Jakarta, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan 2026-2027 di sebagian besar wilayah Indonesia datang lebih lambat. Selain itu, durasi musim hujan juga diperkirakan lebih pendek dibandingkan kondisi normal.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengatakan prediksi tersebut disampaikan di tengah kondisi kekeringan yang masih berlangsung akibat musim kemarau dan fenomena El Nino yang berada pada fase sangat kuat.
"Di tengah kondisi kekeringan yang masih berjalan saat ini, karena musim kemarau dan El Nino sangat kuat beserta dampak turunannya, kedatangan musim hujan tentunya ditunggu oleh banyak pihak, sektor-sektor strategis, termasuk kita semua untuk beralih dari kondisi kekeringan ini," ujar Teuku Faisal dalam konferensi pers daring, Selasa (21/9/2026).
Menurutnya, informasi prediksi musim hujan 2026-2027 diperlukan sebagai bahan perencanaan dan pengambilan keputusan di berbagai sektor. BMKG turut memaparkan dinamika iklim terkini, prediksi awal musim hujan, sifat hujan, puncak musim hujan, hingga durasi musim hujan.
"Untuk itu pada kesempatan ini, BMKG menyampaikan informasi prediksi musim hujan 2026-2027, juga dalam konteks untuk mendukung perencanaan dan pengambilan keputusan di berbagai sektor menghadapi musim hujan yang akan datang," ucap dia.
