Ahmad Ali Tegaskan Target PSI di Kepri Rebut Satu Kursi DPR RI

PSI menargetkan satu kursi DPR RI dari Kepulauan Riau pada Pemilu 2029.
Ahmad Ali menekankan konsolidasi organisasi, penyelesaian struktur, dan kerja nyata kader.
Bergabungnya Jokowi disebut sebagai momentum untuk meningkatkan semangat kader mengabdi kepada masyarakat.
Jakarta, IDN Times — Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali menegaskan, target partai untuk meraih satu kursi DPR RI dari daerah pemilihan Kepulauan Riau pada Pemilu 2029.
Target tersebut disampaikan dalam kegiatan konsolidasi dan pengarahan kepada jajaran DPW PSI Kepulauan Riau dan seluruh DPD PSI se-Kepulauan Riau di Hotel Harris, Batam, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini dihadiri Ketua DPW PSI Kepulauan Riau, Onward C Siahaan bersama jajaran pengurus partai.
1. Tiga agenda utama PSI

Ketua Harian PSI Ahmad Ali. (IDN Times/Larasati Rey) Dalam arahannya, Ahmad Ali menekankan tiga agenda utama, yakni persiapan Rapimnas dan HUT PSI pada 16 November 2026 di Surabaya, penyelesaian struktur organisasi hingga tingkat Dewan Pimpinan Ranting (DPRT), serta penguatan kerja nyata kader di tengah masyarakat.
Ia meyakinkan jajaran kader bahwa target meraih satu kursi DPR RI dari Kepulauan Riau harus menjadi tujuan bersama yang diperjuangkan melalui konsolidasi organisasi, kerja kolektif, dan kedekatan dengan masyarakat.
2. Bergabungnya Jokowi ke PSI jadi momentum meningkatkan semangat kader

Presiden ke-7 RI, Joko "Jokowi" Widodo saat menghadiri Rakorda DPD PSI Kota Bandung, Sabtu (26/9/2026)(dok. Istimewa) Ahmad Ali juga menyebut bergabungnya Presiden Ketujuh RI, Joko "Jokowi" Widodo dengan PSI yang dibuktikan dengan kepemilikan Kartu Tanda Anggota (KTA) sebagai momentum untuk meningkatkan semangat kader memperkuat pengabdian kepada masyarakat.
“Buat partai ini selalu dinanti masyarakat karena kerja-kerja nyatanya,” pesan Ahmad Ali.
3. Penguatan struktur dan target politik harus berjalan seiring dengan kerja nyata

Ahmad Ali jadi Ketua Harian PSI (IDN Times/Ilman Nafi'an) Menurutnya, penguatan struktur dan pencapaian target politik harus berjalan seiring dengan kerja nyata yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dengan demikian, kehadiran PSI tidak hanya terlihat dalam aktivitas politik, tetapi juga melalui kontribusi konkret bagi publik.























