Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
AMPG Imbau Korban Banjir Sumatra Tak Lagi Tinggal di Tenda
Proses kegiatan belajar mengajar siswa-siswi SD IT An-Nur di bawah tenda BNPB, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, Senin (5/1/26). (Dok. BNPB)
  • Ketua Umum PP AMPG, Said Aldi Al Idrus, mengimbau korban banjir Aceh Tamiang untuk tidak lagi tinggal di tenda karena pemerintah telah menyediakan hunian sementara dan bantuan perbaikan rumah.
  • Sebagian warga masih bertahan di tenda akibat keterikatan emosional dengan rumah lama serta kemudahan menerima bantuan langsung dari para donatur di lokasi pengungsian.
  • PP AMPG bersama DPD II Partai Golkar Aceh Tamiang menyalurkan sekitar 15 ribu bingkisan Ramadan di 30 masjid serta membantu pembersihan rumah ibadah dan sekolah pascabencana.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Ketua Umum Pengurus Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG), Said Aldi Al Idrus, mengimbau para korban banjir di Aceh Tamiang yang telah menerima bantuan pemerintah agar tidak lagi tinggal di tenda pengungsian.

Imbauan ini disampaikan Said usai menyerahkan bingkisan Lebaran kepada warga terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang. Dia menegaskan, pemerintah telah menyediakan berbagai bantuan hunian yang lebih layak bagi masyarakat.

1. Bantuan sudah disalurkan, warga diminta beralih ke hunian layak

Ketua Umum Pengurus Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG), Said Aldi Al Idrus saat kunjungi tenda pengungsian (dok. AMPG)

Said menjelaskan, para korban banjir telah menerima sejumlah bantuan dari pemerintah pusat. Bantuan tersebut meliputi rumah sewa, hunian sementara (huntara), uang lauk, hingga dana perabot dan perbaikan rumah.

Karena itu, dia meminta masyarakat tidak lagi menetap di tenda plastik yang dinilai tidak layak untuk jangka panjang. Bantuan yang diberikan selama ramadan dan Idul Fitri, diharapkannya bisa meringankan beban masyarakat yang tengah berupaya bangkit dari bencana.

"Apalagi usai ramadan dan ini sudah memasuki 7 syawal 1447, masyarakat harus sudah merencanakan kembali hidup yang lebih layak dan normal seperti sebelum terjadi bencana," ujar Said dalam keterangannya, Sabtu (29/3/2026).

2. Alasan warga bertahan di tenda pengungsian

Dessi beserta anak dan cucunya saat berada di tenda pengungsian jembatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (9/12/2025). (IDN Times/Prayugo Utomo)

Meski bantuan telah disalurkan, Said mengakui masih ada warga yang bertahan di tenda pengungsian. Salah satu alasannya adalah keterikatan emosional dengan lokasi rumah lama yang telah hancur akibat banjir. Selain itu, ada pula warga yang merasa lebih mudah menerima bantuan dari para donatur saat berada di tenda pengungsian.

"Walaupun kami melihat masih banyak yang ragu meninggalkan lokasi rumah rumahnya yang sudah hancur karena tempat tersebut adalah warisan keluarga dan tempat dilahirkan, ada juga yang merasa nyaman di tenda karena para donatur datang membantu korban bencana dari dalam dan luar negeri akan memberikannya langsung ke tenda pengungsi," jelasnya.

3. Salurkan 15 ribu bingkisan

Ketua Umum Pengurus Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG), Said Aldi Al Idrus saat kunjungi tenda pengungsian (dok. AMPG)

Sementara, Ketua DPD II Partai Golkar Aceh Tamiang, Ariadi, menyebut kehadiran PP AMPG menjadi penyemangat bagi masyarakat dan kader partai di daerah. Dia mengungkapkan, selama ramadan, PP AMPG bersama DPD II Partai Golkar telah menyalurkan sekitar 15 ribu bingkisan di 30 masjid di Aceh Tamiang. Selain itu, relawan juga terlibat dalam pembersihan rumah ibadah, sekolah, hingga pondok tahfidz selama masa pemulihan.

"Di tengah sisa-sisa bencana, senyum dan air mata syukur warga Aceh Tamiang hari ini menjadi penyemangat bagi kami DPD Partai Golkar Aceh Tamiang," ujar Ariadi.

Editorial Team