Gerilya Kolombia, ELN Culik 39 Orang Jelang Pelantikan Presiden

- Sebanyak 39 warga, termasuk anak-anak, diculik oleh kelompok gerilya ELN di Choco saat bepergian dengan bus, memicu bentrokan dengan militer yang menewaskan satu tentara dan melukai enam lainnya.
- Presiden terpilih Abelardo de la Espriella berencana menghapus Komisaris Damai serta beberapa kementerian terkait HAM dan rekonsiliasi, menggambarkan perubahan besar dalam kebijakan perdamaian Kolombia.
- Kelompok kriminal Clan del Golfo menangguhkan perang pajak hingga Oktober sebagai isyarat positif kepada pemerintahan baru Espriella dan menyatakan kesiapan untuk melanjutkan negosiasi damai.
Jakarta, IDN Times - Militer Kolombia mengatakan bahwa sebanyak 39 orang, termasuk anak-anak diculik oleh kelompok gerilya sayap kiri, Ejercito de Liberación Nacional (ELN) di Choco. Otoritas setempat mendesak pembebasan puluhan warga tersebut.
Sebelumnya, ELN sudah mengumumkan gencatan senjata menjelang pemilihan presiden (pilpres) putaran kedua. Meskipun demikian, kelompok penegak hak asasi manusia (HAM) masih mengkhawatirkan ancaman dan intimidasi ELN di area rawan konflik.
Sementara, insiden kekerasan ini terjadi di tengah ketegangan dan polarisasi politik di Kolombia. Terutama menjelang pelantikan Presiden Terpilih Kolombia, Abelardo de la Espriella.
1. Puluhan warga diculik saat bepergian dengan bus

Militer Kolombia mengatakan bahwa 39 orang diculik saat bepergian dengan dua bus pada pagi hari. Mereka tiba-tiba diadang oleh sejumlah orang bersenjata di tengah jalan penghubung Quibdo dan Carmen de Atrato.
Dilansir Democrata, ketika personel militer Kolombia tiba, mereka sudah disergap oleh anggota ELN dari front Manuel Hernandez alias El Boche. Pertikaian ini mengakibatkan 1 tentara tewas dan 6 lainnya terluka, serta konfrontasi masih terjadi di sejumlah area.
ELN dikenal sebagai salah satu gerilya terkuat di Kolombia dan Amerika latin dengan lebih dari 6 ribu anggota. Sejak 2022, pemerintah sudah berupaya untuk bernegosiasi damai, tapi perundingan dibekukan pada 2025.
2. Espriella akan hapus negosiasi damai dengan pemberontak Kolombia

Sehari sebelumnya, Espriella mengatakan akan menghapus Komisaris Damai yang didirikan oleh Presiden Kolombia, Gustavo Petro. Padahal, inisiatif itu untuk didirikan untuk menciptakan perdamaian sepenuhnya di Kolombia.
“Komisaris Damai telah usai karena tidak ada lagi proses perdamaian palsu di pemerintahan saya,” tuturnya, dikutip dari EFE, Rabu (15/7/2026).
Selain itu, Espriella juga akan menghapus Kementerian Rekonsiliasi Nasional dan Kementerian Kepresidenan untuk HAM dan Hukum Kemanusiaan Internasional. Tugas keduanya akan digabung dalam Kementerian Dalam Negeri. Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan.
3. Clan del Golfo tangguhkan perang pajak dengan pemerintah Kolombia

Menyusul terpilihnya Espriella, kelompok kriminal Kolombia, Clan del Golfo atau Gaitanist Army of Colombia (EGC) mengumumkan penangguhan perang pajak dari 10 Juli hingga 10 Oktober di Antioquia dan Cordoba. Langkah ini sebagai pesan baik kepada Espriella.
Kelompok itu mengaku mau bernegosiasi untuk menciptakan perdamaian di Kolombia. Sebelumnya, organisasi kriminal itu sudah masuk dalam negosiasi formal dengan pemerintah Kolombia pada September 2025 dan masih melanjutkan dialog hingga kini.
Dilansir Latin America Reports, Espriella dikenal sebagai politikus sayap kanan dan mantan pengacara kriminal yang punya relasi dengan kelompok paramiliter AUC. Espriella berhasil menang dengan margin 1 persen dari kandidat sayap kiri, Ivan Cepeda yang didukung Petro.




















