TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Kemenag Beri Penghargaan Polda Metro dan Jabar, Tangani Haji-Umrah

Penghargaan ini sebagai ajang silaturahmi Kemenag dan Polri

Pemberian Pin dari Kemenag ke Polri (Kementerian Agama)

Jakarta, IDN Times - Menteri Agama Yaqut Cholis Qoumas memberikan penghargaan kepada Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan mereka menangani masalah umrah dan haji furoda pada PT Naila Syafaah Wisata Mandiri dan PT Al Fatih Indonesia Travel.

Penghargaan diberikan Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri, Subhan Cholid, kepada perwakilan Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat di kantor pusat Kemenag, Jakarta, Rabu (16/8/2023). Selain piagam, penghargaan diberikan dalam bentuk pin emas.

Cinderamata juga diserahkan Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Ditjen PHU, Nur Arifin.

Baca Juga: Lomba Buat Mars BPKH Hadiahnya Berangkat Umrah, Ikutan Yuk!

1. Penghargaan sebagai permulaan Kemenag dalam melindungi warga negara

Penghargaan Kemenag ke Polri (Kementerian Agama)

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Subhan Cholid, mengatakan penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepolisian atas keberhasilannya dalam penanganan masalah umrah dan haji khusus.

"Penghargaan ini adalah permulaan dan langkah awal Kemenag dalam melindungi warga negara, serta ungkapan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang sudah bekerja luar biasa dalam mengikuti peraturan yang telah ditetapkan," ujar Subhan di Jakarta, dilansir dari Kementerian Agama, Rabu (16/8/2023).

Baca Juga: Penerbangan Umrah Semarang-Jeddah Mulai Agustus 2023, Pengawasan Ketat

2. Panjangnya antrean jemaah haji, masyarakat lebih memilih ibadah umrah

Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani bersama keluarga saat melakukan ibadah umrah beberapa tahun silam. (Instagram.com/indahnyalutra)

Subhan mengungkapkan, salah satu penyebab jemaah umrah gagal berangkat adalah banyaknya calon jemaah yang tergiur harga murah dari penyelenggara ibadah umrah.

Kondisi ini juga dipicu panjangnya antrean jemaah haji Indonesia, sehingga mendorong masyarakat untuk berangkat ke Tanah Suci untuk melaksanakan umrah.

"Permasalahan haji dan umrah ini never ending story, selalu ada dinamika yang terjadi di masyarakat. Saat ini, Arab Saudi sedang membuka seluas-luasnya penyelenggaraan ibadah umrah, hampir sepanjang tahun bisa ditemukan jemaah umrah Indonesia di sana," ujar Subhan.

"Ini terjadi karena antrean haji kita yang sangat panjang," lanjutnya.

Menurut Subhan, dengan kehadiran pihak kepolisian pihaknya sangat terbantu. Dia berharap kasus-kasus yang telah terjadi dapat memberikan pelajaran kepada masyarakat.

"Kami sangat terbantu, sudah ada hasilnya. Kami harap dapat memberikan i'tibar kepada masyarakat bahwa percaya itu baik, tapi asal percaya juga membahayakan," ujar Subhan.

"Harapannya, semoga ke depan dapat disiapkan wadah yang konkret agar upaya pencegahan seperti ini dapat lebih digencarkan," tutupnya.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya