Jakarta, IDN Times - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni terus memperkuat operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Hari ini, water bombing telah dilakukan 26 kali water bombing di wilayah Sungai Perlu dan Teluk Rengas, Tanjung Puting.
Atasi Karhutla Tanjung Puting, Menhut Intensifkan Water Bombing

Menteri Kehutanan Raja Antoni mengintensifkan pemadaman karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting, dengan 26 kali water bombing di Sungai Perlu dan Teluk Rengas.
Enam helikopter di Kalimantan Tengah terkendala jarak pandang di Bandara Tjilik Riwut; satu helikopter Sinar Mas beroperasi dari Kuala Pembuang, disusul armada TNI AU dan Kemenhut.
Tim gabungan TNTP, Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, dan relawan memaksimalkan pemadaman darat di Pesalat serta Teluk Pulai menggunakan air sungai dan sumur bor.
1. Pemadaman karhutla melalui udara terus diintensifkan di Tanjung Puting

Kementerian Kehutanan terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui operasi darat dan udara menyusul peningkatan jumlah titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi pada pemantauan terbaru. Perhatian terutama diarahkan ke Kalimantan Tengah yang mencatat jumlah hotspot tertinggi di antara enam provinsi prioritas. (Dok. Kemenhut) Menhut Raja Antoni menyebut pada hari kemarin (17/10) operasi water bombing di Tanjung Puting dilakukan sebanyak 16 kali. Hari ini, operasi water bombing ditingkatkan menjadi 26 kali dan masih dilanjutkan pada siang hari.
“Water Bombing (WB) di Tanjung Puting, kemarin 16 WB, hari ini sementara 26 WB,” ujar Menhut Raja Antoni. Update penanganan karhutla ini juga diunggah Menhut Raja Antoni di akun Instagram pribadinya @rajaantoni, Minggu (18/10/2026).
2. Keterbatasan jarak pandang hambat operasi helikopter water bombing

Jumlah titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence secara nasional menunjukkan penurunan pada pemantauan terbaru. Meski demikian, Kementerian Kehutanan tetap mempertahankan kesiapsiagaan serta operasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama pada wilayah yang masih menunjukkan konsentrasi hotspot tinggi. (Dok. Kemenhut) Menhut Raja Antoni juga menjelaskan, terdapat enam helikopter water bombing yang berada di Kalimantan Tengah. Namun, helikopter tersebut belum dapat beroperasi karena jarak pandang yang terbatas di Bandara Tjilik Riwut.
Kondisi berbeda terdapat di Kuala Pembuang, Seruyan. Bandara tersebut memiliki jarak pandang yang lebih baik sehingga setelah dilakukan koordinasi, satu helikopter water bombing milik swasta Sinar Mas dapat beroperasi dari wilayah tersebut. Selain itu, kekuatan operasi udara kembali bertambah dengan tibanya helikopter water bombing milik TNI AU dan helikopter Kementerian Kehutanan di Kuala Pembuang dari Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin.
“Segala daya upaya terus diikhtiarkan termasuk mempertebal pasukan darat,” ujar Menhut Raja Antoni.
3. Tim gabungan intensifkan pemadaman darat di Pesalat dan Teluk Pulai

Proses water bombing oleh tim satgas Udara Karhutla Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal) Sementara itu, Direktur Konservasi Kawasan Sapto Aji Prabowo mengatakan pemadaman wilayah Pesalat dan Teluk Pulai dimaksimalkan melalui jalur darat. Dengan perlengkapan pompa suplai, pompa apung, pompa jinjing, mini strike dan selang dalam jumlah yang memadai.
“Resor Pesalat dan Teluk Pulai , tim darat gabungan (TNTP, Manggala Agni, BKO Kemenhut, TNI, Polri, BPBD dan Relawan) terus memaksimalkan upaya pemadaman bersumber dari air sungai dan sumur bor,” ujar Sapto. (WEB)






















