Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
93 Sekolah Rakyat Permanen Ditargetkan Rampung Juni 2026
Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, meninjau pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Kota Surabaya, pada Minggu (3/5/2026).
  • Pemerintah menargetkan pembangunan 93 Sekolah Rakyat permanen tahap II selesai pada Juni 2026 dan siap digunakan mulai tahun ajaran baru Juli mendatang.
  • Gus Ipul menekankan pentingnya kesiapan pengelola menghadapi tantangan berbeda di Sekolah Rakyat permanen yang dibangun di lahan 7–10 hektare dengan kapasitas lebih dari 1.000 siswa.
  • Beberapa daerah seperti Takalar, Tual, Bireuen, dan Natuna melaporkan progres positif pembangunan serta antusiasme tinggi masyarakat terhadap kehadiran Sekolah Rakyat permanen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
31 Mei 2026

Gus Ipul memimpin rapat koordinasi dengan kepala sekolah dan tenaga kependidikan Sekolah Rakyat seluruh Indonesia. Ia meminta pengelola bersiap menghadapi operasional Sekolah Rakyat permanen dan melaporkan progres pembangunan di berbagai daerah.

Juni 2026

Pembangunan 93 titik Sekolah Rakyat permanen tahap II ditargetkan rampung pada bulan ini sesuai pernyataan Mensos Saifullah Yusuf.

Juli mendatang

Sekolah Rakyat permanen dijadwalkan mulai digunakan untuk kegiatan pembelajaran pada tahun ajaran baru.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah melalui Kementerian Sosial menargetkan pembangunan 93 Sekolah Rakyat permanen tahap II selesai pada Juni 2026 untuk digunakan mulai tahun ajaran baru Juli mendatang.
  • Who?
    Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama kepala sekolah dan tenaga kependidikan Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia terlibat dalam rapat koordinasi terkait persiapan operasional sekolah permanen.
  • Where?
    Pembangunan dilakukan di berbagai daerah, termasuk Takalar, Tual, Bireuen, dan Natuna, dengan kompleks sekolah berdiri di lahan seluas 7 hingga 10 hektare.
  • When?
    Rapat koordinasi berlangsung pada Minggu, 31 Mei 2026, sementara target penyelesaian pembangunan ditetapkan pada Juni 2026 dan operasional dimulai Juli mendatang.
  • Why?
    Pembangunan dilakukan untuk menyediakan fasilitas pendidikan permanen yang lebih lengkap serta meningkatkan kualitas pengelolaan dan pembentukan karakter siswa dibandingkan Sekolah Rakyat sementara.
  • How?
    Pembangunan dilaksanakan secara bertahap dengan dukungan pemerintah daerah dan pengelola sekolah; setiap wilayah melaporkan progresnya kepada Kementerian Sosial dalam rapat koordinasi nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Menteri namanya Gus Ipul mau bikin 93 Sekolah Rakyat yang besar dan tetap. Katanya nanti semua sekolah itu selesai bulan Juni tahun 2026. Sekarang guru-guru dan kepala sekolah lagi siap-siap biar bisa dipakai pas tahun ajaran baru bulan Juli. Di banyak daerah, bangunannya sudah mulai jadi dan orang-orang senang sekali.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pembangunan 93 Sekolah Rakyat permanen menunjukkan langkah nyata menuju peningkatan mutu pendidikan yang lebih terstruktur. Dengan lahan luas dan kapasitas besar, proyek ini mencerminkan keseriusan pemerintah menyiapkan lingkungan belajar yang layak. Antusiasme masyarakat serta dorongan untuk membangun budaya disiplin dan pelayanan terbaik memperlihatkan semangat kolektif menuju kemajuan pendidikan nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul, mengatakan, pembangunan 93 titik Sekolah Rakyat permanen tahap II ditargetkan selesai pada Juni 2026. 

Sekolah tersebut nantinya mulai digunakan untuk kegiatan pembelajaran pada tahun ajaran baru Juli mendatang. 

1. Pengelola diminta bersiap hadapi sekolah rakyat permanen

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, dalam rapat koordinasi bersama para kepala sekolah dan tenaga kependidikan Sekolah Rakyat seluruh Indonesia di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Jumat (29/5/2026). (dok. Kementerian Sosial)

Dalam rapat koordinasi bersama kepala sekolah dan tenaga kependidikan Sekolah Rakyat seluruh Indonesia, Gus Ipul meminta seluruh pengelola mulai bersiap menghadapi operasional Sekolah Rakyat secara permanen. 

Menurut dia, Sekolah Rakyat permanen memiliki tantangan dan tuntutan berbeda dibanding Sekolah Rakyat sementara. 

“Sekolah Rakyat permanen bukan versi lebih besar dari Sekolah Rakyat sementara. Ini institusi yang berbeda dan tuntutannya juga berbeda,” ujar Gus Ipul, dikutip dari laman Kemensos, Minggu (31/5/2026). 

2. Kompleks sekolah dibangun di lahan hingga 10 hektare

Wali Kota Medan, Rico Waas saat meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat yang berlokasi di Jalan Flamboyan Raya III, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan (Dok. Diskominfo Medan)

Gus Ipul mengatakan, pembangunan Sekolah Rakyat permanen harus diimbangi kesiapan sumber daya manusia yang mengelolanya. 

Kompleks pendidikan tersebut, kata dia, dibangun di atas lahan seluas 7 hingga 10 hektare dengan kapasitas lebih dari 1.000 siswa SD, SMP, dan SMA. 

Menurut dia, tata kelola sekolah permanen membutuhkan kesiapan lebih matang karena seluruh unsur sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa. 

3. Sejumlah daerah laporkan progres pembangunan sekolah

Progres pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Surabaya tembus 45 persen (dok. Kemenpu)

Dalam rapat tersebut, sejumlah kepala sekolah dari berbagai daerah turut melaporkan perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat permanen.

Wilayah Takalar, Tual, Bireuen, hingga Natuna disebut terus menunjukkan progres pembangunan dan tingginya antusiasme masyarakat terhadap kehadiran Sekolah Rakyat. 

Gus Ipul turut mengajak seluruh kepala sekolah mulai membangun budaya disiplin, kebersihan, ketertiban, dan pelayanan terbaik menjelang operasional sekolah permanen. 

“Naikkan level kepemimpinan dan cara berpikir kita. Bangun budaya disiplin, kebersihan, ketertiban, dan pelayanan yang terbaik bagi anak-anak kita,” kata dia.

Editorial Team

Related Article