Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cegah Kecurangan, SNBT 2026 Diawasi AI dan Face Recognition
Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) SNBT di Universitas Lampung (Unila)
  • Pemerintah memperketat pengawasan SNBT 2026 dengan teknologi AI, face recognition, dan metal detector untuk mencegah kecurangan serta menjaga integritas seleksi nasional.
  • Jumlah pendaftar SNBT 2026 mencapai 871.496 peserta, meningkat dari tahun sebelumnya dan didominasi lulusan SMA yang menunjukkan antusiasme tinggi melanjutkan pendidikan tinggi.
  • Pemerintah menetapkan 86.118 peserta sebagai calon penerima KIP Kuliah berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional agar bantuan pendidikan lebih tepat sasaran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
SNBT tahun 2026 dijaga pakai mesin pintar dan kamera wajah supaya tidak ada yang curang. Pak Menteri Brian bilang semua harus jujur waktu ujian masuk kuliah. Pesertanya banyak sekali, lebih dari delapan ratus ribu anak, paling banyak dari SMA. Ada juga delapan puluh enam ribu anak yang dapat bantuan KIP Kuliah supaya bisa sekolah tinggi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Penerapan teknologi AI dan face recognition dalam SNBT 2026 menunjukkan keseriusan pemerintah menjaga integritas seleksi masuk perguruan tinggi. Di tengah pengawasan yang semakin ketat, jumlah pendaftar justru meningkat, menandakan kepercayaan publik terhadap sistem yang lebih adil. Selain itu, penetapan puluhan ribu calon penerima KIP Kuliah memperlihatkan komitmen pada pemerataan akses pendidikan tinggi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengungkapkan pemerintah tak akan mentoleransi segala bentuk kecurangan dalam pelaksanaan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Penegasan itu disampaikan di tengah penguatan sistem pengawasan UTBK-SNBT yang kini menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI), face recognition, hingga metal detector.

Brian mengatakan integritas jadi fondasi utama dalam seleksi nasional masuk perguruan tinggi.

“Pendidikan adalah proses menyiapkan masa depan. Karena itu, kami tidak akan menoleransi sekecil apa pun bentuk pelanggaran integritas dalam proses seleksi nasional ini,” kata Brian, Senin (25/5/2026),

1. Pada SNBT 2026 ada 871.496 pendaftar

Pelaksanaan UTBK SNBT ITS, Rabu (22/4/2026). (Dok. Humas ITS)

Pengawasan diperketat melalui pendeteksian anomali jawaban berbasis AI, pengacakan jadwal dan lokasi ujian, serta penggunaan teknologi identifikasi wajah untuk mencegah praktik perjokian.

Di tengah penguatan pengawasan itu, jumlah peserta SNBT 2026 justru meningkat menjadi 871.496 pendaftar. Angka tersebut naik dibanding 860.976 peserta pada 2025 dan 785.058 peserta pada 2024.

2. Didominasi lulusan SMA

Undip tetap memberlakukan protokol keamanan dan pemeriksaan ketat bagi seluruh peserta yang mengikuti UTBK-SNBT 2026. (dok. Undip)

Pendaftar didominasi lulusan SMA sebanyak 597.849 peserta, disusul SMK 141.330 peserta, dan Madrasah Aliyah 126.505 peserta.

Brian menyebut tingginya minat peserta menunjukkan semangat generasi muda untuk melanjutkan pendidikan tinggi masih terus tumbuh.

3. Tetapkan 86 ribu calon penerima KIP Kuliah

Ilustrasi KIP Kuliah (dok. kip-kuliah.kemdiktisaintek.go.id)

Selain mengumumkan hasil SNBT, pemerintah juga menetapkan 86.118 peserta sebagai calon penerima KIP Kuliah dari total 251.991 pendaftar program bantuan pendidikan tersebut pada jalur SNBT 2026.

Menurut Brian, penyaluran KIP Kuliah tahun ini mengacu pada Instruksi Presiden terkait penggunaan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) agar bantuan lebih tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.

Topics

Editorial Team

Related Article