Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Anggota DPR: Kapal Garibaldi Jadi Beban, Masa Pakai Tersisa 10 Tahun
Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin soroti kematian Prada Lucky (IDN Times/Amir Faisol)
  • TB Hasanuddin menilai hibah kapal induk Giuseppe Garibaldi dari Italia berpotensi jadi beban besar karena usia kapal sudah 40 tahun dan masa pakainya tersisa sekitar 10 tahun.
  • Ia menyoroti biaya perawatan tinggi hingga ratusan miliar rupiah per tahun serta ketidakcocokan kapal dengan pesawat tempur Indonesia, yang bisa memicu tambahan anggaran baru.
  • KSAL Laksamana Muhammad Ali menyebut kapal Garibaldi ditargetkan tiba sebelum HUT TNI Oktober 2026 dan akan digunakan untuk mendukung operasi militer selain perang maupun operasi tempur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
1985

Kapal induk Giuseppe Garibaldi mulai bertugas di Angkatan Laut Italia.

September 2025

KSAL Laksamana Muhammad Ali menyebut pemerintah sempat berencana mengakuisisi kapal induk Giuseppe Garibaldi sebelum akhirnya berubah menjadi hibah.

14 Februari 2026

Ali menyatakan kapal Garibaldi masih dalam proses dan ditargetkan tiba di Indonesia sebelum HUT ke-81 TNI pada Oktober 2026.

4 Mei 2026

Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menyoroti rencana penerimaan hibah kapal Garibaldi dari Italia dan memperingatkan potensi beban besar bagi anggaran pertahanan Indonesia.

Oktober 2026

Kapal induk Giuseppe Garibaldi ditargetkan tiba di Indonesia sebelum peringatan HUT ke-81 TNI.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Anggota DPR menyoroti rencana penerimaan hibah kapal induk Giuseppe Garibaldi dari Italia yang dinilai berpotensi menjadi beban anggaran dan memiliki masa pakai tersisa sekitar 10 tahun.
  • Who?
    TB Hasanuddin, anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDIP, serta Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali yang menjelaskan proses hibah kapal tersebut.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Jakarta, sementara kapal induk Giuseppe Garibaldi berasal dari Angkatan Laut Italia dan direncanakan tiba di Indonesia.
  • When?
    Pernyataan TB Hasanuddin disampaikan pada Senin, 4 Mei 2026. Kapal ditargetkan tiba sebelum peringatan HUT ke-81 TNI pada Oktober 2026.
  • Why?
    Kekhawatiran muncul karena usia kapal mencapai sekitar 40 tahun, biaya pemeliharaan tinggi, serta ketidaksesuaian dengan pesawat tempur yang dimiliki Indonesia saat ini.
  • How?
    Pemerintah mengubah rencana akuisisi menjadi hibah. Proses masih berjalan sambil dilakukan kajian terhadap biaya modernisasi, interoperabilitas sistem, dan kesiapan operasional kapal tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Indonesia mau dapat kapal besar dari Italia namanya Garibaldi. Kapal itu sudah tua, umurnya hampir 40 tahun dan bisa dipakai cuma sekitar 10 tahun lagi. Pak Hasan bilang kapal itu mahal dirawat dan pesawat Indonesia tidak cocok di sana. Tapi tentara laut ingin kapal itu datang sebelum ulang tahun TNI nanti.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun muncul kekhawatiran soal biaya dan masa pakai, rencana hibah kapal induk Giuseppe Garibaldi menunjukkan langkah nyata pemerintah dalam memperkuat kemampuan maritim nasional. Kapal ini akan menjadi kapal induk pertama TNI AL, simbol peningkatan kapasitas pertahanan sekaligus sarana potensial untuk mendukung operasi militer selain perang yang bersifat kemanusiaan dan strategis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, menyoroti rencana Indonesia yang akan menerima hibah kapal induk Giuseppe Garibaldi (C551) dari Italia. Ia mengingatkan, di balik label gratis terdapat potensi beban besar yang harus dihitung secara matang oleh pemerintah.

Hasanuddin turut menyoroti faktor usia kapal yang sudah mencapai sekitar 40 tahun sejak mulai bertugas pada 1985. Secara umum, kapal perang dirancang dengan masa pakai 30 hingga 40 tahun.

“Artinya, kapal ini sudah berada di ujung masa operasionalnya. Kalaupun dilakukan perbaikan, kemungkinan hanya dapat digunakan sekitar 10 tahun ke depan, dengan biaya modernisasi yang tidak kecil,” kata Hasanuddin kepada wartawan, Senin (4/5/2026).

1. Hibah kapal Italia akan bebani anggaran

Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin (IDN Times/Aryodamar)

Anggota Fraksi PDIP DPR RI itu mengatakan, salah satu persoalan utama dari hibah ini adalah tingginya biaya pemeliharaan. Berdasarkan laporan The National Interest, Angkatan Laut Italia menghabiskan sekitar 5 juta euro (sekitar Rp101 miliar) per tahun untuk merawat kapal tersebut, dan sekitar 19 juta euro (sekitar Rp387 miliar) jika dilakukan pembongkaran.

“Angka ini tentu akan menjadi beban baru bagi anggaran pertahanan Indonesia, di luar kebutuhan biaya operasional lainnya,” kata dia.

Adapun biaya tersebut, lanjutnya, mencakup pembaruan radar, sistem komunikasi, persenjataan, pengadaan suku cadang, hingga pelatihan kru. Hal ini berpotensi menambah tekanan terhadap anggaran pertahanan dalam jangka menengah.

2. Kapal Garibaldi tak cocok bagi pesawat tempur Indonesia

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDIP TB Hasanuddin (IDN Times/Aryodamar)

Lebih jauh, Hasanuddin turut menyoroti masalah interoperabilitas. Kapal induk Giuseppe Garibaldi dirancang untuk mengoperasikan pesawat tempur jenis STOVL AV-8B Harrier II, yang tidak sejalan dengan armada pesawat tempur Indonesia saat ini seperti F-16, Sukhoi, maupun Rafale.

Di sisi lain, penggunaan Harrier II juga dinilai memiliki keterbatasan karena hanya digunakan oleh segelintir negara, dan bahkan akan dipensiunkan oleh Amerika Serikat (AS) dalam waktu dekat. Kondisi ini, kata dia, berpotensi menimbulkan kendala dalam ketersediaan suku cadang dan dukungan logistik.

“Jika ingin memaksimalkan fungsi kapal ini, maka Indonesia harus membeli pesawat yang kompatibel. Ini berarti tambahan anggaran baru yang tidak kecil,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia meminta pemerintah berhati-hati dan tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Jangan sampai kebijakan ini justru merugikan pemerintah.

“Kita harus cermat memastikan bahwa setiap pengadaan alutsista benar-benar sesuai kebutuhan strategis dan berkelanjutan. Jangan sampai terlihat menguntungkan di awal, tetapi justru menjadi beban di kemudian hari,” kata dia.

3. Kapal Garibaldi akan jadi kado HUT RI

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Muhammad Ali (berdiri di depan mikrofon). (IDN Times/Santi Dewi)

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Muhammad Ali, mengatakan kapal induk buatan Italia Giuseppe Garibaldi ditargetkan tiba di Tanah Air sebelum HUT ke-81 5 TNI pada Oktober 2026. Kapal bekas Angkatan Laut Italia itu digadang-gadang menjadi kapal induk pertama milik TNI AL.

"Untuk (kapal) Garibaldi masih dalam proses, ya. Harapannya bisa sampai di Indonesia sebelum HUT TNI," ujar Ali ketika dikonfirmasi, Sabtu (14/2/2026).

Ali juga mengungkapkan bahwa pemerintah sempat mau mengakuisisi kapal induk Giuseppe Garibaldi. Namun, belakangan berubah menjadi hibah.

"Kami berusaha untuk mengakuisisi kapal induk yang dulu dimiliki Angkatan Laut Italia, yaitu (Giuseppe) Garibaldi. Dan nanti harapannya bisa memperkuat jajaran kita," ujar Ali pada September 2025.

Keberadaan kapal induk, menurut Ali, dibutuhkan untuk mendukung operasi militer selain perang (OMSP). Namun, ia tidak membantah kapal induk itu juga tetap dapat digunakan untuk operasi militer untuk perang (OMP).

”Lebih kita gunakan untuk OMSP, tapi bisa juga digunakan untuk operasi militer untuk perang," tutur Ali.

Editorial Team