TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Unggul di Indonesia Timur, Bukan Jaminan Jokowi-Ma'ruf Menang Pilpres

Prabowo-Sandi unggul di Jakarta

IDN Times/Sukma Mardya Shakti

Jakarta, IDN Times - Berdasarkan beberapa hasil survei yang dilakukan jelang pemilihan presiden, Elektabilitas Joko 'Jokowi' Widodo-Ma'ruf Amin di Indonesia Timur pun terus didekati pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Hal itu membuat persaingan antara keduanya semakin ketat. Padahal, selama ini diketahui bahwa Indonesia timur merupakan basis utama Jokowi, sebut saja daerah Maluku, Sulawasi, Papua dan lain-lain.

Baca Juga: Jokowi: Pembagian Sertifikat Tanah Dipercepat untuk Cegah Sengketa

1. Pulau Jawa dan Sumatera lebih menentukan

ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

Namun demikian, CEO Alvara Reaserch Center, Hasanuddin Ali, mengungkapkan walau di antara kedua pasangan calon, baik nomor urut 01 atau 02 bisa menang di Indonesia Timur, hal itu tak menjamin salah satunya akan meraih kemenangan nasional.

Menurut Hasanuddin, kunci kemenangan setiap paslon itu bukan di Indonesia Timur. "Karena tetap di Pulau Jawa dan Sumatera karena lebih dari 78 persen pemilih itu ada di daerah tersebut. Kantong suara terbesar inilah yang akan jadi bandul kemenangan di antara kedua kandidat," kata dia di kantor IDN Times, Rabu (21/3).

2. Jokowi memimpin di Jatim dan Prabowo di Sumatera

IDN Times/Teatrika Handiko Putri

Secara geografis peta pertarungan keduanya berdasarkan survei Alvara, Jokowi masih kuat di Jawa bagian timur. Tapi, beda kondisi jika pindah ke Jawa bagian barat, pertarungan keduanya relatif imbang walau Jokowi sedikit unggul. Sedangkan wilayah Sumatera masih diungguli oleh Prabowo.

"Di Jawa bagian barat, seperti Jabar, DKI Jakarta, Banten, relatif agak imbang. Kalau ditotal semua, DKI Jakarta Jokowi masih kalah, Banten fifty-fifty, Jabarfifty-fifty. di Sumatera Pak Prabowo masih memimpin, marginnya sekitar 12 persen" ujar lulusan Institut Teknologi Sepuluh November itu.

3. Sentimen Pilgub membuat Prabowo mengungguli Jokowi

BPN Prabowo-Sandiaga

Kenapa Jokowi kali ini kalah di DKI Jakarta? Hasanuddin mengklaim sejarah Pilgub DKI Jakarta memberikan pengaruh dari kekalahan itu. Sebab, sentimen publik masih terbawa sejak Pilkada hingga Pilpres kali ini.

Sedangkan untuk Jabar sendiri, Hasanuddin menilai terjadi peningkatan elektabilitas Jokowi dibandingkan ketika pilpres 2014 lalu yang kalah telak. Hanya saja, bebernya, peningkatan yang didapatkan Jokowi masih belum signifikan. Tentu itu jadi warning karena Jokowi kali ini kalah di wilayah DKI Jakarta.

Baca Juga: Rivalitas Jokowi-Maruf Vs Prabowo-Sandi Disebut Ibarat Sepak Bola

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya