Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Korban Kebakaran SPBE Bekasi Bertambah Jadi 18 Orang

Korban Kebakaran SPBE Bekasi Bertambah Jadi 18 Orang
Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang berlokasi di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, meledak hingga akibatkan kebakaran, Rabu (1/4/2026) malam. (IDN Times/Imam Faishal)

Bekasi, IDN Times - Korban kebakaran disertai ledakan di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang berlokasi di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, pada Rabu (1/4/2026) malam, bertambah.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Kusumo Wahyu Bintoro, mengatakan hampir seluruh korban mengalami luka bakar dan masih mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

"Total korban sekarang menjadi 18 orang. Sebelumnya, kami mendata 17 orang, namun ada tambahan satu lagi yang ternyata sedang dirawat di RS Cipto Mangunkusumo dengan kondisi luka bakar di atas 60 persen," kata Kusumo, Jumat (3/4/2026).

1. Ada dua korban alami luka bakar hingga 90 persen

SPBE di Bekasi meledak hingga terjadi kebakaran
Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang berlokasi di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, meledak hingga akibatkan kebakaran, Rabu (1/4/2026) malam. (IDN Times/Imam Faishal)

Kusumo menyampaikan, terdapat dua orang yang mendapatkan luka bakar mencapai 90 persen. Meski begitu, beberapa korban telah kembali ke rumah untuk menjalani rawat jalan.

"Memang ada beberapa korban yang memerlukan perawatan intensif karena rata-rata mengalami luka bakar di atas 50 persen. Bahkan, ada dua korban yang kondisinya sangat berat dengan luka bakar mencapai lebih dari 90 persen," kata Kusumo.

Kusumo juga menyatakan, situasi di lokasi SPBE telah kembali kondusif. Meski begitu, pihaknya tetap mengerahkan tim psikolog untuk memulihkan warga dari trauma pasca peristiwa tersebut.

"Ini penting untuk membantu menghilangkan dampak psikologis atau ketakutan bagi masyarakat yang terdampak langsung oleh ledakan tersebut," ujar Kusumo.

2. Pertamina tanggung seluruh biaya pengobatan

IMG_20260402_171119.jpg
Suasana SPBE Bekasi pasca ledakan hingga kebakaran. (IDN Times/Imam Faishal)

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Regional JBB, Susanto August Satria, menyampaikan SPBE yang meledak merupakan milik swasta sekaligus mitra dari Pertamina Patra Niaga.

"Mohon maaf atas insiden yang terjadi pada malam ini. Fokus kami memang adalah tadi pada penanganan insiden dan memastikan tidak ada dampak yang meluas," katanya kepada jurnalis, Kamis (2/4/2026) dini hari.

Susanto juga memastikan, seluruh korban luka-luka akibat peristiwa ledakan tersebut akan sepenuhnya dibiayai oleh Pertamina.

"Yang pasti kepada warga yang terdampak, korban maksudnya, akan diberikan penanganan medis terbaik," ujar dia.

3. Kronologi kejadian

IMG_20260402_171234.jpg
Suasana SPBE Bekasi pasca ledakan hingga kebakaran. (IDN Times/Imam Faishal)

Plt Kadisdamkarmat Kota Bekasi, Heryanto menyampaikan, peristiwa tersebut berawal dari adanya kebocoran gas di lingkungan SPBE. Informasi itu dia dapat dari pernyataan salah satu warga yang berada di sekitar lokasi. Dia menduga api berasal dari korsleting listrik di sekitar SPBE yang mengakibatkan ledakan. Akibat ledakan dan kebakaran tersebut, lanjut Heryanto, SPBE mengalami kerusakan berat dan hampir rusak total.

"Karena warga bilang ada bau gas. Jadi pemicunya adalah salah satunya arus pendek yang menyebabkan ledakan gas. Itu berdasarkan informasi," kata Heryanto, Kamis (2/4/2026) dini hari.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in News

See More

PBB Sebut Lalu Lintas Selat Hormuz Mulai Meningkat, Meski Belum Normal

03 Apr 2026, 19:33 WIBNews