Petugas memasukkan garam ke dalam pesawat Cessna 208B Grand Caravan EX untuk persemaian garam dengan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Senin (18/3/2024). BNPB bekerja sama dengan BMKG melakukan operasi TMC selama tiga hari sebagai upaya meminimalisir berkumpulnya awan yang berpotensi menimbulkan intensitas hujan tinggi terjadi di sejumlah wilayah Jawa Tengah yang rawan bencana hidrometeorologi. (ANTARA/Makna Zaezar)
Dari Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, armada Caravan PK-FPU terbang satu sortie pada Selasa (22/9/2026) dan satu sortie pada Rabu (23/9/2026). Penerbangan sortie 1 dilakukan menggunakan pesawat PK-FPU dengan Engine On/Off pada pukul 14.10 WIB hingga 16.24 WIB dengan wilayah penyemaian awan dilakukan di Kabupaten Murung Raya. Penyemaian awan dilakukan di ketinggian 11.000 - 12.000 feet dengan menghabiskan bahan semai Natrium Klorida (NaCl) sebanyak 1.000 kg.
Armada PK-YNA lepas landas dari Bandara Iskandar di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah untuk penyemaian awan hujan dari sektor selatan Kalimantan Tengah. Selama dua hari operasi, PK-YNA telah melakukan penyemaian sebanyak dua sortie dengan total 1.600 kg NaCl.
Pada penerbangan hari Rabu (23/9/2026) target penyemaian di wilayah Pulang Pisau dan Tabalong dengan level ketinggian 10.000 - 11.000 feet dan ditemukan awan Cumulus dan Cumulus Congestus dengan base awan berkisar 6.000-7.000 ft dan top awan berkisar 14.000 - 16.000 ft. Penyemaian menghabiskan bahan semai NaCl sebanyak 800 kg. Selama proses penyemaian, arah angin dominan bertiup dari arah Tenggara dengan kecepatan 6 - 7 knot.
Sementara itu, pesawat caravan dengan nomor registrasi PK-SNK bergerak dari Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru. Hingga Rabu (23/9), PK-SNK telah melaksanakan empat sortie penerbangan. Sebanyak 4.000 kilogram Natrium Klorida disemai di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, dan Tapin.