Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, memberikan atensi khusus terhadap enam provinsi yang dianggap rawan dalam menghadapi peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 2026. Enam provinsi itu disorot lantaran memiliki karakteristik lahan gambut, serta kondisi meteorologis yang bisa berpotensi meningkatkan risiko kebakaran saat musim kemarau.
"Enam provinsi prioritas rawan karhutla 2026 yaitu Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan," ujar Djamari ketika membuka rapat koordinasi khusus pengendalian karhutla 2026, dikutip pada Jumat (19/6/2026).
Potensi terjadinya karhutla semakin besar, sebab berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gelombang el nino mulai aktif pada pekan ketiga Juni 2026. Sementara, puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung pada Juli hingga September 2026.
Purnawirawan jenderal itu mewanti-wanti karhutla merupakan persoalan multidimensi yang berdampak langsung terhadap ketahanan nasional. Dampaknya sangat luas dan berpengaruh terhadap masyarakat.
"Bahkan, hubungan diplomatik dengan negara-negara tetangga bisa terpengaruh akibat pencemaran asap lintas batas," tutur Djamari.
