Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bukan Jabar, Kasus HIV Tertinggi di DKI Jakarta Hampir 100 Ribu

Ilustrasi: Petugas melakukan tes HIV pada darah seorang warga saat pemeriksaan HIV secara gratis di halaman Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (30/11/2019). (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)
Ilustrasi: Petugas melakukan tes HIV pada darah seorang warga saat pemeriksaan HIV secara gratis di halaman Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (30/11/2019). (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

Jakarta, IDN Times - Kasus HIV terus mengancam kesehatan masyarakat. Bahkan, akhir-akhir ini publik dihebohkan dengan kabar ribuan usia produktif di Bandung, Jawa Barat terinfeksi HIV, termasuk mahasiswa.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI, Maxi Rein Rondonuwu, membenarkan kasus HIV Indonesia kini mencapai ribuan. Namun, dia menegaskan, angka tersebut diperoleh berdasarkan data sejak 1991 hingga Juni 2022.

“Benar hanya perlu ditambahkan bahwa data ini merupakan jumlah kumulatif sejak 1991, jadi bukan data satu tahun. Makanya di Bandung yang bikin heboh, sudah saya jelaskan tadi,” ujarnya saat dikonfirmasi IDN Times, Senin (29/8/2022).

1. Berikut data kasus HIV di Indonesia hingga Juni 2022

Pemeriksaan HIV terhadap PSK yang beraktifitas di PPU oleh  Dinkes PPU (IDN Times/Istimewa)
Pemeriksaan HIV terhadap PSK yang beraktifitas di PPU oleh Dinkes PPU (IDN Times/Istimewa)

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, kasus HIV masih mengancam penduduk Indonesia di tengah pandemik. Dari data tersebut, bukan Jawa Barat yang paling banyak ditemukan kasus HIV, tetapi DKI Jakarta.

Berikut sebaran kasus HIV di Indonesia sejak 1991 hingga Juni 2022:

  1. DKI Jakarta: 90.958 kasus
  2. Jawa Timur: 78.238 kasus
  3. Jawa Barat: 57.426 kasus
  4. Jawa Tengah: 47.417 kasus
  5. Papua: 45.638 kasus
  6. Bali: 28.376 kasus
  7. Sumatra Utara: 27.850 kasus
  8. Banten: 15.167 kasus
  9. Sulawesi Selatan: 14.810 kasus
  10. Kepulauan Riau: 12.943 kasus.

2. Ratusan mahasiswa Bandung berstatus ODHA

Ilustrasi ODHA. IDN Times/Masdalena Napitupulu
Ilustrasi ODHA. IDN Times/Masdalena Napitupulu

Sebelumnya, masyarakat Kota Bandung diramaikan dengan kabar adanya 414 mahasiswa asal Kota Bandung yang berstatus sebagai Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Data itu merupakan hasil pengolahan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung, yang mencatat 5.943 masyarakat Kota Bandung berstatus ODHA, dan 414 orang di antaranya masih berstatus mahasiswa.

Kabar itu sebenarya merupakan hasil pengolahan data mengenai penyebaran HIV/AIDS di Kota Bandung pada 2021, dari 5.943 pengidap HIV/AIDS dengan KTP Kota Bandung.

"Kasus untuk golongan yang berprofesi atau latar belakang mahasiswa mencapai 6,97 persen atau setara 414 kasus. Dari situ, kemudian ada golongan ibu rumah tangga mencapai 11,8 persen atau setara 653 kasus," ujar Ketua Sekretariat KPA Kota Bandung Sis Silvia Dewi saat dihubungi, Kamis, 25 Agustus 2022.

3. Orang-orang yang terinfeksi HIV/AIDS akibat perilaku heteroseksual

Ilustrasi Hari AIDS Dunia (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi Hari AIDS Dunia (IDN Times/Mardya Shakti)

Silvi menyebut dari data yang diolahnya, ada pula ODHA bergolongan pegawai swasta dengan total 31,01 persen, atau setara dengan 1.842 kasus. Menurutnya, ada berbagai faktor penyebab terjadinya ODHA.

"Berdasarkan faktor risiko terbanyak di Kota Bandung, memang heteroseksual itu tinggi 39,52 persen, jadi penularan antara perempuan dengan laki-laki lah seperti itu. Itu hampir 40 persen, orang-orang yang kena HIV/AIDS di Kota Bandung akibat perilaku heteroseksual," katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
Dini Suciatiningrum
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us