Dokter Internship Meninggal di Lampung, Kemenkes dan FKUI Berduka

- Dokter muda Muhammad Zulfikar Drakel, peserta Program Internship Dokter Indonesia Kemenkes, meninggal dunia saat bertugas di RSUD Sukadana, Lampung Timur.
- Kemenkes dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menyampaikan duka cita mendalam serta mengenang dedikasi Zulfikar dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
- Dekan FKUI menekankan pentingnya lingkungan kerja yang aman dan manusiawi bagi dokter muda serta perlunya pendampingan dan komunikasi terbuka dalam program internship.
Jakarta, IDN Times - Dokter muda yang mengikuti Program Internship Dokter Indonesia (PIDI) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Muhammad Zulfikar Drakel meninggal dunia pada Selasa (21/7/2026). Kabar duka tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi Kemenkes.
"Selamat jalan, dr. Zulfikar. Pengabdian dan dedikasimu dalam melayani masyarakat akan selalu dikenang serta menjadi teladan bagi dunia kesehatan Indonesia," tulis Kemenkes dalam narasi dalam foto yang diunggah.
1. Bertugas di Lampung Timur
Zulfikar sendiri merupakan peserta PIDI Kemenkes yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sukadana, Lampung Timur. Kemenkes menyampaikan ucapan terima kasih atas pengabdian yang sudah dijalankan Zulfikar.
"Ada pengabdian yang mungkin berakhir, tetapi ketulusan akan selalu dikenang. Dengan penuh rasa duka, Kementerian Kesehatan menyampaikan turut berduka cita atas berpulangnya dr. Muhammad Zulfikar Drakel, M.Res. Terima kasih telah mengabdikan ilmu dan hati untuk melayani sesama. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta keikhlasan," bunyi caption yang diunggah Kemenkes.
"Selamat jalan, Dokter. Jejak pengabdianmu akan selalu hidup dalam setiap harapan untuk Indonesia yang lebih sehat," sambungnya.
2. Dekan FKUI sampaikan duka cita
Dekan Fakultas Kedokteran UI, Anna Rozaliyana juga menyampaikan duka cita atas meninggalnya Zulfikar yang merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Angkatan 2018.
"Pernyataan Duka Cita Dekan FKUI. Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Atas nama keluarga besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya dr. M. Zulfikar Drakel, M.Res., alumni FKUI angkatan 2018, yang tengah menjalani program internship. Kami mendoakan semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala khilafnya, dan memberikan kekuatan, keikhlasan, serta ketabahan kepada keluarga, sahabat, dan rekan sejawat yang ditinggalkan," ujar Anna dalam caption pada postingan yang juga dibagikan oleh akun resmi FKUI.
3. Kepergian seorang dokter muda adalah kehilangan yang sangat berarti
Anna mengatakan, kepergian seorang dokter muda adalah kehilangan yang sangat berarti. Wafatnya Zulfikar mengingatkan bahwa di balik tugas, tanggung jawab, dan tuntutan pelayanan, setiap dokter tetaplah manusia yang memiliki batas, membutuhkan dukungan, dan berhak berada dalam lingkungan kerja yang aman, sehat, serta bermartabat.
"Program internship berada di luar tata kelola langsung universitas. Namun, sebagai almamater dan bagian dari ekosistem pendidikan kedokteran, kami memiliki tanggung jawab moral untuk terus mengingatkan pentingnya komunikasi yang terbuka, pendampingan yang nyata, pembagian beban kerja yang wajar, serta budaya kerja yang saling menghormati dan saling menjaga," tutur Anna.
Ia menekankan, tidak seharusnya kelelahan, tekanan, atau rasa sendiri dipandang sebagai hal biasa dalam perjalanan menjadi dokter. Ketangguhan profesional tidak dibangun dengan mengabaikan kemanusiaan, melainkan dengan sistem yang mampu mendengar, melindungi, dan hadir ketika seseorang membutuhkan pertolongan.
"Kami menghormati seluruh proses yang sedang berjalan dan mengajak semua pihak untuk menahan diri dari spekulasi maupun penilaian yang belum memiliki dasar yang jelas. Pada saat yang sama, setiap suara, pengalaman, dan keluhan dari dokter muda perlu diterima sebagai bahan refleksi dan perbaikan bersama. Semoga kepergian almarhum menjadi pengingat bagi kita semua: tidak ada pelayanan yang bermutu tanpa tenaga kesehatan yang dijaga, dan tidak ada pendidikan kedokteran yang unggul tanpa nilai kemanusiaan. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT," imbuh Anna.















