Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
47 KK dan 22 Bangunan Terdampak Ledakan SPBE di Bekasi
Salah satu rumah terdampak akibat peristiwa SPBE di Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)
  • Sebanyak 47 kepala keluarga terdampak ledakan dan kebakaran di SPBE Cimuning, Mustika Jaya, Bekasi, yang terjadi pada Rabu malam, 1 April 2026.
  • Peristiwa tersebut menyebabkan 22 bangunan rusak, terdiri dari 19 rumah dan tiga kios, serta mengakibatkan 22 orang mengalami luka bakar.
  • Pemerintah kecamatan berkoordinasi dengan Disdukcapil untuk membantu pengurusan dokumen warga terdampak, sementara penyebab ledakan diduga akibat kebocoran gas dan korsleting listrik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
1 April 2026

Terjadi kebakaran disertai ledakan di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi pada malam hari.

2 April 2026

Plt Kadisdamkarmat Kota Bekasi, Heryanto, menjelaskan kronologi awal kebocoran gas yang diduga dipicu korsleting listrik dan menyebabkan ledakan di SPBE.

4 April 2026

Camat Mustika Jaya, Maka Nachrowi, melaporkan hasil pendataan sementara sebanyak 47 kepala keluarga terdampak dan 22 bangunan rusak akibat peristiwa tersebut. Ia juga menyebut koordinasi dengan Disdukcapil untuk pelayanan dokumen kependudukan warga terdampak.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Ledakan dan kebakaran terjadi di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang menyebabkan 47 kepala keluarga terdampak serta 22 bangunan mengalami kerusakan, termasuk rumah tinggal dan kios.
  • Who?
    Peristiwa ini melibatkan warga Kelurahan Cimuning sebagai korban, Camat Mustika Jaya Maka Nachrowi yang memimpin pendataan, serta Plt Kadisdamkarmat Kota Bekasi Heryanto yang memberikan keterangan awal.
  • Where?
    Kejadian berlangsung di SPBE Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat.
  • When?
    Ledakan dan kebakaran terjadi pada Rabu malam, 1 April 2026. Pendataan korban dan bangunan terdampak masih berlangsung hingga Sabtu, 4 April 2026.
  • Why?
    Berdasarkan keterangan sementara dari petugas damkar, ledakan diduga dipicu oleh kebocoran gas elpiji yang tersulut akibat korsleting listrik di sekitar area SPBE.
  • How?
    Kebocoran gas menimbulkan bau menyengat sebelum muncul percikan api dari arus pendek listrik. Api kemudian menyambar gas tersebut hingga menyebabkan ledakan besar dan merusak puluhan bangunan di sekitarnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada ledakan besar di tempat isi gas di Bekasi waktu malam. Banyak rumah dan kios rusak, ada 22 bangunan yang hancur. Sebanyak 47 keluarga kena dampaknya. Beberapa orang luka bakar tapi ada yang sudah boleh pulang. Orang-orang penting di sana sekarang bantu hitung warga dan perbaiki data supaya semua bisa dibantu lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun ledakan di SPBE Bekasi menimbulkan kerusakan dan korban luka, upaya penanganan menunjukkan respons cepat dan terkoordinasi. Pemerintah kecamatan segera melakukan pendataan warga terdampak, sementara Disdukcapil menyiapkan layanan jemput bola untuk memulihkan dokumen kependudukan. Beberapa korban juga sudah pulang dan menjalani rawat jalan, menandakan proses pemulihan mulai berjalan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bekasi, IDN Times - Sebanyak 47 kepala keluarga (KK) terdampak kebakaran yang disertai ledakan di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, pada Rabu (1/4/2026) malam.

Camat Mustika Jaya, Maka Nachrowi, mengatakan, saat ini pihaknya terus melakukan pendataan KK yang terdampak.

"Setelah dilakukan pendataan, dari kemarin hingga saat ini, itu yang terdampak sebanyak 47 KK, sementara ya. Jadi kita masih terus melakukan pendataan," kata dia, Sabtu (4/4/2026).

1. 22 bangunan alami kerusakan

Camat Mustika Jaya, Maka Nachrowi. (IDN Times/Imam Faishal)

Nachrowi mengatakan, peristiwa kebakaran itu juga mengakibatkan sebanyak 22 bangunan mengalami kerusakan. Rinciannya, 19 bangunan tempat tinggal dan tiga kios.

"Bangunannya yang sudah terdata baik yang kontrakan, tempat usaha (kios), rumah, itu semuanya 22," kata dia.

Sementara untuk korban, lanjut Nachrowi, pihaknya mendata sebanyak 22 orang mengalami luka bakar akibat peristiwa tersebut. Sebagian korban juga telah diperbolehkan kembali ke rumah dan menjalani rawat jalan.

"Saya belum secara pasti (yang masih dirawat di RS), karena sudah ada yang pulang. Tapi dari catatan yang ada totalnya 22, termasuk yang rawat jalan," kata dia.

2. Koordinasi dengan Disdukcapil

Suasana SPBE Bekasi pasca ledakan hingga kebakaran. (IDN Times/Imam Faishal)

Nachrowi mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi untuk menangani berkas kependudukan warga yang terdampak akibat peristiwa tersebut.

"Dukcapil akan turun, melakukan pelayanan jemput bola, di posko. Kalau gak Minggu mungkin Senin untuk data kependudukan," kata dia.

3. Kronologi kejadian

Suasana SPBE Bekasi pasca ledakan hingga kebakaran. (IDN Times/Imam Faishal)

Sebelumnya, Plt Kadisdamkarmat Kota Bekasi, Heryanto, mengatakan, peristiwa tersebut berawal dari adanya kebocoran gas di lingkungan SPBE. Informasi itu dia dapat dari pernyataan salah satu warga yang berada di sekitar lokasi.

Dia menduga api berasal dari korsleting listrik di sekitar SPBE yang mengakibatkan ledakan. Akibat ledakan dan kebakaran tersebut, lanjut Heryanto, SPBE mengalami kerusakan berat dan hampir rusak total.

"Karena warga bilang ada bau gas. Jadi pemicunya adalah salah satunya arus pendek yang menyebabkan ledakan gas. Itu berdasarkan informasi," kata Heryanto, Kamis (2/4/2026) dini hari.

Editorial Team