Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Anomali Perolehan Suara PDIP dan Ganjar, Diduga karena Tak Kompak
Calon Presiden Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo, dalam acara HUT ke-51 PDIP. (IDN Times/Aditya Mustaqim)

Jakarta, IDN Times - Perolehan suara calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, di Pemilu 2024 berdasarkan hitung cepat (quick count) jauh dari perolehan suara PDI Perjuangan, yang merupakan partai pengusung Ganjar-Mahfud.

Berdasarkan hasil real count KPU hingga hari ini, PDIP masih berada di posisi pertama sebagai partai dengan perolehan suara terbanyak. Sementara Ganjar-Mahfud justru berada di posisi buncit, sebagai paslon dengan perolehan suara paling sedikit. 

Terkait anomali ini, pengamat politik Ujang Komarudin menilai, ada ketidakkompakan di internal PDI Perjuangan untuk memenangkan Ganjar-Mahfud.

"Bisa jadi ada ketidakkompakan, ada ketidaksolidan di internal PDIP, kita dulu juga melihat bahwa pencapresan Ganjar di PDIP mengalami jalan terjal sebelumnya, setelah ribut kubu Puan dengan kubu Ganjar, tidak solid dari awal juga, kan dulu juga ada dewan kopral, dewan jenderal yang terbelah dukungannya kepada Puan dan juga Ganjar," ujar Ujang, Rabu (28/2/2024).

1. Diduga ada ketidaksenangan terhadap pencalonan Ganjar

Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo jelang pencoblosan ke TPS di Semarang pada Rabu (14/2/2024). (IDN Times/Aryodamar)

Ujang menduga, ada ketidaksenangan dari sejumlah elite di PDI Perjuangan terhadap pencalonan Ganjar. Sehingga, internal PDIP hanya mendukung partai saja, tidak mencoblos Ganjar.

"Mungkin banyak elite di PDIP tidak senang dengan pencapresan Ganjar walaupun itu hak prerogratif Ketua Umum Megawati untuk mencapreskan Ganjar, tetapi kan di lapangan, di kader PDIP, di internal PDIP ya terjadi keterbelahan mendukung partainya tapi tidak mendukung Ganjarnya," kata dia.

"Bisa jadi seperti itu, bisa jadi bahwa ini hasil ketidakkompakan internal PDIP pasca-pencapresan Ganjar dulu, karena suaranya Ganjar tidak naik, suara Ganjar jeblok, sedangkan suara PDIP masih unggul dan meraih suara terbanyak nasional," sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Ujang juga merasa lucu, Ganjar kalah di TPS tempat Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mencoblos.

"Ini juga lucu, Ganjar juga kalah di tempat Megawati mencoblos dan ini menjadi evaluasi bahwa mungkin PDIP-nya dicoblos, Ganjarnya tidak. Itulah demokrasi kita, masyarakat memilih secara rahasia, bebas, ketika memilih PDIP, tidak memilih Ganjar dan terjadi seperti itu," ucap dia.

2. Ganjar sebut harus diselidiki anomali suara

Calon Presiden Ganjar Pranowo nongkrong bareng Slank dan Slankers di Taman Budaya Semarang, Jawa Tengah (IDN Times/Aryodamar)

Sebelumnya, Ganjar mengatakan, apabila membandingkan suara yang didapat PDI Perjuangan dan dirinya di Pilpres 2024, terlihat anomali. Ganjar menyebut, harus diselidiki.

"Maka hari ini sedang diselidiki oleh kawan-kawan. Mudah-mudahan nanti ketemu apa faktornya," ujar Ganjar, Kamis (15/2/2024).

3. TPN Ganjar-Mahfud juga sudah menggelar rapat membahas soal anomali suara

Calon Presiden Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo, dalam acara HUT ke-51 PDIP. (IDN Times/Aditya Mustaqim)

Tim Pemenangan Nasional Ganjar-Mahfud pun telah rapat sehari setelah pemungutan suara. Ganjar mengatakan, ada banyak laporan yang diterima dan dibahas. Laporan itu nantinya akan dikonfirmasi lagi ke daerah.

"Untuk memastikan apakah ini terstruktur, sistematis, masif," ujarnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article