Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BMKG: Daerah Tak Punya Stok Dry Ice, Harus Dipasok dari Jakarta
TNI kirimkan kontainer pendinginan milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk menyimpan dry ice. (Dokumentasi Puspen TNI)
  • Desk OMC memilih penyebaran dry ice untuk memecah lapisan inversi dan mengurai asap karhutla, karena minim awan serta bandara di Sumatra Selatan dan Kalimantan Tengah lumpuh akibat asap.
  • Pasokan dry ice palet hanya tersedia dari tiga pabrik di Jakarta dan dikirim rutin ke wilayah terdampak; penyimpanan refrigerator digunakan karena bahan mudah menyusut.
  • TNI mengerahkan 47.008 personel untuk pemadaman karhutla di Sumatra Selatan dan Kalimantan, dengan target meredakan kebakaran agar bandara terdampak asap dapat kembali beroperasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Desk Terpadu Operasi Modifikasi Cuaca menggunakan dry ice untuk membantu mengurai asap kebakaran hutan dan lahan serta mendukung terbentuknya proses konveksi hujan.
  • Who?
    BMKG, TNI AU, Kementerian Kelautan dan Perikanan, tiga produsen dry ice di Jakarta, serta puluhan ribu personel TNI terlibat dalam operasi ini.
  • Where?
    Dry ice dipasok dari Jakarta ke Kalimantan Selatan dan Sumatra Selatan, wilayah yang terdampak asap karhutla. Pengiriman dilakukan dari Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
  • When?
    Keputusan penggunaan dry ice disampaikan Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo pada Rabu, 21 Oktober 2026.
  • Why?
    Metode ini dipilih karena awan hampir tidak tersedia pada musim kemarau, sementara asap karhutla menutup sejumlah bandara di Sumatra Selatan dan Kalimantan Tengah.
  • How?
    TNI AU mengirim 13,6 ton dry ice dalam bentuk palet dari Jakarta. Es disimpan dalam dua refrigerator khusus, lalu disemai untuk membantu memecah lapisan inversi asap.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
BMKG memakai es kering untuk membantu mengurangi asap dari kebakaran hutan dan lahan. Banyak awan tidak ada, jadi cara ini dicoba agar asap bisa naik dan hujan mungkin terbentuk. Es kering dikirim dari Jakarta ke Sumatra dan Kalimantan. TNI juga mengirim banyak orang untuk memadamkan api.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah tantangan asap dan minimnya awan, langkah terpadu BMKG, TNI AU, kementerian, serta produsen es kering menunjukkan respons yang adaptif. Pengiriman pasokan, penggunaan penyimpanan khusus, dan penyempurnaan metode setelah uji coba mencerminkan upaya teknis yang semakin terarah, didukung pengerahan personel besar untuk membantu meredakan kebakaran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Desk gabungan untuk operasi modifikasi cuaca (OMC) akhirnya memutuskan menggunakan metode penyebaran dry ice atau es kering untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan. Penggunaan es kering dianggap merupakan langkah taktis lantaran nyaris tak ada awan di musim kemarau ini. Sedangkan bandara-bandara untuk penerbangan komersial di Sumatra Selatan dan Kalimantan Tengah dalam keadaan lumpuh akibat tertutup asap karhutla.

"Oleh karena itu, tim desk terpadu mengusulkan metode baru untuk modifikasi cuaca dengan menggunakan dry ice," ungkap Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur pada Rabu (21/10/2026).

Harapannya dengan penggunaan es kering maka bisa memecah lapisan inversi. Dengan begitu, asap pekat yang dihasilkan akibat karhutla bisa sedikit terurai dan naik ke atas.

"Kemudian butterfly effect-nya adalah radiasi sinar matahari bisa masuk sehingga proses konvektif yang menjadi awal mula proses terjadinya hujan ini bisa terbentuk," katanya.

Budi mengakui ini baru kali pertama BMKG dan sejumlah lembaga menggunakan metode es kering untuk modifikasi cuaca. Tantangan pun tak terelakan, salah satunya stok dry ice yang hanya tersedia di area Jakarta.

Di titik-titik lokasi karhutla tidak tersedia stok dry ice. Itu sebabnya pengiriman es kering dilakukan secara reguler dari ibu kota. Seperti hari ini, TNI Angkatan Udara (AU) mengirimkan 13,6 ton stok es kering untuk dibawa ke Kalimantan Selatan dan Sumatra Selatan.

"Produksi dry ice ini sangat sulit, kecuali dari Jakarta. Kalau dari Jakarta sudah ada dalam bentuk palet untuk menyimpan makanan. Sementara, di daerah-daerah hanya ada (dry ice) berupa balokan dan biasanya digunakan untuk keperluan pesta," tutur dia.

1. Tiga pabrik produsen es kering di Jakarta diminta untuk bantu pasok stok es kering

Personel TNI Angkatan Udara (AU) ketika menurunkan boks berisi dry ice dari pesawat Casa NC-212 untuk modifikasi cuaca. (Dokumentasi TNI AU)

Lebih lanjut, kata Budi, sejauh ini pasokan es kering diperoleh dari tiga pabrik yang berlokasi di Jababeka, Cibitung dan Cikarang. Ketiga produsen es kering itu juga sudah diperintah oleh Wakil Menteri Pertahanan agar sementara waktu berhenti menerima pesanan dari pihak lain selain untuk keperluan modifikasi cuaca.

"Oleh karenanya mau tidak mau, dry ice kita dorong setiap hari dari Jakarta. Yang punya pabrik untuk bisa memproduksi dry ice dalam bentuk palet hanya ada di Cikarang, Cibitung dan Jababeka," ungkap Budi.

"Semua pabrik yang ada di sini sudah diperintahkan oleh bapak presiden melalui Bapak Wamenhan untuk berhenti melayani konsumen lain kecuali untuk misi ini dulu," imbuhnya.

Tantangan lain dari penggunaan es kering untuk modifikasi cuaca yakni es kering rentan menyusut bila tidak disimpan dengan baik. Berdasarkan pengalaman uji coba pertama, semula bobot pasokan es kering mencapai 1,6 ton. Ketika keesokan hari ingin digunakan bobotnya malah menyusut menjadi 1,1 ton.

"Sehingga, pesawat yang mengangkut pun tidak optimal karena bahannya berkurang," tutur dia.

Alhasil, TNI AU juga mengirimkan kontainer berisi dua refrigerator milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Es kering yang dikirimkan ke daerah akan disimpan di lemari pendingin khusus itu.

2. Rumah warga di Sumsel sempat terkena puing-puing es

TNI Angkatan Udara kerahkan pesawat NC-212 untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam penanganan karhutla di Kalimantan. (Dokumentasi TNI Angkatan Udara)

Sementara, ketika IDN Times tanyakan soal adanya rumah-rumah warga yang terkena puing es batu, hal tersebut diakui oleh Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo. Ia menjelaskan hal itu terjadi lantaran tidak ada stok es kering di Sumsel. Sehingga, dalam uji coba perdana, tim gabungan menggunakan balok es biasa yang dipotong-potong menjadi ukuran lebih kecil.

"Ini pertama kalinya diuji cobakan (penggunaan dry ice). Karena stok dry ice ini sulit dicari di daerah, maka balok es untuk keperluan pesta dipecah secara manual. Betul, kami juga mendapatkan laporan itu (rumah warga kena puing es batu). Begitu ada pelaporan, kami buat (balok es) lebih halus dan disaring di bagian cover-nya," kata Budi.

BMKG, kata Budi, mengantisipasi dan memitigasi penyemaian es kering denagn menggunakan es dalam bentuk palet. Dengan cara begitu, bisa menihilkan kerugian dari sisi lingkungan.

3. TNI kirimkan 47.008 personel untuk bantu pemadaman karhutla

Peronel TNI ketika ikut memadamkan kebakaran di TPA Bandar Jaya, Lampung. (Dokumentasi TNI Angkatan Udara)

Sementara, Wakil Ketua Pengarah Desk Terpadu Operasi Modifikasi Cuaca, Marsekal Muda TNI Erson Sinaga mengatakan hingga saat ini sudah ada 12.700 personel yang terlibat dalam upaya pemadaman di Sumatra Selatan. TNI, kata Erson, akan mengerahkan semua kemampuan untuk memadamkan api. Sebab, pemadaman api di karhutla tergolong operasi militer selain perang.

"Jadi, kami benar-benar support kegiatan ini, benar-benar mendukung karena ini tugas kami juga di operasi militer selain perang. Tugas kami di sini sebagai perbantuan," ujar Erson.

Sedangkan, untuk pemadaman karhutla di Kalimantan, TNI menyiapkan 16.387 personel. Kemudian, 17.927 personel dikirimkan untuk membantu pemadaman lahan di Kalimantan Selatan. Jumlah personel yang dikerahkan tergolong besar lantaran itu merupakan instruksi langsung Panglima TNI.

Puluhan ribu personel yang terlibat itu, kata Erson, terdiri dari tiga matra. Mereka memiliki tugas agar kebakaran mereda supaya bandara-bandara yang ditutup operasionalnya bisa segera beroperasi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article