TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

KLHK Sebut IKN Nusantara Dikelilingi 29 Ribu Hektare Lubang Tambang

Lubang tambang akan dijadikan sumber air 

(Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar) Instagram.com/@siti.nurbayabakar

Jakarta, IDN Times - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, buka-bukaan terkait data lubang tambang yang mengelilingi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Menurut Siti ada seluas 29 ribu hektare lubang tambang di wilayah pengembangan IKN.

Siti mengaku pihaknya saat ini sedang melakukan upaya pemulihan lubang tambang di area di luar pusat ibu kota baru tersebut.

“Di kawasan IKN, dalam catatan kami sementara ini, bukaan tambangnya ada 29 ribu hektare tapi memang kita sudah mengawali mencoba untuk mengecek dan melakukan uji coba pemulihan,” kata Siti dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Senayan, Jakarta, Senin (28/3/2022).

Baca Juga: Pengamat soal Rakyat Patungan IKN Nusantara: Jokowi Gak Punya Duit

1. Luas lubang tambang di Kaltim 154 ribu hektare

Ilustrasi lubang bekas tambang (Dok.IDN Times/Istimewa)

KLHK juga buka-bukaan soal luas luas lubang tambang di wilayah Kalimantan Timur. Menurut data milik Siti Nurbaya, bukaan tambang di wilayah Kaltim seluas 154 ribu hektare.

Seluas 29 ribu hektare lubang tambang masih terbuka berada di kawasan pengembangan IKN. Sebagai informasi, kawasan pengembangan IKN berada di luar wilayah pusat pemerintahan yang kini sedang dibangun Presiden Joko “Jokowi” Widodo.

“Di IKN itu ada tiga wilayah, kalau di wilayah pusat pemerintahan IKN itu tidak ada. Lubang tambang itu ada di area pengembangan,” kata dia.

2. Bekas tambang bisa jadi sumber air di Kaltim

Sejumlah alat berat membuka akses jalan di lokasi segmen tiga di kawasan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Minggu (6/2/2022). (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)

Siti Nurbaya mengatakan, bekas lubang tambang di sekitar wilayah IKN akan diperuntukkan sebagai sumber air untuk keperluan masyarakat di Kaltim.

Namun masalahnya, kata Siti, pH air yang ada di beberapa lubang tambang itu masih bersifat asam sekitar pH 2,6-pH 3,5. Sementara air minum yang sehat biasanya memiliki kadar pH 6,5- pH 8,5.

“Ini pH-nya rendah ada yang sampai 2,6 ada yang 3, pH itu kalau 3,5 itu air jeruk nipis. Ini asamnya ada yang lebih rendah lebih asem lagi, ini terus diidentifikasi oleh kementerian,” tutur dia.

Baca Juga: Ini Alasan Istana Presiden dan Wapres di IKN Terpisah

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya