Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Aturan Kesehatan Haji, Jemaah Hb Rendah di Bogor Terancam Batal Berangkat
Ilustrasi jamaah haji sedang melakukan tawaf ifadhah(pixabay.com/Koveni)
  • Kemenag Bogor menerapkan standar kesehatan ketat bagi jemaah haji 2026, termasuk larangan berangkat bagi yang memiliki HB di bawah 8 atau penyakit kronis.
  • Sebanyak 744 jemaah asal Bogor terbagi dalam dua kloter, dengan usia termuda 22 tahun dan tertua 84 tahun, disertai aturan pendampingan khusus bagi lansia.
  • Petugas menertibkan barang bawaan jemaah dari benda terlarang dan mengatur pengisian satu kursi kosong akibat jemaah wafat sebelum keberangkatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
2014

Seorang calon jemaah mendaftar haji, yang kemudian memungkinkan anaknya berangkat lebih awal melalui kategori 'Gabung Mahram'.

dua minggu lalu

Seorang jemaah wafat sehingga menyisakan satu kursi kosong dalam kloter keberangkatan Kota Bogor.

2 Mei 2026

Kepala Kemenag Kota Bogor, Indra Karyawan, melepas jemaah haji dan menjelaskan penerapan standar kesehatan ketat bagi calon jemaah dengan Hb rendah atau penyakit kronis.

Tahun 2026

Kementerian Agama memberlakukan standar kesehatan ketat bagi jemaah haji sebagai hasil evaluasi atas tingginya angka kematian pada musim haji sebelumnya.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kementerian Agama menerapkan standar kesehatan ketat bagi jemaah haji tahun 2026, termasuk larangan berangkat bagi yang memiliki kadar hemoglobin di bawah 8 atau penyakit dalam kronis.
  • Who?
    Kebijakan disampaikan oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Bogor, Indra Karyawan, saat melepas keberangkatan jemaah haji dari Kota Bogor.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Kota Bogor dengan pemberangkatan jemaah menuju embarkasi sebelum berangkat ke Tanah Suci.
  • When?
    Pernyataan dan pelepasan jemaah dilakukan pada Sabtu, 2 Mei 2026, menjelang keberangkatan kloter pertama dari Kota Bogor.
  • Why?
    Pengetatan aturan dilakukan untuk menekan angka kematian jemaah Indonesia pada musim haji sebelumnya yang dinilai cukup tinggi di Arab Saudi.
  • How?
    Jemaah dengan Hb rendah diminta menaikkan kadar darah melalui transfusi dan perbaikan nutrisi. Jika kondisi tidak membaik, keberangkatan akan dibatalkan sesuai evaluasi medis Kemenag.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Orang-orang di Bogor mau pergi haji, tapi sekarang harus sehat sekali. Kalau darahnya lemah atau punya sakit berat, tidak boleh berangkat dulu. Pak Indra dari Kemenag bilang ini supaya tidak ada yang sakit parah di sana. Ada yang umur 84 tahun dan yang muda 22 tahun ikut juga. Barang bawaan mereka diperiksa biar aman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Penerapan standar kesehatan haji yang lebih ketat di Bogor menunjukkan perhatian serius pemerintah terhadap keselamatan jemaah. Langkah ini tidak hanya mendorong kesiapan fisik calon haji, tetapi juga mencerminkan upaya evaluatif untuk menekan angka fatalitas. Pendampingan bagi lansia serta penertiban barang bawaan memperlihatkan penyelenggaraan yang semakin tertib dan berorientasi pada kenyamanan bersama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bogor, IDN Times - Kementerian Agama (Kemenag) memberlakukan standar kesehatan yang sangat ketat bagi jemaah haji tahun 2026. Kepala Kantor Kemenag Kota Bogor, Indra Karyawan, mengatakan, jemaah yang terdeteksi memiliki kadar hemoglobin (Hb) di bawah angka 8 atau mengidap penyakit dalam kronis terancam tidak dapat diberangkatkan ke Tanah Suci.

Langkah drastis ini diambil sebagai respons atas tingginya angka kematian jemaah asal Indonesia pada musim haji sebelumnya.

"Jika nanti ada jemaah haji yang terdeteksi memiliki penyakit dalam seperti jantung, paru-paru, ginjal, saraf, itu akan dipulangkan. Termasuk yang kadar Hb-nya di bawah 8 akan diminta menaikkan Hb-nya terlebih dahulu. Jika kondisinya terus menurun, sulit untuk diberangkatkan," ujar Indra Karyawan saat melepas jemaah haji, Sabtu (2/5/2026).

1. Standar kesehatan ketat demi tekan angka fatalitas

Suasana Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur kedatangan jemaah haji kloter pertama, Selasa (21/4/2026). (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Pengetatan kriteria kesehatan tahun ini merupakan hasil evaluasi mendalam karena Indonesia dianggap menyumbang angka jemaah wafat yang cukup tinggi di Arab Saudi.

Indra mengatakan, kondisi Hb yang rendah dikhawatirkan membuat fisik jemaah tidak akan kuat selama menjalankan rangkaian ibadah haji yang berat. Jemaah yang mengalami kendala kesehatan tersebut disarankan melakukan transfusi darah serta memperbaiki asupan nutrisi secara intensif.

"Untuk kesehatan tahun ini memang sangat ketat karena Indonesia dianggap menyumbang angka jemaah wafat yang cukup tinggi. Itulah mengapa kami selalu mengimbau agar jemaah benar-benar menjaga kesehatan," ujar dia.

2. Jemaah tertua 84 tahun dan termuda 22 tahun

Talbiyah Haji bagi emaah yang akan diberangkatkan. IDN Times/Linna Susanti

Pada keberangkatan kali ini, Kota Bogor memberlakukan dua kloter dengan total 744 jemaah. Untuk rombongan yang berangkat Sabtu, tercatat ada 444 jemaah dengan pendampingan enam petugas. Menariknya, jemaah tertua berusia 84 tahun, sementara jemaah termuda berusia 22 tahun.

Jemaah termuda tersebut bisa berangkat lebih awal melalui kategori 'Gabung Mahram' karena sang ibu sudah mendaftar sejak tahun 2014.

"Jemaah lansia wajib memiliki pendamping dari keluarga inti yang sudah terdaftar minimal 5 tahun. Untuk jemaah termuda, dia bisa berangkat bersama ibunya karena sudah memenuhi syarat minimal pendaftaran 5 tahun," kata Indra.

3. Penertiban barang bawaan dan sisa satu kursi kosong

Koper haji berhias boneka merah muda ini sudah ditaruh rapi di aula Asrama Haji Manyaran Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Indra juga menyoroti kedisiplinan jemaah terkait barang bawaan. Hingga saat ini, petugas masih menemukan jemaah yang membawa benda terlarang seperti alat masak, setrika, hingga powerbank di atas 4.000 mAh.

Selain itu, terkait satu kursi kosong akibat adanya jemaah yang wafat dua minggu lalu, Kemenag menyatakan posisi tersebut kemungkinan akan diisi oleh jemaah dari kabupaten lain karena prosedur penggantian keluarga inti yang cukup rumit pada waktu yang singkat.

"Koper jemaah sudah kami antar lebih dulu ke embarkasi. Jika ditemukan barang terlarang, akan langsung dikeluarkan. Terkait satu kursi kosong, kemungkinan akan diisi jemaah kabupaten lain agar tidak memisahkan rombongan keluarga yang sudah ada," ujar dia.

Editorial Team