Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Trase Batutulis Mulai Dilalui Kendaraan, Sistem Buka-Tutup Berlaku

3 min read
Trase Batutulis Mulai Dilalui Kendaraan, Sistem Buka-Tutup Berlaku
Jalan Saleh Danasasmita dibuka dan dilalui pengendara. IDN Times/Linna Susanti
  • Trase Batutulis di Jalan Saleh Danasasmita mulai dibuka untuk kendaraan roda dua dan empat setelah sekitar setahun ditutup akibat ancaman longsor.

  • Pemkot Bogor menerapkan sistem buka-tutup hingga 30 Oktober 2026 untuk pemadatan area pelebaran jalan, bukan karena kendala besar atau protes warga.

  • Pengerjaan fisik belum sepenuhnya diserahterimakan; jalur tetap dibuka bergantian sambil menunggu penyelesaian pekerjaan dan penerbitan Sertifikat Laik Operasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bogor, IDN Times - Jalur baru Trase Batutulis (Jalan Saleh Danasasmita) kini mulai ramai dilintasi oleh kendaraan pada Rabu (28/10/2026). Jalan ini secara resmi sudah bisa diakses pada Selasa (27/10/2026). Meski jalan ini sudah bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, skema buka-tutup berlaku hingga 30 Oktober 2026 demi penyempurnaan struktur jalan.

"Terkait hal tersebut, saat ini di lokasi kita sedang memadatkan dulu bagian pelebaran jalannya. Jadi, kami mohon maaf apabila ada penutupan jalan sebentar. Hal ini dilakukan bukan karena ada kendala besar, melainkan karena memang perlu ada penyempurnaan pemadatan," kata Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Rr. Juniarti Estiningsih, kepada jurnalis.

  1. 1. Akses jalan diperluas untuk roda empat usai setahun ditutup akibat longsor

    Jalan Saleh Danasasmita yang baru selesai dibangun tampak lengang sebelum resmi dibuka untuk penggunaan umum.
    Jalan Saleh Danasasmita yang baru sebelum dibuka untuk umum. IDN Times/Linna Susanti

    Jalan Saleh Danasasmita sebelumnya merupakan jalur yang digunakan kendaraan roda dua dari wilayah Lawang Gintung menuju Stasiun Batutulis.

    Penutupan jalur selama kurang lebih satu tahun akibat ancaman longsor sempat memaksa warga Cipaku dan sekitarnya memutar jauh.

    Kini, jalan tersebut telah digantikan dengan konstruksi trase baru yang aman dan lebar sehingga bisa dilintasi oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

  2. 2. Sempat viral ditutup kembali pasca-uji coba teknis Wali Kota

    Pejabat Pemerintah Kota Bogor meninjau kawasan Leuweung Batutulis dalam agenda kunjungan pemerintah.
    Pemkot Bogor tinjau Leuweung Batutulis. Humas Pemkot Bogor

    Sebelum dibuka untuk umum, Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, bersama jajaran Pemkot Bogor, Polresta Bogor Kota, dan PT Promix Prima Karya, telah melakukan uji coba teknis pada pekan lalu.

    Penutupan sementara yang dilakukan pasca-peninjauan sempat memicu keluhan warga di media sosial hingga viral, hingga akhirnya jalur tersebut kembali dibuka untuk publik dengan skema waktu tertentu.

  3. 3. Penutupan sebagian lajur murni alasan pemadatan tanah

    Potret Kadis PUPR Kota Bogor, Rr. Juniarti Estiningsih, berpose untuk dokumentasi di dalam ruangan.
    Kadis PUPR Kota Bogor, Rr. Juniarti Estiningsih. (Istimewa)

    PUPR Kota Bogor membantah isu yang menyebut pembatasan arus jalan terjadi akibat adanya protes dari warga setempat. Penutupan sebagian lajur dilakukan semata-mata untuk mematangkan struktur tanah pada area pelebaran jalan.

    "Tidak, sama sekali tidak ada (protes warga). Memang rencananya jalan ini sudah mau dibuka sejak tadi, dari pas waktu Bapak (Wali Kota) meninjau ke lapangan sampai sekarang. Namun, kami pastikan dulu pemadatannya," jelas Juniarti.

  4. 4. Skema buka-tutup berlaku hingga 30 Oktober sambil menunggu SLO

    Sejumlah kendaraan melintas di Jalan Saleh Danasasmita yang kembali ramai dan dapat dilalui para pengendara.
    Banyak kendaraan yang mulau lewati jalan Saleh Danasasmita tersebut. IDN Times/Linna Susanti

    Meskipun pengerjaan fisik belum diserahterimakan sepenuhnya, Pemkot Bogor memilih tidak menutup total jalan agar mobilitas warga tetap berjalan melalui pengaturan alur bergantian. Sistem ini diberlakukan hingga tenggat pengerjaan pelaksana pada 30 atau 31 Oktober 2026, sembari menunggu penerbitan Sertifikat Laik Operasi (SLO).

    "Belum, saat ini masih berproses. Kami sedang berkoordinasi secara intensif, apakah sertifikat ini nantinya akan dikeluarkan oleh Dishub/dinas terkait di tingkat Kota Bogor atau dikeluarkan oleh instansi di tingkat Provinsi Jawa Barat," ujar Juniarti.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More