Comscore Tracker

Naik 609 Kasus, Pasien COVID-19 Capai Angka 27.549

Jawa Timur menyumbang kasus positif baru terbanyak

Jakarta, IDN Times - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona atau COVID-19, Achmad Yurianto, mengatakan ada penambahan 609 kasus baru pada 1 Juni 2020 pukul 12.00 WIB hingga 2 Juni 2020 pukul 12.00 WIB. Sehingga total jumlah kasus positif COVID di Indonesia kini mencapai 27.549. 

"Bertambah 609 kasus, sehingga menjadi 27.549 kasus," lapor Yuri dalam keterangan persnya yang disiarkan langsung dari channel YouTube BNPB Indonesia, Selasa (2/6).

1. Sebaran kasus COVID-19 di 34 provinsi Indonesia

Naik 609 Kasus, Pasien COVID-19 Capai Angka 27.549Swab test terhadap pedagang pasar raya Padang, Sumatera Barat. IDN Times/Andri NH

Virus corona telah menyebar di 34 provinsi di Indonesia. Jawa Timur menjadi provinsi dengan penambahan kasus terbanyak hari ini dengan 213 kasus positif COVID-19 baru. Berikut ini data lengkap rincian penyebaran virus corona di 417 kabupaten atau kota di 34 provinsi di Indonesia :

1. Aceh 20 kasus
2. Bali 487 kasus
3. Banten 883 kasus
4. Bangka Belitung 50 kasus
5. Bengkulu 92 kasus
6. Yogyakarta 237 kasus
7. DKI Jakarta 7.541 kasus
8. Jambi 97 kasus
9. Jawa Barat 2.314 kasus
10. Jawa Tengah 1.432 kasus
11. Jawa Timur 5.135 kasus
12. Kalimantan Barat 196 kasus
13. Kalimantan Timur 298 kasus
14. Kalimantan Tengah 428 kasus
15. Kalimantan Selatan 969 kasus
16. Kalimantan Utara 165 kasus
17. Kepulauan Riau 209 kasus
18. Nusa Tenggara Barat 670 kasus
19. Sumatera Selatan 1.019 kasus
20. Sumatera Barat 574 kasus
21. Sulawesi Utara 354 kasus
22. Sumatera Utara 418 kasus
23. Sulawesi Tenggara 244 kasus
24. Sulawesi Selatan 1.630 kasus
25. Sulawesi Tengah 128 kasus
26. Lampung 136 kasus
27. Riau 117 kasus
28. Maluku Utara 174 kasus
29. Maluku 223 kasus
30. Papua Barat 172 kasus
31. Papua 819 kasus
32. Sulawesi Barat 92 kasus
33. Nusa Tenggara Timur 97 kasus
34. Gorontalo 108 kasus

Dalam proses verifikasi di lapangan 21 kasus.

2. Jokowi meminta klaster-klaster COVID-19 dijaga ketat

Naik 609 Kasus, Pasien COVID-19 Capai Angka 27.549Dok. Biro Pers Kepresidenan

Untuk menekan angka penyebaran kasus COVID-19 di Tanah Air, Presiden Joko 'Jokowi' Widodo meminta klaster-klaster penyebaran virus corona diawasi ketat. Sebab dari klaster itulah perluasan wabah COVID-19 dapat terjadi.

"Kita harus melakukan monitor secara ketat potensi penyebaran di beberapa klaster, klaster pekerja migran, klaster jemaah tablig, klaster Gowa, klaster rembesan pemudik, klaster industri, ini perlu betul-betul dimonitor secara baik," jelas Jokowi pada konferensi pers secara daring, pada Senin (4/5).

3. Kasus positif COVID-19 di dunia mencapai 6,3 juta orang

Naik 609 Kasus, Pasien COVID-19 Capai Angka 27.549BIN Gelar Ribuan Rapid Test COVID-19 di Dua Zona Merah Kota Surabaya (Dok. Istimewa)

Mengutip situs worldometers.info, hingga pukul 13.35 WIB 2 Juni 2020, secara global terdapat 6.373.494 orang terpapar virus corona. Kasus terbanyak masih berada di Amerika Serikat dengan 1.859.494 kasus.

Dari 6,3 juta kasus itu, 377.579 di antaranya meninggal dunia. Sementara pasien yang sembuh mencapai 2.908.796 orang.

4. Pengertian dan gejala-gejala COVID-19

Naik 609 Kasus, Pasien COVID-19 Capai Angka 27.549Swab test terhadap pedagang pasar raya Padang, Sumatera Barat. IDN Times/Andri NH

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama Virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui. Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Tiongkok, pada akhir Desember 2019. Virus ini telah menyebar ke wilayah lain di Tiongkok dan ratusan negara, termasuk Indonesia.

Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Hingga saat ini belum ada obat atau vaksin yang mampu membunuh Virus Corona. Kendati, persentase kesembuhan COVID-19 cukup tinggi. Di beberapa negara seperti Vietnam angka kesembuhannya mencapai 100 persen. Bahkan, beberapa pakar kesehatan menyebut COVID-19 bisa sembuh sendiri jika imun penderitanya bagus. Sebaliknya, rata-rata angka kematian akibat corona berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per Selasa (17/3), sebesar 4,07 persen. Sementara di Indonesia, hingga Kamis (19/3) mencapai 8,37 persen.

Bagaimana gejala virus corona? Infeksi COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Tapi dalam beberapa kasus, pasien positif Corona tak menunjukkan gejala khusus.

Hari pertama, penderita virus corona mengalami demam atau suhu tinggi, nyeri otot, dan batuk kering. Sebagian kecil diare atau mual beberapa hari sebelumnya. Ada juga yang hilang penciuman. Hari kelima, penderita kesulitan bernapas, terutama penderita lansia atau mereka yang memiliki penyakit kronis.

Hari ketujuh, menurut penelitian Universitas Wuhan, gejala yang dialami penderita mulai semakin parah. Penderita biasanya perlu dirawat di rumah sakit. Hari kedelapan, penderita dengan kasus yang parah memperlihatkan sindrom gangguan pernapasan akut. Paru-parunya dipenuhi cairan dan kesulitan bernapas hingga menyebabkan gagal napas.

Hari ke-10, penderita dengan kasus ringan mengalami sakit perut dan kehilangan napsu makan. Hanya sebagian penderita yang meninggal dunia. Hari ke-17, rata-rata penderita sembuh dari virus corona dan keluar dari rumah sakit.

Bagaimana mencegah virus corona? Sering Mencuci tangan pakai sabun, gunakan masker bila batuk atau pilek, mengonsumsi gizi seimbang, hati-hati kontak dengan hewan, cukup istirahat dan olahraga, jangan konsumsi daging mentah, bila batuk, pilek, dan sesak segera ke fasilitas kesehatan.

Jika membutuhkan beberapa nomor telepon terkait virus corona, kamu bisa menghubungi beberapa nomor penting ini, yakni Hotline kemenkes (+62 812 1212 3119, 119 ext 9, (021) 521 0411), atau mengunjungi beberapa situs terkait virus corona antara lain kemkes.go.id, arcgis.org, jakarta.go.id, healthmap.org, jabarprov.go.id, cdc.gov, jhu.edu. Kamu juga bisa mengunjungi web resmi pemerintah daerah untuk mencari informasi terkait perkembangan virus corona di daerah kamu tinggal.

Baca Juga: [UPDATE] 6,3 Juta Orang di Dunia Terinfeksi Virus Corona, AS Tertinggi

Topic:

  • Dwi Agustiar

Berita Terkini Lainnya