TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Polisi: Eks Dirut TransJakarta Donny Saragih Bisa Dipanggil Paksa

Donny dua kali mangkir panggilan polisi sejak September 2018

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Yusri Yunus (IDN Times/Axel Joshua Harianja)

Jakarta, IDN Times - Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Yusri Yunus mengatakan, pihaknya masih menyelidiki laporan dugaan penipuan yang menjerat eks Dirut TransJakarta, Donny Andy S Saragih. Donny dilaporkan oleh seseorang bernama Artanta Barus pada 18 September 2018 lalu. Donny diduga terlibat dalam kasus penggelapan dan penipuan.

"Ini masih kita panggil sampai dengan saat ini juga belum hadir. Sudah panggilan kedua. Ada alamatnya yang coba didalami karena berbeda dengan KTP yang ada," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (28/1).

Baca Juga: Eks Dirut TransJakarta Donny Saragih Pernah Dilaporkan ke Polda Metro

1. Donny diduga menipu hingga Rp1,4 miliar

Dirut Transjakarta yang baru Donny Andy Saragih (kanan) berfoto dengan mantan Dirut Transjakarta Agung Wicaksono (kiri), Kamis (23/1/2020). (ANTARA/HO-humas TransJakarta)

Yusri juga mengatakan, ada satu saksi kunci yang hingga saat ini belum bisa dimintai keterangan. Namun, dia enggan membeberkan siapa saksi kunci tersebut. Selain itu, karena Donny sudah dua kali mangkir panggilan, polisi kemungkinan akan memanggil paksa dia.

"Nantinya iya (panggil paksa). Ini kan klarifikasi dulu, ini masih penyelidikan," katanya.

Yusri menambahkan, dugaan penipuan ini terkait adanya delapan cek yang diberikan Donny. Tapi, cek tersebut ternyata kosong.

"(Cek) untuk pembayaran denda terkait operasional busway sebesar Rp1,4 miliar. Pelapornya atas nama Artanta Barus ya terhadap tiga orang. Yang pertama mantan GM lorena (Donny), mantan staf keungan PT BLU Trans saudara AB (Agus Basuki), dan saudara SN (Sunani)," jelasnya.

Para terlapor diduga melakukan penggelapan dan penipuan dan disangkakan melanggar Pasal 372 KUHP dan Pasal 378 KUHP.

2. Ombudsman akan telusuri soal penunjukkan Donny jadi Dirut TransJakarta

Antara Foto/Akbar Nugroho Gumay

Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya mengatakan, ada dugaan maladministrasi dari penunjukan Donny Andy S Saragih sebagai Direktur Utama TransJakarta. Donny diduga terjerat kasus penipuan. Ombudsman meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar meninjau ulang penunjukan Donny. 

"Betul, sejauh ini data yang kami peroleh begitu," kata Ketua Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya, Teguh Nugroho, saat dikonfirmasi Senin (27/1).

Teguh mengatakan, untuk detail mengenai kasus penipuan tersebut, pihak Ombudsman sedang mendalaminya.

"Nanti setelah cukup lengkap akan kami sampaikan fakta-faktanya," kata dia.

Kecurigaan tersebut, menurut Teguh, muncul setelah ada masyarakat yang melaporkan pada Ombudsman.

"Konsultasi masyarakat, terkait pengangkatan Dirut TransJakarta merupakan kewenangan Ombudsman atau bukan. Dari konsultasi tersebut kami melakukan tracking," ujar dia

3. Donny pernah jalani sidang pada April 2018

Ilustrasi (IDN Times/Sukma Shakti)

Berdasarkan penelusuran IDN Times melalui Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, kasus Donny tercatat dengan nomor perkara 490/Pid.B/2018/PN Jkt.Pst dengan klasifikasi perkara pemerasan dan pengancaman.

Tanggal sidang pertama tercatat pada 30 April 2018. Donny tidak sendiri, dalam kasus ini dia tercatat melakukan penipuan bersama rekannya, Porman Tambunan atau Andi Tambunan.

Mereka didakwa melakukan tindak pidana penipuan dan diancam pidana dalam Pasal 378 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP dengan tuntutan 2 tahun penjara.

Baca Juga: Dirut Baru TransJakarta Ternyata Terpidana Kasus Penipuan 

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya