Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
CEK FAKTA: MBG Bakal Disalurkan 2 Kali Sehari?
Ilustrasi MBG. (IDN Times/Tunggul Damarjati)
  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan janji politik Presiden Prabowo yang telah menelan anggaran Rp88,15 triliun hingga Mei 2026 dengan penerima mencapai lebih dari 63 juta orang.
  • Pemerintah justru memangkas penyaluran MBG untuk siswa dari enam hari menjadi lima hari guna efisiensi anggaran sekitar Rp20 triliun, kecuali di wilayah 3T yang mendapat perlakuan khusus.
  • Narasi di TikTok tentang penambahan porsi MBG dua kali sehari terbukti hoaks karena tidak ada pernyataan resmi pemerintah maupun BGN terkait kebijakan tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada cerita di TikTok bilang makan bergizi gratis akan dikasih dua kali sehari, tapi itu tidak benar. Program itu dari Presiden Prabowo buat anak sekolah, ibu hamil, dan balita. Uangnya sudah dipakai banyak sekali untuk banyak orang. Sekarang pemerintah malah bikin makannya cuma lima hari di sekolah supaya lebih hemat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sebuah narasi di media sosial TikTok menyebutkan, porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) akan ditambah menjadi dua kali dalam sehari. Informasi ini pun lantas mencuri perhatian warganet di tengah isu dugaan skandal kasus korupsi tata kelola MBG.

Unggahan tersebut dibagikan oleh pengguna akun @bolonemase_semarang di akun TikToknya. Pengguna akun itu juga mengungkap alasan pemerintah mengavaluasi penyaluran porsi MBG.

Menurut pengguna akun itu, sebagian masyarakat telah menuntut pemerintah untuk menghentikan program MBG, yang menelan anggaran paling jumbo di pemerintahan saat ini.

"Karena Ada Secuil Pihak Yang Terus Meminta Agar Program MBG Dihentikan. Makan Per 1 Juni 2026 Porsi MBG Akan Ditambah Menjadi 2 Porsi Perhari (Sarapan Dan Makan Siang)," demikian bunyi narasi yang beredar di TikTok seperti dikutip IDN Times, Jumat (12/6/2026).

Benarkah pemerintah akan menambah porsi MBG? Berikut penjelasannya!

1. MBG merupakan program unggulan Prabowo

Petugas menyusun ompreng berisi makan bergizi gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). (ANTARA FOTO/Andri Saputra)

Diketahui, program MBG merupakan salah satu janji politik Presiden Prabowo pada pemilu 2024. Program MBG secara resmi diluncurkan pada 6 Januari 2025. Program ini menyasar anak sekolah, balita, hingga ibu hamil dan menyusui. Program MBG menelan anggaran jumbo dan menuai kritik dari publik karena dinilai membebani APBN.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan, realisasi anggaran program MBG hingga Mei 2026 mencapai Rp88,15 triliun naik 17,53 persen dibandingkan posisi April 2026 yang sebesar Rp75 triliun.

”Realisasi anggaran Makan Bergizi Gratis sampai sekarang sudah mencapai Rp88,15 triliun untuk 63,13 juta penerima dan 29.679 SPPG,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Juni 2026 di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Berdasarkan data yang dipaparkan, realisasi anggaran MBG meningkat dibanding awal tahun yang tercatat sebesar Rp19,55 triliun pada Januari 2026. Kemudian naik menjadi Rp38,97 triliun pada Februari, Rp55,54 triliun pada Maret, Rp75 triliun pada April, dan mencapai Rp88,15 triliun pada Mei 2026.

Secara rinci dari total jumlah penerima MBG hingga Mei sebanyak 48,9 juta, di antaranya merupakan siswa. Sementara 14,3 juta di antaranya merupakan nonsiswa yang mencakup ibu hamil, ibu menyusui, serta balita. Adapun jumlah penerima manfaat bertambah dari 39,7 j uta orang pada Oktober tahun lalu menjadi 63,13 juta orang pada Mei 2026. Di saat yang sama, jumlah SPPG meningkat dari 2.591 unit menjadi 29.670 unit.

2. Penyaluran MBG dipangkas menjadi 5 hari

Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Serangan. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Alih-alih porsi MBG ditambah, pemerintah justru kini memangkas penyaluran MBG untuk anak sekolah dari enam hari menjadi lima hari. Dengan pemangkasan ini, BGN bisa menghemat anggaran MBG sekitar Rp20 triliun. Diketahui, anggaran MBG dalam APBN 2026 ditetapkan sebesar Rp268 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengatakan penyaluran MBG bagi siswa tak lagi disalurkan saat hari libur.

“Dalam rangka perbaikan, efektivitas pelaksanaan, kalau kemarin kan enam hari, hari libur dikasih juga, itu ternyata kurang efektif. Oleh karena itu, kita putuskan MBG itu hari sekolah,” kata Zulhas usai rapat koordinasi terbatas (rakortas) di kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Namun, ia mengatakan, ada pengecualian untuk penyaluran MBG di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), di mana penyaluran bisa tetap dilaksanakan selama enam hari.

“Tetapi yang 3T dan yang tinggi sekali stunting-nya, tentu ada penanganan khusus. Selain 5 hari sekolah, kalau diperlukan bisa saja ditambah lagi 1 hari,” ujar Zulhas.

3. Isu MBG disalurkan dua kali sehari hoask

Suasana siswa SMPN 34 Medan saat menikmati MBG (IDN Times/Indah Permata Sari)

Oleb sebab itu, berdasarkan penelusuran Cek Fakta IDN Times, narasi yang menyebutkan MBG akan disalurkan selama dua kali sehari tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Hasil penelusuran juga menunjukkan, tidak ada pernyataan resmi dari pemerintah dan BGN sebagai penangggungjawab program bahwa MBG akan disalurkan dua kali. Narasi itu termasuk kategori konten palsu (fabricated content). IDN Times mengajak semua pihak untuk tidak menyebar konten-konten hoaks.

Editorial Team

Related Article