Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
77.436 Ekor Hewan Kurban Disembelih di Jakarta, DLH Ingatkan Ecoqurban
Yus memberi pakan rabahan rumput kepada sapi-sapi kurban. (IDN Times/bt)
  • DLH DKI Jakarta mengajak masyarakat menerapkan konsep EcoQurban agar pelaksanaan kurban lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan sesuai Pergub Nomor 30 Tahun 2025.
  • Tahun ini diperkirakan 77.436 hewan kurban disembelih di Jakarta, berpotensi menghasilkan limbah besar sehingga pengelolaan air dan sisa organ perlu diperhatikan.
  • Masyarakat diimbau menampung darah hewan dengan wadah kedap air, mengolah limbah organik secara aman, serta mengurangi plastik sekali pakai saat distribusi daging.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Tahun 2025

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan Peraturan Gubernur Nomor 30 Tahun 2025 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pemotongan Hewan Kurban.

26 Mei 2026

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi, mengimbau masyarakat menerapkan prinsip ecoqurban pada Idul Adha 1446 Hijriah dan memperkirakan sekitar 77.436 ekor hewan kurban akan disembelih di Jakarta.

Idul Adha 1446 Hijriah

DLH DKI Jakarta menekankan pentingnya pengelolaan limbah kurban agar tidak mencemari lingkungan serta mendorong penggunaan wadah ramah lingkungan dalam pembagian daging kurban.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengimbau penerapan prinsip ecoqurban dalam pelaksanaan penyembelihan sekitar 77.436 ekor hewan kurban agar kegiatan Idul Adha berlangsung bersih, sehat, dan ramah lingkungan.
  • Who?
    Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi, bersama jajaran DLH serta masyarakat dan panitia penyelenggara kurban di wilayah Jakarta.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di berbagai lokasi pemotongan hewan kurban dan rumah pemotongan hewan (RPH) di wilayah Provinsi DKI Jakarta.
  • When?
    Imbauan disampaikan pada Selasa, 26 Mei 2026, menjelang pelaksanaan Idul Adha 1446 Hijriah yang akan segera berlangsung di Jakarta.
  • Why?
    Penerapan ecoqurban bertujuan menekan timbulan limbah dan pencemaran lingkungan akibat darah, sisa organ hewan, serta penggunaan air berlebih selama proses penyembelihan dan pembersihan.
  • How?
    Masyarakat diminta menampung darah dengan wadah kedap air, memberi desinfektan seperti kapur atau klorin, menimbun sisa organik di tanah, serta menggunakan wadah ramah lingkungan untuk distribusi daging kurban.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak banget, ada tujuh puluh tujuh ribu lebih hewan kurban mau disembelih di Jakarta pas Idul Adha. Pak Dudi dari Dinas Lingkungan bilang orang-orang harus jaga kebersihan dan jangan buang darah atau sisa hewan sembarangan. Air bekas cuci juga jangan kotorin selokan. Sekarang semua diajak pakai wadah ramah lingkungan biar Jakarta tetap bersih.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Inisiatif ecoqurban yang digalakkan DLH DKI Jakarta menunjukkan langkah maju dalam menggabungkan nilai keagamaan dengan kepedulian lingkungan. Dengan panduan pengelolaan limbah, penggunaan air secara bijak, serta dorongan untuk memakai wadah ramah lingkungan, pelaksanaan kurban di Jakarta berpotensi menjadi lebih bersih, efisien, dan mencerminkan tanggung jawab sosial yang berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengajak masyarakat dan seluruh penyelenggara kurban menerapkan prinsip ecoqurban pada Idul Adha 1446 Hijriah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi, mengatakan, melalui gerakan ini, pelaksanaan kurban diharapkan berlangsung lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan, sekaligus menekan timbulan limbah dan pencemaran di Jakarta.

"Ecoqurban merupakan praktik penyelenggaraan pemotongan hewan kurban yang memperhatikan kebersihan lingkungan sejak proses penyembelihan hingga distribusi daging kepada masyarakat," ujar dia dalam keterangan tertulis, Selasa (26/5/2026).

1. Sekitar 77.436 ekor hewan kurban diperkirakan akan disembelih di Jakarta

DLH Ajak Warga Terapkan EcoQurban, Iduladha. (Dok. DLH DKI)

Ecoqurban ini selaras dengan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 30 Tahun 2025 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pemotongan Hewan Kurban, tidak hanya dalam proses pelaksanaannya, tetapi hingga tahap distribusi daging kurban.

"Sekitar 77.436 ekor hewan kurban diperkirakan akan disembelih di Jakarta tahun ini. Jumlah tersebut berpotensi menghasilkan limbah dalam jumlah besar, mulai dari darah hewan, sisa organ dan bagian tubuh yang tidak dimanfaatkan, hingga penggunaan air yang tinggi selama proses penyembelihan dan pembersihan," kata dia.

2. Pentingnya pengelolaan limbah

DLH Ajak Warga Terapkan EcoQurban, Iduladha. (Dok. DLH DKI)

Menurut Dudi, setiap ekor hewan kurban membutuhkan sekitar 500 hingga 1.000 liter air untuk proses pembersihan. Selain itu, produksi daging juga memiliki jejak penggunaan air yang tinggi atau water footprint, yakni sekitar 15 meter kubik air untuk menghasilkan 1 kilogram daging sapi.

Oleh karena itu, DLH menekankan pentingnya pengelolaan limbah kurban secara benar agar tidak menimbulkan pencemaran maupun penumpukan sampah selama Idul Adha berlangsung.

3. Masyarakat diimbau tidak membiarkan darah maupun air bekas pencucian berceceran

DLH Ajak Warga Terapkan EcoQurban, Iduladha. (Dok. DLH DKI)

Dia mengatakan, sesuai Pasal 8 Ayat 3 Pergub Nomor 30 Tahun 2025, DLH juga bertanggung jawab melakukan pengawasan pengelolaan sampah dan limbah di lokasi penjualan hewan kurban maupun rumah pemotongan hewan (RPH) di Jakarta.

Untuk limbah cair, masyarakat diimbau tidak membiarkan darah maupun air bekas pencucian berceceran di lingkungan sekitar. Darah hewan dapat ditampung menggunakan wadah kedap air, lalu diberi desinfektan seperti kapur atau klorin agar aman terhadap lingkungan.

“Air bekas pencucian juga perlu dipastikan tidak lagi mengandung darah agar tidak mencemari saluran air dan masih dapat dimanfaatkan, misalnya untuk menyiram tanaman,” kata dia.

4. Sisa organ yang tidak dimanfaatkan ditimbun

DLH Ajak Warga Terapkan EcoQurban, Iduladha. (Dok. DLH DKI)

Sementara itu, sisa organ maupun bagian tubuh hewan yang tidak dimanfaatkan diminta untuk tidak dibuang sembarangan. Jika tersedia lahan, limbah organik dapat ditimbun di tanah dengan tambahan disinfektan. Pengolahan menggunakan maggot black soldier fly (BSF) juga dapat menjadi alternatif untuk mengurangi sampah organik.

DLH juga mengimbau masyarakat mengurangi food waste selama pelaksanaan kurban dengan memasak sesuai kebutuhan dan menerapkan konsep prasmanan agar makanan tidak terbuang sia-sia.

Selain pengelolaan limbah, DLH turut mendorong pengurangan penggunaan plastik sekali pakai saat pembagian daging kurban. Masyarakat dianjurkan menggunakan wadah ramah lingkungan seperti besek bambu, daun pisang, daun jati, maupun wadah guna ulang lainnya.

“Melalui penerapan ecoqurban ini, kami berharap pelaksanaan ibadah kurban tidak hanya membawa manfaat sosial dan keagamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta mengurangi timbulan sampah di Jakarta,” kata Dudi.

Editorial Team

Related Article