TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Nurdin Abdullah Isolasi Mandiri, KPK Belum Jadwalkan Pemeriksaan

Nurdin Abdullah diduga menerima suap dan gratifikasi

KPK mengamankan Nurdin Abdullah melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) bersama lima orang lainnya dengan barang bukti sebuah koper berisi uang (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

Jakarta, IDN Times - Usai ditetapkan sebagai tersangka, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah belum menjalani pemeriksaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebab, ia harus menjalani isolasi mandiri sesuai protokol kesehatan dalam rangka mencegah penularan COVID-19.

Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, Nurdin diisolasi mandiri di Rumah Tahanan (Rutan) Kavling C1 yang berada di Gedung lama KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

"Prinsipnya, untuk mitigasi wabah COVID-19 maka isolasi mandiri lebih dahulu," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkat, Senin (1/3/2021).

Ali belum bisa memastikan kapan KPK akan memeriksa Nurdin kembali. Namun, apabila penyidik membutuhkan keterangan Nurdin dan tersangka lain, maka pihaknya akan melakukan swab PCR terlebih dulu.

Baca Juga: [BREAKING] Ketua KPK: Nurdin Khianati Pemberian Penghargaan Antikorupsi

1. KPK tetapkan tiga orang tersangka termasuk Nurdin

Konferensi pers kasus korupsi Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah bersama lima orang lainnya pada Minggu (28/2/2021) (IDN Times/Aryodamar)

KPK menetapkan Nurdin Abdullah sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan, serta pembangunan infrastruktur di Sulawesi Selatan tahun anggaran 2020-2021. Mantan Bupati Bantaeng itu diduga telah menerima suap dan gratifikasi.

Selain Nurdin, KPK juga menetapkan dua orang lain sebagai tersangka. Mereka adalah Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Sulawesi Selatan Edy Rahmat yang diduga sebagai perantara suap, dan Agung Sucipto selaku kontraktor yang memberi suap.

2. Nurdin Abdullah diduga menerima sejumlah suap dan gratifikasi

Petugas KPK menunjukkan barang bukti kasus korupsi Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah dan lima orang lainnya pada Minggu (28/2/2021) (IDN Times/Aryodamar)

Ketua KPK Firli Bahuri sebelumnya juga mengungkapkan bahwa Nurdin diduga menerima suap Rp2 miliar dari Agung melalui Edy. Uang tersebut diduga terkait proyek wisata yang dikerjakan Agung di Bulukumba.

Selain dari Agung, Nurdin juga diduga menerima sejumlah uang dari kontraktor lainnya. Rinciannya sebagai berikut:

Akhir 2020: Rp200 juta

Awal Februari 2021: Rp2,2 miliar melalui Ajudan Nurdin, Samsul Bahri

Pertengahan Februari 2021: Rp1 miliar melalui Ajudan Nurdin, Samsul Bahri

 

Baca Juga: PDIP Siapkan Advokasi untuk Nurdin Abdullah

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya