Jakarta, IDN Times - Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan akan melakukan audit dan evaluasi besar-besaran terhadap tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah skandal dugaan korupsi dibongkar Kejaksaan Agung.
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari mengatakan, sekitar delapan juta penerima manfaat berpeluang dicoret dari daftar, seiring upaya refocusing yang akan dilakukan sehingg MBG lebih tepat sasaran. Ia menyatakan, BGN akan mengevaluasi pemberian MBG untuk murid SMA, terutama sekolah elite.
"Contoh gampang, untuk SMA, mungkin tidak perlu diberikan lagi MBG. Apalagi SMA-SMA yang mungkin uang sakunya, anak-anaknya sudah Rp100.000, Rp200.000 gitu. Mungkin yang high class itu tidak perlu lagi. Nah, itu beberapa contoh. Itu sudah akan berkurang sekitar 8 juta penerima manfaat," kata Arumsari di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (15/6/2026).
