Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cerita Ganjar Tolak Izin Pertambangan Emas dan Perusahaan Semen
Ganjar Hadir di Posko Mahfud MD sebelum debat Cawapres pada Jumat (22/12/2023). (IDN Times/Lia Hutasoit)

Jakarta, IDN Times - Calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo bercerita tentang sepak terjangnya ketika menolak sejumlah izin pendirian tambang dan pabrik semasa menjadi Gubernur Jawa Tengah. Salah satu tambang yang dia tolak izinnya berlokasi di Wonogiri.

"Saya menolak pertambangan di Wonogiri apakah Anda tahu? Apa pertambangannya? Emas. Saya tidak izinkan dan saya yang ditekan," kata Ganjar.

Cerita tersebut disampaikan Ganjar dalam acara Demokr(e)asi di Wisma Serbaguna Senayan, Jakarta, Senin (8/1/2024) malam.

1. Tidak memenuhi syarat

Ilustrasi Tambang (IDN Times/Aditya Pratama)

Ganjar mengaku, izin tambang emas itu tidak dia berikan lantaran perusahaan yang mengajukan tidak memenuhi syarat untuk bisa menambang emas di Wonogiri.

"Ada orang datang menekan saya. Kebetulan saya kenal orangnya, 'Mas Ganjar kita gak bisa, kita sudah melakukan ini lama tiba-tiba Anda memutuskan tidak.' Ya karena tidak memenuhi syarat," kata dia.

2. Ganjar dapat rekomendasi untuk tidak beri izin

Ilustrasi Tambang (IDN Times/Aditya Pratama)

Adapun perihal syarat tersebut, Ganjar mendapatkan informasi dari timnya bahwa perusahaan tambang emas itu tidak akan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

"Saya yang memberi izin maka saya katakan 'Apakah dari aspek lingkungan ini bagus? Tidak pak. Kenapa tidak? Kemungkinan depositnya gak tinggi pak dan itu mesti membebaskan sekian lahan nanti jadi masalah. Lalu bagaimana menurutmu? Pak kita tidak recommend.' Putus tidak, batal," tegas Ganjar.

3. Ganjar juga tolak izin pendirian perusahaan semen di Kebumen dan Pati

ilustrasi emisi karbon dari pabrik (unsplash.com@marcinjozwiak)

Selain itu, Ganjar juga menceritakan bahwa dirinya pernah menolak izin pendirian perusahaan semen di Kebumen dan Pati.

Untuk pabrik semen di Kebumen, Ganjar tidak memberikan izin karena tidak memenuhi syarat meskipun dia mengaku kenal baik dengan pengusaha yang meminta izin tersebut.

Kemudian di Pati, pabrik semen tersebut tidak pernah berdiri sampai saat ini meskipun bupatinya telah memberikan izin. Hal itu lantaran berkaitan dengan pendapat yang diberikan oleh Ganjar.

"Yang memberikan izin bupatinya, saya tidak punya kuasa, tapi karena perusahaanya ragu dia datang kepada saya, 'Pak Ganjar, bagaimana menurut Pak Ganjar?' Kalau menurut itu kan pendapat lho ya. Kalau pendapat, cukup kita tidak butuh semen lagi, saya mengadvokasi semen Rembang itu sudah dengan rasa yang sungguh-sungguh tidak enak, tapi saya mbil keputusan maka buat saya tidak," tutur Ganjar.

"Memang 3 cerita terakhir ini tidak populer, cukup saya jelaskan untuk edukasi," sambung dia.

Editorial Team

Related Article