humanity 2 (GFH 2), yang merupakan kelanjutan kegiatan serupa pada 2025. Pada pelaksanaan pertama, fokus program diarahkan pada persoalan stunting di NTT," katanya.

3. Himpun dukungan untuk pemenuhan hak anak di NTT dan Maluku

Human Initiative Kirim Bantuan Darurat untuk Warga Nagekeo/ dok HI

Pada pelaksanaan GFH 2, perhatian diperluas pada perlindungan dan pemenuhan hak anak di NTT dan Maluku. Dukungan yang disiapkan mencakup makanan bergizi, pemeriksaan kesehatan, perlengkapan dan biaya pendidikan, dukungan psikososial, pembinaan karakter, serta pengembangan keterampilan.

GFH 2 dijadwalkan berlangsung pada 11 Oktober 2026 di Jagorawi Golf & Country Club, Bogor. Program tersebut mengusung tema “Teeing Up Hope for Children Protection, One Swing at a Time” dan menjadi salah satu upaya menghimpun dukungan untuk pemenuhan hak anak di NTT dan Maluku.

Curated For You

Editorial Team

Related Article