Serah terima jabatan Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah dari Angga Raka Prabowo ke M. Qodari (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Bakom sendiri awalnya dipimpin oleh Hasan Nasbi pada 19 Agustus 2024. Ketika itu, Bakom bernama Presidential Communication Office (PCO).
Hasan sebelumnya merupakan konsultan politik dan peneliti yang pernah berkarier sebagai jurnalis Harian Kompas serta peneliti di Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia. Hasan kemudian mendirikan lembaga survei Cyrus Network. Hasan dicopot pada 17 September 2025.
Angga Raka Prabowo kemudian menggantikannya dari September 2025 hingga 27 April 2026.
Angga merupakan kader Partai Gerindra sejak 2008 dan mulai aktif di tim media partai pada 2012. Angga kemudian menjadi sekretaris pribadi Prabowo Subianto pada 2014–2019. Ketika Prabowo menang Pemilu 2024, Angga diangkat menjadi Wakil Menteri Komunikasi dan Digital.
Sementara Qodari tercatat memimpin Bakom hanya lima bulan.
Qodari dikenal sebagai pengamat politik, peneliti, dan pendiri Indo Barometer. Dia merupakan lulusan Psikologi Sosial Universitas Indonesia. Lalu, gelar magister diraih dari University of Essex, Inggris, dan doktor ilmu politik dari Universitas Gadjah Mada pada 2016.
Sebelum duduk sebagai Kepala Bakom, Qodari pernah dipercaya menjadi Kepala Staf Presiden (KSP).
Sementara, Syahganda Nainggolan dikenal sebagai aktivis, akademisi, politikus, dan pengelola lembaga kajian. Syahganda pernah menjadi aktivis mahasiswa Institut Teknokogi Bandung (ITB) pada era Orde Baru dan menempuh pendidikan magister Studi Pembangunan di ITB serta doktor Ilmu Kesejahteraan Sosial di UI pada 2015.
Dalam perjalanan politiknya, dia pernah terlibat di Partai Daulat Rakyat dan Partai Merdeka. Syahganda juga pernah menjadi calon anggota DPR dari Partai Golkar pada Pemilu 2009, tetapi tidak lolos.
Dia juga mendirikan Sabang Merauke Circle (SMC) pada 2010 dan menjadi salah satu deklarator KAMI pada 2020. Kini, Syahganda diketahui menjadi Ketua Dewan Direktur GREAT Institute.