TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Setelah SBY dan Prabowo, Giliran Ketum PAN Temui Jokowi di Istana

PAN malu-malu bahas menteri 

IDN Times/Teatrika Handiko Putri

Jakarta, IDN Times - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas, menemui Presiden Joko "Jokowi" Widodo di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (14/10). Keduanya bertemu sekitar pukul 14.30 WIB.

Pertemuan ini dilakukan setelah Jokowi menggelar pertemuan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto beberapa hari lalu.

Baca Juga: Bahas Menteri Kabinet Kerja Jilid II, Jokowi Segera Bertemu Partai KIK

1. PAN akui tak minta jatah menteri ke Jokowi karena tahu diri

IDN Times/Teatrika Handiko Putri

Zulhas mengaku pertemuannya dengan Jokowi tidak membahas masalah Kabinet Kerja jilid II. Karena masalah kabinet adalah hak prerogatif presiden.

"Gak, kita ngomong merah putih saja. Saya tahu diri, itu hak Pak Presiden," kata dia.

Menurut Zulhas, ada atau tidak adanya PAN di dalam kabinet, partainya akan tetap menyukseskan pemerintah.

"Kalau itu bukan hak kami. Ada tidak itu di luar kami, kata Pak Prabowo itu kemarin, kami tetap menyukseskan," ujar mantan ketua MPR RI itu.

2. Jokowi dan Zulhas bahas amandemen terbatas UUD 1945

IDN Times/Teatrika Handiko Putri

Adapun pembahasan dalam pertemuan ini, kata Zulhas, mengenai Indonesia ke depan. Di antaranya mengenai amandemen terbatas UUD 1945.

"Karena saya mantan ketua MPR, sebetulnya mengenai terbatas amandemen itu. Apakah mandataris MPR. Itu terbatas, amandemen yang sangat terbatas, sifat itu filosofis, yang merupakan visi Indonesia 100 tahun itu kayak apa?" tutur dia.

3. Zulhas akui PAN tak berani meminta masuk koalisi Jokowi

IDN Times/Teatrika Handiko Putri

Mengenai PAN akan masuk ke dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK) atau tidak, Zulhas menyerahkan hal itu sepenuhnya kepada Jokowi. Ia mengaku tidak berani memintanya.

"Aduh, saya gak berani. Terserah Bapak Presiden. Ya politik harus kuat. Sehingga Pak Presiden dapat bekerja dengan tenang, dengan baik," ujar dia.

Baca Juga: Periode Pertama, Jokowi Paling Sering Ganti Menteri di Sektor Ekonomi

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya