“Hanya ada satu entitas di dunia ini yang bisa melakukan hal itu. Ia adalah Israel,” ujar Petro dalam sebuah unggahan di laman X pribadinya yang dirilis pada Senin (22/6/2026), seperti dikutip The New Arab.
Presiden Kolombia Tuding Israel Intervensi Pemilu di Negaranya

- Presiden Kolombia Gustavo Petro menuduh Israel meretas server Badan Pemilu Nasional untuk memanipulasi hasil pemilu presiden yang baru digelar.
- Aberaldo de la Espriella, kandidat sayap kanan pro-Israel, menang tipis kurang dari 1 persen atas Ivan Cepeda dalam pemilu 21 Juni 2026.
- De la Espriella dikenal dekat dengan Amerika Serikat dan mendukung pendudukan Israel di Palestina, berlawanan dengan sikap Petro yang mengecam keras tindakan tersebut.
Jakarta, IDN Times - Presiden Kolombia, Gustavo Petro, menuduh Israel telah mengintervensi proses pemilihan umum (pemilu) presiden di negaranya. Menurut Petro, Israel telah memanipulasi hasil pemilu sehingga kandidat dari partai sayap kanan Kolombia, Aberaldo de la Espriella, yang merupakan pendukung Israel, berhasil memenangi pemilu.
1. Israel meretas server milik badan pemilu Kolombia

Dalam pernyataannya, Petro mengatakan, ia mendapatkan bukti intelijen soal keterlibatan Israel dalam pemilu Presiden Kolombia pada pekan lalu. Petro menjelaskan, Israel sengaja meretas server Badan Pemilu Nasional Kolombia untuk memanipulasi hasil voting.
Petro mengatakan, ia sebetulnya sudah mengingatkan Badan Pemilu Nasional Kolombia soal server pemilu yang mereka punya. Sebab, Petro menilai server pemilu itu punya sistem keamanan siber yang buruk sehingga rentan diretas pihak tidak bertanggung jawab.
2. Pemilu Presiden Kolombia dihelat pada pekan lalu

Pemilu Presiden Kolombia sendiri sudah selesai dihelat pada Minggu (21/6/2026) pekan lalu. Dalam pemilu tersebut, De la Espriella dinyatakan sebagai pemenang. Ia menang dengan selisih poin kurang dari 1 persen dari pesaingnya yang berasal dari partai sayap kiri Kolombia, Ivan Cepeda. Hasil ini membuat De la Espriella jadi kandidat presiden yang menang dengan selisih suara tertipis dalam sejara pemilu Kolombia.
De la Espriella sendiri sebetulnya sama sekali tidak diinginkan untuk menjadi Presiden Kolombia. Sebab, De la Espriella sangat dekat dengan Amerika Serikat dan Presidennya, Donald Trump. Ia juga terkenal dekat dengan Israel. Bahkan, ia pernah berjanji akan memulihkan hubungan Kolombia dengan Israel apabila terpilih menjadi Presiden. Hal-hal inilah yang membuat Petro mengecam kemenangan De la Espriella dalam pemilu pada Minggu lalu.
3. De la Espriella mendukung pendudukan dan serangan Israel di Palestina

Selain itu, De la Espriella juga mendukung pendudukan Israel di Palestina. Ia menyebut tindakan tersebut sudah benar dilakukan. Sebab, Israel punya hak untuk mempertahankan teritorial dan kekuasaannya yang diambil Palestina.
Sikap ini tentu berbeda dengan Petro. Sebab, Petro tidak dekat dengan Negeri Paman Sam. Apalagi, dengan Israel. Petro juga mengecam keras pendudukan dan serangan Israel terhadap Palestina. Ia bahkan menyebut serangan tersebut sebagai kejahatan perang.

















