Ilustrasi banjir Ciledug Indah (IDN Times/Muhamad Iqbal)
Banjir di Kota Padang terjadi pada Sabtu, 10 Oktober 2026 sekitar pukul 12.52 WIB, akibat hujan deras, yang meningkatkan limpasan air dan debit sungai hingga melampaui kapasitas alur di sejumlah lokasi.
Sebanyak 245 jiwa terdampak di Kecamatan Kuranji, terutama di kawasan Guo dan Lapau Munggu. Sebanyak 60 rumah terendam di wilayah tersebut. Sementara itu, di Kecamatan Koto Tangah terdapat 208 jiwa terdampak, terdiri dari 75 jiwa di Lubuk Minturun dan 133 jiwa di Koto Panjang Ikua Koto. Adapun Kecamatan Nanggalo mencatat 45 jiwa terdampak.
Secara keseluruhan, hampir 500 warga terdampak dan lebih dari 120 rumah terendam di sejumlah kawasan Kota Padang. Di Kuranji, empat rumah dilaporkan rusak sedang dan satu rumah rusak berat. Akses jalan masyarakat di sekitar PDAM Guo juga terputus, sedangkan tanggul di aliran Sungai Lapau Munggu dilaporkan jebol.
Dalam penanganan darurat, sistem pemantauan tinggi muka air mendeteksi kenaikan debit sungai dan sirene peringatan banjir diaktifkan. Tim gabungan juga telah mengevakuasi 238 jiwa menggunakan perahu penyelamatan dan kendaraan operasional.
Berdasarkan keterangan Kepala BPBD Kota Padang yang dikutip media pada Minggu pagi, tidak dilaporkan adanya korban meninggal dunia.
Meski air berangsur surut sejak Sabtu sore hingga malam, potensi banjir susulan, longsor, dan pohon tumbang masih perlu diwaspadai apabila hujan lebat kembali terjadi.