Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BMKG: Gempa M5,4 Guncang Buol Sulteng, Tak Potensi Tsunami
ilustrasi gempa bumi (pixabay.com/Tumisu)
  • Gempa tektonik bermagnitudo 5,4 mengguncang Buol, Sulawesi Tengah pada Minggu malam dengan pusat gempa di laut 37 km timur laut Buol dan kedalaman 21 km.
  • BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami dan termasuk jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi dengan mekanisme pergerakan naik geser.
  • Guncangan dirasakan di beberapa kota seperti Buol, Tolitoli, dan Parigi tanpa laporan gempa susulan; masyarakat diminta tetap tenang serta mengikuti informasi resmi dari BMKG.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Gempa bumi tektonik bermagnitudo 5,4 mengguncang Buol, Sulawesi Tengah, Minggu (12/7/2026) pukul 20.46 WIB. Persisnya di wilayah pantai barat Laut Buol.

Hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,1 di kedalaman 21 km. Episenter gempa bumi terletak di koordinat 1.31° Lintang Utara dan 121,36° Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut 37 km timur laut Buol.

"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," ujar Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Dr. Wijayanto, dalam keterangan tertulis.

Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas:

1. IV MMI (Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik, dan dinding berbunyi) di Karamat, Biau, Lakea, Kota Tolitoli dan Kota Buol.

2. III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu) Kota Parigi, Kota Marisa dan Kota Tilamuta.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal, akibat adanya aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik geser (Oblique-thrust)," kata Wijayanto.

Hingga pukul 21.05.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Kendati, BMKG mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Selain itu, menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan gempa bumi.

Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi seperti media sosial @infoBMKG, website www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id, dan Mobile Apps infobmkg atau wrs-bmkg.

Curated For You

Editorial Team

Related Article