BGN: Lokasi Penemuan Jenazah di Kendal Bukan Dapur MBG!

- BGN menegaskan bangunan lokasi penemuan jenazah di Kendal bukan gedung SPPG dan tidak terkait Program Makan Bergizi Gratis.
- Hasil penelusuran BGN menyatakan lokasi tersebut tidak memiliki ID SPPG resmi, tidak pernah menjalankan aktivitas MBG, serta tidak diklaim mitra BGN.
- BGN mengimbau masyarakat memeriksa keterangan resmi sebelum mengaitkan peristiwa dengan program pemerintah, sekaligus menyampaikan duka cita kepada keluarga korban.
Jakarta, IDN Times — Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan, bangunan yang dikaitkan dengan penemuan jenazah di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, bukan merupakan gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan tidak memiliki keterkaitan dengan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penegasan tersebut disampaikan BGN menyusul beredarnya informasi mengenai penemuan jenazah di sebuah bangunan yang disebut-sebut berkaitan dengan operasional SPPG di wilayah Kendal.
Juru Bicara BGN, Tysa Novenny, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan penelusuran mendalam dan berkoordinasi dengan koordinator wilayah setempat untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.
“Berdasarkan hasil penelusuran dan koordinasi yang telah kami lakukan, bangunan tersebut bukan merupakan gedung SPPG dan tidak memiliki ID SPPG resmi. Di lokasi tersebut juga tidak pernah terdapat kegiatan maupun aktivitas yang berkaitan dengan Program MBG,” ujar Tysa dalam keterangan, Minggu (11/10/2026).
1. Bukan tempat operasional SPPG

Suasana SPPG Soditan di Lasem pada Jumat (4/9/2026) siang. Akibat dugaan keracunan massal MBG pada Kamis SPPG Soditan ditutup sementara. (IST) Ia menjelaskan, bangunan tersebut juga bukan bagian dari gedung yang terdampak kebijakan moratorium pembangunan atau operasional SPPG. Selain itu, tidak terdapat mitra BGN yang mengeklaim kepemilikan atas bangunan dimaksud.
“Dengan demikian, dapat kami tegaskan bahwa bangunan tersebut tidak memiliki keterkaitan dengan Badan Gizi Nasional maupun pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis,” tegas Tysa.
2. Masyarakat diminta cek fakta

Ini SPPG Yayasan Mahudun Untuk Negeri yang berada di Jalan Gajah Mada Kota Dumai (IDN Times/ IG sorotdumai) BGN menyampaikan klarifikasi ini sebagai bentuk tanggung jawab institusi dalam memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat.
BGN mengimbau masyarakat untuk mencermati informasi berdasarkan keterangan resmi, dan tidak terburu-buru mengaitkan suatu peristiwa dengan pelaksanaan program pemerintah sebelum fakta dan keterkaitannya terverifikasi.
3. BGN sampaikan duka cita

Ilustrasi Duka Cita (IDN Times/Arief Rahmat) Di sisi lain, BGN turut menyampaikan belasungkawa atas peristiwa penemuan jenazah tersebut. BGN berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini.
“Segenap jajaran Badan Gizi Nasional menyampaikan duka cita yang mendalam atas peristiwa ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan,” tutup Tysa.


























