Jakarta, IDN Times - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA kembali merilis temuannya terkait alasan Pilkada 2020 harus tetap berlangsung pada 9 Desember. Peneliti LSI Denny JA, Ikrama Masloman mengatakan, ada tiga target yang bisa dicapai dengan tidak menunda Pilkada, namun dengan menyesuaikan kegiatannya.
Target itu tak hanya untuk memenuhi hak konstitusional warga memilih Kepala Daerah. Pilkada di 270 wilayah menurutnya ikut menggerakkan ekonomi masyarakat yang sangat menurun.
“Dua target ini dilakukan dengan mengatur kegiatan Pilkada yang dapat menekan semaksimal mungkin laju penularan COVID-19,” kata Ikrama lewat keterangan tertulisnya, Kamis (24/9/2020).
Lalu apa saja alasan Pilkada untuk tetap berlangsung di 9 Desember 2020?
