Tangani Banjir Padang, Pemerintah Evakuasi Warga dan Salurkan Bantuan

- Banjir akibat hujan intensitas tinggi melanda tiga kecamatan di Padang, berdampak pada 225 kepala keluarga atau 498 jiwa; 672 warga mengungsi dan 238 jiwa telah dievakuasi.
- Tim gabungan BNPB, BPBD, TNI, Polri, Basarnas, pemerintah daerah, relawan, dan warga menangani evakuasi, pendataan, posko pengungsian, pelayanan kesehatan, serta pemantauan banjir.
- Pemerintah menyalurkan makanan, selimut, mi instan, perlengkapan keluarga, pakaian anak, dan kasur; Polri mengerahkan personel untuk pengamanan rumah, posko kesehatan, serta SAR.
Jakarta, IDN Times – Banjir melanda sejumlah wilayah di Kota Padang, Sumatra Barat, setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut pada Sabtu (10/10/2026).
Berdasarkan data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 225 kepala keluarga atau 498 jiwa terdampak banjir. Sementara itu, sebanyak 672 jiwa dilaporkan mengungsi di Kecamatan Kuranji. Tim SAR gabungan juga telah mengevakuasi 238 jiwa dari kawasan terdampak.
Untuk penanganan, tim gabungan yang terdiri dari BNPB, BPBD, Polri, TNI, Basarnas, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat, bergerak cepat mengevakuasi warga, mendirikan posko pengungsian, memberikan pelayanan kesehatan, hingga menyalurkan bantuan kebutuhan dasar.
1. Banjir rendam tiga kecamatan, ratusan warga dievakuasi

Banjir di Padang, Sumatra Barat (Dok. BNPB dan Polri) Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan banjir melanda tiga kecamatan di Kota Padang, yakni Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo. Banjir tersebut berdampak pada enam kelurahan, yaitu Kuranji, Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, Lubuk Minturun, Tabiang Banda Gadang, dan Gurun Laweh.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Sumatra Barat pada Minggu (11/10/2026) pukul 03.34 WIB, sejumlah permukiman masih tergenang. Pendataan dan evakuasi warga terus dilakukan mengikuti perkembangan situasi di lapangan.
Data sementara mencatat sekitar 225 kepala keluarga atau 498 jiwa terdampak banjir. Sementara itu, sebanyak 672 jiwa dilaporkan mengungsi di Kecamatan Kuranji.
"Angka tersebut masih dalam proses pendataan dan pemutakhiran oleh petugas," kata Berton dalam keterangannya, Minggu (11/10/2026).
Tim SAR gabungan telah mengevakuasi 238 jiwa dari kawasan terdampak. Proses evakuasi dan kaji cepat dilakukan BPBD Kota Padang bersama unsur terkait untuk menjangkau warga yang membutuhkan pertolongan sekaligus memastikan keselamatan mereka.
BNPB mencatat, para pengungsi tersebar di tiga lokasi. Sebanyak 367 jiwa berada di tenda pengungsian Lapau Munggu dan rumah warga, 250 jiwa menempati Mushalla Ar Ridwan Kampung Tangah, sedangkan 55 jiwa lainnya berada di Warung Jembatan Guo.
2. Pemerintah salurkan makanan hingga perlengkapan keluarga

Banjir Padang Selain melakukan evakuasi, pemerintah mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak banjir. Bantuan diberikan untuk membantu warga selama berada di pengungsian. Pemerintah telah menyalurkan 500 bungkus nasi, sedangkan BPBD Kota Padang mendistribusikan 100 selimut untuk membantu memenuhi kebutuhan pengungsi.
Dukungan logistik juga diberikan Dinas Sosial Kota Padang. Bantuan tersebut meliputi 23 dus mi instan, 30 paket makanan anak, 30 paket perlengkapan keluarga atau family kit, 16 paket pakaian anak, serta 30 unit atau lembar kasur.
"Bantuan tersebut disalurkan ke wilayah Koto Tangah dan Kuranji sesuai dengan kebutuhan dan tujuan distribusi masing-masing instansi," kata Berton.
Pelayanan juga memperhatikan kelompok rentan, terutama anak-anak dan lanjut usia. Selain dukungan logistik dan pelayanan kesehatan, bantuan pakaian disalurkan kepada anak-anak serta warga yang pakaiannya basah akibat terendam banjir.
Penyaluran bantuan dilakukan seiring dengan proses pendataan untuk memastikan kebutuhan warga terdampak dapat dipenuhi sesuai kondisi di lapangan.
3. Polri kerahkan ratusan personel dan siapkan posko kesehatan

Petugas medis memeriksa kesehatan warga yang terdampak bencana. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/wsj. Polri melalui Polda Sumatra Barat turut mengerahkan personel gabungan untuk mempercepat evakuasi dan memberikan perlindungan kepada masyarakat. Petugas diterjunkan ke sejumlah titik banjir, antara lain Perumahan Lumin Park, Kuranji, Goa, dan Sungai Lareh.
Ratusan personel dari Satuan Brimob, Direktorat Samapta, Direktorat Polisi Perairan dan Udara, Polresta Padang, serta unsur SAR dan Basarnas dilibatkan dalam penanganan tersebut. Mereka membantu evakuasi, mengamankan kawasan permukiman, dan memberikan pertolongan kepada warga yang membutuhkan bantuan.
Polri melaporkan seluruh warga di kawasan yang ditangani berhasil dievakuasi dengan selamat. Hingga laporan tersebut disampaikan, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Untuk menjaga keamanan setelah evakuasi, Polda Sumatra Barat juga menyiapkan posko pengungsian dan mengerahkan 250 personel untuk menjaga rumah-rumah warga yang ditinggalkan selama pemiliknya berada di pengungsian.
Selain itu, posko kesehatan dan Posko SAR didirikan di kawasan terdampak. Posko tersebut mendukung pelayanan medis, pertolongan pertama, serta koordinasi untuk mengantisipasi kebutuhan evakuasi lanjutan apabila kondisi banjir kembali memburuk.
Petugas mengimbau masyarakat agar tidak kembali menempati rumah yang masih berisiko terendam banjir dan tetap mengikuti arahan petugas di lapangan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan dan mencegah jatuhnya korban.
Pemerintah bersama BNPB, BPBD, Polri, TNI, Basarnas, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat masih melakukan penanganan terpadu, termasuk pemantauan kondisi banjir, pendataan warga terdampak, serta pemenuhan kebutuhan para pengungsi.























