Jakarta, IDN Times - Empat jurnalis dan seorang aktivis Indonesia menjadi korban intersepsi militer Israel terhadap armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2026 yang berlayar menuju Gaza, Palestina. Mereka berada di antara sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi pelayaran internasional tersebut.
Keempat jurnalis itu adalah Bambang Noroyono atau Abeng dan Thoudy Badai dari Republika, Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo, serta Rahendro Herubowo yang berkontribusi untuk iNewsTV, BeritaSatu, dan CNN Indonesia. Sementara aktivis Andi Angga yang berada di kapal Josef turut berada dalam deretan WNI yang menjadi korban intersepsi militer Israel.
Nama-nama dan posisi mereka di kapal tersebut juga dibagikan oleh akun selebritas Chiki Fawzi, yang merupakan relawan Global Sumud Flotilla.
Berdasarkan informasi yang beredar dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Bambang Noroyono berada di Kapal BoraLize dan menjadi satu-satunya WNI di kapal tersebut. Sementara Thoudy, Andre, dan Rahendro berada di Kapal Ozgurluk bersama sejumlah relawan kemanusiaan lainnya.
