TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Selain Kebocoran Anggaran, Prabowo Sebut Indonesia Alami Pendarahan

Apa maksudnya ya?

IDN Times/Fitang Budhi Adhitia

Jakarta, IDN Times - Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto mengaku dirinya memang seorang pengusaha di bidang perkebunan sawit. Namun dari hasil keuntungannya, tidak ada sepeser pun yang lari ke luar negeri.

Pernyataan Prabowo ini untuk menyindir beberapa elite atau pengusaha lainnya yang juga memiliki usaha di bidang serupa, di mana tanah yang dikelola mereka adalah milik negara dengan sertifikat Hak Guna Usaha (HGU).

Baca Juga: Survei Roy Morgan: Jokowi Menang 58 Persen, Prabowo Turun 5 Persen

1. Prabowo mengakui memiliki usaha sawit

IDN Times/Fitang Budhi Adhitia

Menurut Prabowo, sangat tidak elok bila negara telah memberikan fasilitas kepada mereka, namun negara sama sekali tidak menerima keuntungan apapun dari hasil yang didapat.

“Saya bener, saya pengusaha kelapa sawit. Saya bener punya HGU. Tapi saya ada kesadaran, rasa tanggung jawab terhadap bangsa dan rakyat saya. Tidak sampai hati uang ditaruh di luar negeri,” ujar Prabowo di Hotel Grand Sahid Jakarta, Minggu (3/3).

2. Prabowo enggan membuktikan ucapannya

IDN Times/Irfan fathurohman

Namun, Prabowo tidak gamblang menjelaskan bukti terkait keuntungan yang diperolehnya itu bisa menguntungkan untuk hajat hidup orang banyak.

“Jadi saudara-saudara, kalau ada yang bertanya mana buktinya? Ya sulit, ya. Tolong buktikan bahwa matahari terbit dari timur. Atau dulu sempat juga ada yang tidak percaya bahwa bumi itu bulat. Kan gitu,” ujar dia.

3. Prabowo sebut banyak elite yang 'bermain' di industri tambang

IDN Times/Irfan fathurohman

Mantan Danjen Kopassus ini juga menyebut, selain industri perkebunan, beberapa elite juga 'bermain' di sektor pertambangan yang dinilainya banyak merugikan negara.

“Tambang batu bara laporannya 15 juta ton setahun. Kenyataannya 30 juta ton, 1 ton untung bersih 5 dolar, katakanlah. Bisa-bisa 10 dolar. Kalau yang dilaporkan hanya 15 juta, padahal dia tambang 30 juta, itu kan 150 juta dolar, tiap tahun. Itu yang saya sebut kebocoran,” beber dia.

4. Pemerintah harus tegas terkait kebocoran anggaran ini

IDN Times/istimewa

Oleh sebab itu, Prabowo meminta agar pemerintah bertindak tegas menangani masalah ini. Bila terus dibiarkan, bukan tidak mungkin Indonesia akan mengalami kebangkrutan.

“Itu yang saya sebut bleeding. Indonesia sedang bleeding, Indonesia sedang berdarah. Kalau kita bleeding badan tiap hari 15 CC, berapa hari kita colapse, mati. Indonesia saking kaya nya kita sudah bleeding bertahun-tahun tapi masih bertahan,” kata dia.

Baca Juga: Prabowo Bangga Atas Pencapaian Pemerintah Era Orde Baru

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya