Jakarta, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat kapasitas kesiapsiagaan kebencanaan di lingkungan pendidikan, sebagai langkah krusial dalam menekan risiko dampak bencana geologi, seperti gempa bumi, megathrust, dan letusan gunung api.
BNPB mencatat dalam tiga tahun terakhir, setidaknya 15 hingga 20 kali kejadian bencana setiap hari, yang membutuhkan dukungan penanganan langsung dari pemerintah pusat, daerah dan lintas sektor lembaga lainnya. Apabila diakumulasikan secara keseluruhan bersama penanganan mandiri oleh pemerintah daerah, total kejadian bencana di Indonesia mencapai 5.000 hingga 6.000 kejadian dalam setahun.
Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Abdul Muhari, saat memberikan sambutan sekaligus membuka Sharing Season bertajuk "Implementasi SPAB dan Aksi Merespon Peringatan Dini (AMPD) Menghadapi Ancaman Gempa, Megathrust & Letusan Gunung Api di Banten" yang digelar Lembaga Resiliensi Bencana (LRB)/Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PP Muhammadiyah di Kota Serang, Banten, Selasa (13/10/2026).
