Jakarta, IDN Times - Perolehan suara calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, di Pemilu 2024 berdasarkan hitung cepat (quick count) jauh dari perolehan suara PDI Perjuangan, yang merupakan partai pengusung Ganjar-Mahfud.
Berdasarkan hasil real count KPU hingga hari ini, PDIP masih berada di posisi pertama sebagai partai dengan perolehan suara terbanyak. Sementara Ganjar-Mahfud justru berada di posisi buncit, sebagai paslon dengan perolehan suara paling sedikit.
Terkait anomali ini, pengamat politik Ujang Komarudin menilai, ada ketidakkompakan di internal PDI Perjuangan untuk memenangkan Ganjar-Mahfud.
"Bisa jadi ada ketidakkompakan, ada ketidaksolidan di internal PDIP, kita dulu juga melihat bahwa pencapresan Ganjar di PDIP mengalami jalan terjal sebelumnya, setelah ribut kubu Puan dengan kubu Ganjar, tidak solid dari awal juga, kan dulu juga ada dewan kopral, dewan jenderal yang terbelah dukungannya kepada Puan dan juga Ganjar," ujar Ujang, Rabu (28/2/2024).
