Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
679 Jiwa Terdampak Kebakaran Kemayoran, Pemprov DKI Dirikan Posko
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, meninjau langsung lokasi pengungsian korban kebakaran di Gempol, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026). (dok. IDN Times/Zahira Hilman)
  • Kebakaran di RT 16 Gempol, Kebon Kosong, Kemayoran berdampak pada 304 bangunan dan menyebabkan 679 jiwa dari 354 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal.
  • Pemprov DKI Jakarta mendirikan posko pengungsian di Lapangan Jusuf Hamka dengan tenda, dapur umum, layanan kesehatan, serta dukungan psikologis bagi anak-anak.
  • BPBD DKI menyalurkan bantuan pangan dan nonpangan seperti makanan siap saji, air mineral, selimut, kasur, hingga hygiene kit sambil memastikan fasilitas listrik dan toilet tersedia di lokasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada kebakaran besar di Kemayoran dan banyak rumah hangus. Banyak orang harus pergi dari rumahnya, ada bapak, ibu, kakek, nenek, juga anak kecil. Pemerintah bikin tenda di lapangan buat tempat tidur dan makan mereka. Ada makanan, selimut, kasur, air minum juga. Sekarang petugas masih cari tahu kenapa apinya bisa muncul.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di tengah musibah kebakaran yang menimpa ratusan keluarga di Kemayoran, respons cepat Pemprov DKI Jakarta menunjukkan kepedulian dan kesiapsiagaan yang kuat. Pendirian posko lengkap dengan layanan kesehatan, dapur umum, serta dukungan psikologis bagi anak-anak mencerminkan perhatian menyeluruh terhadap kebutuhan warga, sementara koordinasi lintas dinas memastikan kenyamanan dan keamanan pengungsi tetap terjaga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus melakukan penanganan terhadap warga terdampak kebakaran permukiman di RT 16 Gempol, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat. 

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyebut berdasarkan data sementara kebakaran tersebut berdampak pada sekitar 304 bangunan dan menyebabkan 354 kepala keluarga dengan total 679 jiwa terdampak. 

“Berdasarkan rekapitulasi sementara, kebakaran berdampak pada hampir 304 bangunan, 354 kepala keluarga dengan total 679 jiwa terdampak,” ujar Rano di Posko Pengungsian Lapangan Jusuf Hamka, Selasa (2/6/2026). 

Dari total warga terdampak, terdiri dari 326 laki-laki dan 353 perempuan. Selain itu terdapat 35 lansia, 90 balita, 53 anak usia SD, enam anak usia SMP, 22 remaja usia SMK, hingga ratusan warga dewasa termasuk ibu hamil. 

Untuk penanganan sementara Pemprov DKI Jakarta telah mendirikan 10 tenda pengungsian di kawasan Lapangan Jusuf Hamka dan akan kembali menambah empat tenda lagi untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak. 

“Kita seperti teman-teman lihat, sudah menyiapkan posko di lapangan Jusuf Hamka ini, lengkap dengan pengungsi, ada posko kesehatan, ada dapur umum, kemudian ada posko dukungan psikologi untuk anak-anak,” kata dia. 

Selain tenda pengungsian, bantuan logistik juga mulai disalurkan oleh pemerintah berupa makanan siap saji, matras, selimut, bantal, kasur, hingga bantuan sandang dan pangan natura bagi warga terdampak. 

Sementara itu, Sekretaris Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, mengatakan pihaknya juga telah menyalurkan bantuan pangan dan nonpangan untuk para pengungsi. 

“Selain tenda, kami juga sudah berikan bantuan baik bantuan pangan makanan berupa makanan siap saji dan juga makanan yang akan disiapkan oleh Dinas Sosial bagi para pengungsi, termasuk juga air mineral kurang lebih 200 dus air mineral, namun nanti akan terus bertambah untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat dan juga biskuit,” ujar Marulitua di Lapangan Jusuf Hamka, Selasa (2/6/2026). 

Marulitua menambahkan, bantuan nonpangan yang telah disalurkan meliputi family kit, hygiene kit, kids wear, selimut, kasur, dan bantal bagi warga terdampak. 

BPBD DKI Jakarta juga berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk penyediaan mobil toilet, serta bersama PLN, Dinas Bina Marga, dan dinas terkait lainnya guna memastikan penerangan listrik tetap tersedia di area pengungsian pada malam hari. 

Adapun penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Namun, dugaan sementara api berasal dari korsleting listrik di salah satu rumah warga RW 04.

Editorial Team

Related Article