Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Polisi India Tangkap 35 Orang terkait Demo Kasus Pembunuhan Anak

Polisi India Tangkap 35 Orang terkait Demo Kasus Pembunuhan Anak
ilustrasi penangkapan (unsplash.com/niu niu)
Intinya Sih
  • Polisi India menangkap 35 orang setelah demo ricuh di Benggala Barat terkait pembunuhan anak perempuan berusia 11 tahun yang ditemukan tewas dengan tanda kekerasan fisik dan seksual.
  • Kemarahan warga memicu aksi main hakim sendiri hingga menewaskan seorang pria tak bersalah, sementara pemerintah daerah menegaskan akan menindak kelalaian aparat dalam penanganan kasus ini.
  • Otoritas menggunakan rekaman media sosial untuk mengidentifikasi perusuh, sementara penyelidikan terhadap tersangka utama terus berjalan dengan tindakan tegas bagi pelaku kekerasan seksual terhadap anak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Aparat kepolisian di Benggala Barat, India, menangkap puluhan orang setelah terjadi unjuk rasa ricuh terkait kasus pembunuhan seorang anak perempuan. Aksi kekerasan massa tersebut sempat memicu pemberlakuan status darurat lokal di wilayah itu.

Langkah tegas ini diambil untuk memulihkan ketertiban umum dan membuka kembali fasilitas transportasi publik yang sempat diblokir warga. Otoritas setempat berkomitmen mengusut tuntas kerusuhan sekaligus kasus pembunuhan yang memicunya.

1. Penyelidikan kasus pembunuhan anak di Baruipur

Police line sedang terpasang di lokasi kejadian perkara.
ilustrasi penyelidikan (unsplash.com/Hiroshi Kimura)

Jasad korban berusia 11 tahun ditemukan di dalam sebuah kolam setelah dilaporkan hilang. Pemeriksaan medis awal memastikan adanya luka parah akibat kekerasan fisik dan seksual sebelum korban meninggal dunia.

"Hasil autopsi awal menunjukkan korban mengalami luka parah akibat kekerasan seksual," kata seorang perwira polisi senior, dilansir The Guardian.

Penyidik kepolisian bergerak cepat mengamankan lokasi penemuan jasad dan mengumpulkan bukti forensik. Kepolisian menegaskan akan mengusut tuntas semua pihak yang terlibat dalam kasus ini.

Kepala Menteri Benggala Barat juga telah berkoordinasi dengan jajaran kepolisian untuk memantau perkembangan di lapangan. Pemerintah daerah akan menjatuhkan sanksi jika ada kelalaian petugas dalam merespons laporan keluarga korban.

"Saya meminta Direktur Jenderal Polisi menyerahkan laporan dalam waktu 72 jam. Kami akan menindak tegas jika ada kelalaian petugas," kata Kepala Menteri Benggala Barat, Suvendu Adhikari.

2. Aksi main hakim sendiri yang salah sasaran

Ilustrasi penyelidikan di tempat kejadian perkara (Pexels.com/Faruk Tokluoğlu)
Ilustrasi penyelidikan di tempat kejadian perkara (Pexels.com/Faruk Tokluoğlu)

Penemuan jasad korban memicu kemarahan warga yang meluapkan emosi dengan memblokir jalan raya utama dan jalur kereta api. Massa juga membakar ban serta merusak sejumlah kendaraan patroli petugas di lapangan.

"Saya mengutuk keras kekerasan terhadap anak di Baruipur ini dan menyampaikan duka cita yang mendalam," kata Anggota Parlemen Saayoni Ghosh.

Di tengah kekacauan tersebut, massa mengeroyok seorang pria bernama Indrajit Mondol hingga tewas karena dituduh sebagai pelaku. Namun, penyelidikan kepolisian membuktikan bahwa korban pengeroyokan tersebut sama sekali tidak bersalah.

"Pihak kepolisian sudah memastikan bahwa pria yang tewas dikeroyok massa itu sebenarnya tidak bersalah," tegas Kepala Menteri Suvendu Adhikari.

3. Penegakan hukum terhadap perusuh dan tersangka

Kerumunan pendukung BJP, partai penguasa India, dalam kampanye di Benggala Barat. (Twitter.com/Hyderabad Deccan News)
Kerumunan pendukung BJP, partai penguasa India, dalam kampanye di Benggala Barat. (Twitter.com/Hyderabad Deccan News)

Kepolisian distrik memanfaatkan rekaman video di media sosial untuk mengidentifikasi perusuh. Polisi kini telah menahan puluhan orang yang terbukti merusak fasilitas publik.

"Kami sudah menangkap 35 orang terkait aksi kekerasan ini, dan pelaku lainnya sedang kami lacak lewat video yang beredar," kata Pejabat Senior Polisi Arvind Kumar Anand.

Di sisi lain, proses hukum terhadap para tersangka utama kasus kekerasan seksual tetap berjalan ketat. Salah satu tersangka bernama Prabhas Mondal dilaporkan tewas tertembak setelah mencoba merebut senjata petugas saat rekonstruksi kejadian.

"Jika ada tersangka yang mencoba merebut senjata dan membahayakan polisi, petugas tentu akan mengambil tindakan tegas sesuai hukum," kata Pengamat Hukum Karan Varma.

Ibu dari tersangka yang tewas secara terbuka menolak menerima jenazah putranya karena kecewa atas kejahatan yang dilakukan sang anak. Pemerintah menegaskan tidak ada toleransi bagi pelaku kekerasan seksual terhadap anak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More