Pelayanan MBG dari Dapur SPPG Polri Polres Tabanan di Selemadeg Barat (Dok.IDNTimes/Humas Polres Tabanan)
Polri telah membangun 1.415 SPPG hingga Juni 2026. Jumlah tersebut terdiri dari 828 SPPG yang telah beroperasi, 227 dalam tahap operasional, dan 360 masih dalam proses pembangunan, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Data tersebut disampaikan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, saat berpidato dalam Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Lapangan Satuan Latihan (Satlat) Korps Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026).
Polri menargetkan pembangunan 1.500 SPPG hingga akhir tahun. Jika target tersebut tercapai, SPPG Polri diproyeksikan dapat melayani 3,5 juta penerima manfaat dan menyerap lebih dari 70 ribu tenaga kerja.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia juga terlibat dalam pembangunan dapur MBG. ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menyebut Kadin telah mencapai pembangunan SPPG ke-742 dari target 1.000 unit saat meresmikan SPPG di Mampang, Jakarta Selatan, pada 6 Maret 2026.
Di sisi lain, berdasarkan keterangan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto pada September 2025, TNI turut mengelola 452 SPPG yang tersebar di jajaran TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. TNI sendiri mendapat alokasi untuk membangun hingga 2.000 SPPG secara bertahap.
Organisasi kemasyarakatan dan keagamaan turut terlibat dalam pengembangan jaringan SPPG. Hingga Mei 2026, Muhammadiyah tercatat mengoordinasikan 302 SPPG di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 202 SPPG telah beroperasi dan sekitar 100 lainnya masih dalam proses pembangunan. Jaringan SPPG Muhammadiyah tersebar di 30 provinsi, dengan menjangkau 174 kabupaten/kota serta 299 kecamatan.
Adapun PBNU melalui Tim Koordinasi dan Akselerasi (TKA) berperan mendampingi lembaga dan yayasan di lingkungan NU dalam pengajuan SPPG. Hingga April 2026, sebanyak 254 SPPG dalam jaringan tersebut telah beroperasi, 77 dalam tahap persiapan, dan sekitar 700 lainnya masih dalam proses pendaftaran awal.
PBNU menegaskan, tidak memiliki dapur MBG secara langsung. Kepemilikan dan pengelolaan SPPG berada di tangan masing-masing lembaga atau yayasan, sedangkan PBNU berperan dalam pendampingan proses pengajuan dan regulasi.
Selain institusi dan organisasi besar, pengelolaan SPPG juga melibatkan berbagai yayasan. Berdasarkan data BGN mengenai 315 SPPG yang siap beroperasi mulai 17 Maret 2025, sejumlah yayasan tercatat sebagai pengelola dapur MBG di berbagai daerah.
Beberapa di antaranya adalah Yayasan Pemuda Santri Aceh Barat, Yayasan Kurnia Jaya Abadi, dan Yayasan Makmur Maju Bersama. Data tersebut merupakan gambaran pengelola SPPG pada masa awal pelaksanaan Program MBG.
Secara ringkas, berikut sejumlah lembaga dan jaringan yang terlibat dalam pengembangan SPPG:
Polri: membangun 1.415 SPPG hingga Juni 2026.
Kadin Indonesia: membangun 742 SPPG hingga Maret 2026.
TNI: mengelola 452 SPPG berdasarkan data terakhir pada September 2025.
Muhammadiyah: mengoordinasikan 302 SPPG hingga Mei 2026.
Jaringan lembaga dan yayasan NU: mengoperasikan 254 SPPG dengan pendampingan PBNU hingga April 2026.
Yayasan mitra lainnya: tercatat sebagai pengelola dalam daftar 315 SPPG yang siap beroperasi pada Maret 2025