Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Korut Kembali Lepaskan Rudal ke Laut Kuning, Korsel Siap Siaga

Korut Kembali Lepaskan Rudal ke Laut Kuning, Korsel Siap Siaga
ilustrasi peluncuran rudal (pexels.com/SpaceX)
Intinya Sih
  • Korea Utara menembakkan sejumlah rudal balistik jarak pendek dari Chongju ke Laut Kuning, memicu kesiagaan tinggi militer Korea Selatan dan Amerika Serikat.
  • Presiden Korsel Lee Jae Myung menyerukan penguatan pertahanan nasional melalui pengembangan AI, drone tempur, dan rencana kapal selam nuklir untuk menghadapi ancaman Pyongyang.
  • Laporan diplomatik menyebut Presiden China Xi Jinping kemungkinan akan berkunjung ke Pyongyang, menandai potensi langkah strategis baru di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times – Korea Utara (Korut) kembali memanaskan tensi kawasan setelah menembakkan sejumlah proyektil dari Chongju, wilayah barat negara itu, ke arah Laut Kuning pada Selasa (26/5/2026). Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (Korsel) menyebut peluncuran terdeteksi sekitar pukul 13.00 waktu setempat, dengan beberapa rudal balistik jarak pendek dilaporkan melesat sejauh sekitar 80 kilometer sebelum jatuh di perairan antara Semenanjung Korea dan China.

Mengutip CBS News, peluncuran tersebut tak hanya melibatkan rudal balistik, tetapi juga beberapa jenis proyektil lain yang tak dirinci lebih jauh. Merespons situasi itu, militer Korsel memperkuat pengawasan bersama Amerika Serikat (AS) dan menegaskan kesiapan penuh menghadapi berbagai bentuk provokasi dari Pyongyang.

1. Pyongyang mengakhiri masa tenang militer

Kim Jong Un dan Menteri Pertahanan Rusia berpartisipasi dalam serangkaian upacara resmi untuk merayakan peringatan 70 tahun Hari Kemenangan dalam Perang Pembebasan Tanah Air Besar. (Mil.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
Kim Jong Un dan Menteri Pertahanan Rusia berpartisipasi dalam serangkaian upacara resmi untuk merayakan peringatan 70 tahun Hari Kemenangan dalam Perang Pembebasan Tanah Air Besar. (Mil.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Dilansir CNA, langkah terbaru Korut ini sekaligus menandai berakhirnya masa tanpa uji coba senjata selama 37 hari dan menjadi peluncuran kedelapan sepanjang 2026. Berdasarkan laporan media pemerintah Korut pada April, Pyongyang sebelumnya juga melakukan pengujian senjata yang mereka klaim bertujuan memverifikasi kemampuan serta karakteristik hulu ledak bom cluster.

Rangkaian uji coba yang terus berulang dalam beberapa pekan terakhir ikut memicu perhatian para analis internasional. Sejumlah pakar menilai Korut tengah memanfaatkan situasi geopolitik global untuk memperkuat posisi tawar nuklirnya, sementara Pyongyang tetap menolak upaya Korsel memperbaiki hubungan diplomatik dan terus menyebut Seoul sebagai musuh paling “bermusuhan”.

2. Lee mendorong penguatan militer Korsel

Upacara pelantikan Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, digelar 4 Juni 2025. (Republic of Korea from Seoul, Republic of Korea, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons)
Upacara pelantikan Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, digelar 4 Juni 2025. (Republic of Korea from Seoul, Republic of Korea, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons)

Presiden Korsel Lee Jae Myung merespons peningkatan ancaman tersebut dengan menyerukan penguatan besar-besaran pada kemampuan pertahanan negaranya dalam rapat kabinet. Ia menyoroti pentingnya pengembangan kecerdasan buatan (AI), peningkatan teknologi drone tempur, hingga rencana akuisisi kapal selam bertenaga nuklir.

Lee juga menekankan bahwa penguatan militer menjadi bagian penting dari keamanan nasional Korsel. Dalam pernyataannya, ia menyebut penting bagi negaranya menunjukkan “tekad untuk bertanggung jawab dan melindungi keamanan kita sendiri”, yang menurutnya dapat memperkuat aliansi strategis dengan AS.

3. Xi Jinping dikabarkan bersiap ke Pyongyang

Sekretaris Jenderal Partai Komunis China, Xi Jinping (Press Service of the President of the Russian Federation / Roman Kubanskiy, This file comes from the website of the President of the Russian Federation and is licensed under the Creative Commons Attribution 4.0 License, via Wikimedia Commons)
Sekretaris Jenderal Partai Komunis China, Xi Jinping (Press Service of the President of the Russian Federation / Roman Kubanskiy, This file comes from the website of the President of the Russian Federation and is licensed under the Creative Commons Attribution 4.0 License, via Wikimedia Commons)

Di tengah situasi yang kembali memanas di Semenanjung Korea, laporan diplomatik baru muncul dari kawasan Asia Timur. Kantor berita Yonhap pekan lalu melaporkan, dengan mengutip sumber pemerintah yang tak disebutkan identitasnya, bahwa Presiden China Xi Jinping kemungkinan akan melakukan kunjungan resmi ke Korut dalam waktu dekat.

China selama ini tetap menjadi sekutu politik sekaligus pelindung ekonomi utama bagi Korut. Posisi Beijing dinilai masih penting meski Pyongyang belakangan mempererat hubungan bilateral dengan Rusia, sementara hingga kini baik China maupun Korut belum memberikan konfirmasi resmi terkait kabar kunjungan Xi tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More