Jakarta, IDN Times — Ruang kelas dengan lantai berlubang, atap bocor, dan plafon yang lapuk pernah menjadi bagian dari keseharian murid SD Negeri 173281 Lumban Julu, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara. Kondisi tersebut mengganggu kegiatan belajar mengajar, terutama saat hujan. Kini, melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, sekolah tersebut memiliki fasilitas yang lebih layak untuk mendukung pembelajaran yang aman dan nyaman.
Kepala SD Negeri 173281 Lumban Julu, Tamaria Purba, mengungkapkan bahwa sejak sekolah didirikan, belum pernah ada perbaikan sarana dan prasarana secara signifikan. Selain ruang kelas yang mengalami kerusakan, toilet sekolah juga kurang memadai dan tidak layak digunakan.
Pada tahun 2025, sekolah tersebut menerima bantuan revitalisasi sebesar Rp775.180.174. Bantuan itu digunakan untuk merehabilitasi dua ruang kelas dan toilet beserta sanitasinya, serta membangun ruang UKS dan perpustakaan.
Tamaria mengatakan, perbaikan tersebut membuat lingkungan sekolah menjadi lebih rapi dan kegiatan belajar mengajar berlangsung lebih kondusif. Guru dan murid pun merasa lebih nyaman dan bersemangat mengikuti pembelajaran.
"Orang tua murid pun merasa senang karena anak mereka tambah nyaman belajar, sehingga diharapkan prestasinya meningkat, baik akademik maupun nonakademik,” ungkap Tamaria, Jumat 16 Oktober 2026.
Perubahan itu turut dirasakan Arion Maruli Hurabarat, murid kelas IV SD Negeri 173281 Lumban Julu. Ia mengingat kondisi bangunan sekolah ketika masih duduk di kelas III, saat kaca jendela pecah, atap berlubang, dan lantai kelas rusak.
“ saat saya sudah masuk di kelas IV, ruangan kelas dan toiletnya sudah menjadi sangat bagus. Saya menjadi sangat semangat belajar. Terima kasih Pak Presiden dan Pak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah,” tutur Arion.
