Rano Jamin Satpam Viral Penegur Alphard di Bundaran HI Tak Dipecat

Jakarta, IDN Times - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menjamin security yang viral gara-gara menegur sopir Alphard karena menerobos lampu merah di Bundaran HI tidak dipecat.
Rano mengatakan, permasalahan security dengan sopir dan beberapa diduga aparat di dalam mobil Alphard sudah selesai.
"Oh sudah sudah, sudah dijawab, sudah selesai permasalahannya itu. Iya artinya mudah-mudahan bisa ditemukan apa miskomunikasinya ada di mana ya, dan enggak (dipecat). Saya jamin tidak," ucap Rano di Sarinah, Jakarta, Kamis (23/6/2026).
1. Alphard terobos lampu merah

Diketahui sebuah video memperlihatkan Toyota Alphard menerobos lampu merah di penyeberangan jalan kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Rabu (22/7/2026).
Mobil tersebut menancap gas saat kendaraan lain telah berhenti dan memberi jalan untuk pejalan kaki mulai menyeberang dari kedua arah.
2. Satpam bantu menyeberangkan pejalan kaki

Sisi lain, satpam tersebut membantu menyeberangkan pejalan kaki namun sebuah mobil Alphard menerobos. Satpam pun kemudian menegur tapi diduga tidak diterima si sopir, dan beberapa orang berbaju batik turun dan menghampiri satpam kemudian digiring ke pos polisi.
Dalam video klarifikasi, sang satpam mengatakan dirinya diancam akan dilaporkan ke vendor tempatnya bekerja agar dipecat.
2. Satpam diintimidasi dan diancam dipecat

Dalam video klarifikasi yang diunggah di media sosial, petugas keamanan itu mengaku sempat mendapat intimidasi. Ia mengatakan, tiga orang yang menghampirinya mengaku sebagai aparat dan mengancam akan mendatangi vendor tempatnya bekerja agar dirinya dipecat.
"Tiga orang arogan bilang ini semua bilang itu semua saya juga aparat, emang kamu doang aparat, sampai dia ngambil KTA-nya tunjukin ke saya, saya juga aparat. Setelah kepala pospol datang kami duduk di dalam dan menceritakan kronologinya, dan kepala pospol menyampaikan ke sana, kamu salah, kamu tidak ada hak untuk memukul kaca mobil."
Ia kemudian menceritakan bahwa setelah pertemuan di pos polisi, ketiga orang tersebut tetap menanyakan identitas vendor tempatnya bekerja.
"Nah setelah pospolnya bilang tersebut, orang tersebut dan tiga orang lain menanyakan vendor dan akan ke vendor saya segera untuk saya dikeluarkan atau dipecat."


















