Foke di Acara Forkabi: Orang Betawi Bukan Cuma Jago Ngaji dan Jaga Parkir!

Jakarta, IDN Times – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan tawuran, kekerasan, dan aksi premanisme tidak berkaitan dengan organisasi masyarakat (ormas) Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi).
Meski demikian, Pramono berharap Forkabi ikut berperan dalam membina generasi muda agar tidak terlibat dalam tindakan tersebut.
"Yang pertama mengenai masih adanya tawuran, kekerasan, premanisme, sebenarnya tidak ada hubungannya sama Forkabi. Tetapi karena Forkabi ini adalah ormas, dan ormas besar yang anggotanya banyak anak-anak muda, saya yakin Forkabi tentunya juga punya konsen terhadap itu," kata Pramono.
Table of Content
1. Foke ungkap Betawi masih lekat dengan stigma negatif

Sementara itu, Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi (MKB), Fauzi Bowo, mengatakan masyarakat Betawi selama ini masih kerap dilekatkan dengan stigma negatif yang sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini.
"Saya kira ini stigma lama sejak zaman Si Pitung. Sekarang Betawi berubah dari kampung, village kecil, jadi kota global 50 terbesar. Begitu juga masyarakatnya, termasuk kaum Betawinya," ujar Foke, sapaan akrabnya.
2. Masyarakat Betawi juga pernah jadi gubernur

Gubernur DKI Jakarta periode 2007–2012, menegaskan masyarakat Betawi tidak hanya dikenal sebagai sosok yang pandai mengaji, bela diri, atau bekerja sebagai juru parkir. Menurutnya, banyak putra-putri Betawi yang mampu menjadi pemimpin, termasuk memimpin Jakarta.
"Pernah juga ada yang jadi gubernur kan? Jangan dilupain. Jadi bukan sekadar masyarakat Betawi yang biasa, yang kerjanya cuma ngaji, main pukulan, dan termasuk juga yang jaga parkir. Tapi juga ada yang pernah jadi pimpinan," ucapnya.
3. Stigma negatif terhadap masyarakat Betawi dapat dihapus secara bertahap

Foke berharap stigma negatif terhadap masyarakat Betawi dapat dihapus secara bertahap. Ia juga meminta Forkabi mengambil peran sebagai kontributor utama dalam membangun Jakarta menjadi kota global yang membanggakan seluruh warganya.
"Saya kira stigma itu secara bertahap kita tekadkan untuk diubah. Kita akan menjadi kontributor utama untuk membangun kampung kita ini menjadi kota global yang membanggakan buat semua warganya. Ini juga menjadi pekerjaan rumah Pak Goni dan kawan-kawan di Forkabi," katanya.

















